- Empat ABK Feri Dermaga Selat Dites Urine, Polres Kapuas Pastikan Bebas Narkoba
- Fairid Naparin Dukung Percepatan Ekonomi dan Infrastruktur yang Terencana
- Gubernur Kalteng Salurkan Zakat ASN Rp200 Juta untuk Masyarakat
- Gubernur Agustiar Berikan THR dan Sembako Untuk Ojol dan Petugas Kebersihan di Palangka Raya
- Wujud Kepedulian Sesama, PT Barito Raja Berkah Salurkan Ribuan Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim
- DWP Kapuas Gelar Khataman Al-Quran dan Buka Puasa Bersama di Rujab Bupati
- Wakil Bupati Kapuas Bagikan Kartu Huma Betang Sejahtera dan Bantuan Pangan di Kecamatan Selat
- Gubernur Agustiar: Tanpa Perencanaan Tajam, Pembangunan Kalteng Tak Akan Berdampak
- Plt Sekda Kalteng Beberkan Data Kinerja dan Target RKPD 2027
- Terjatuh dari Lanting, Warga Palangka Raya Dilaporkan Tenggelam di Tumbang Nusa
Putusan MK Terhadap Batas Usia CAPRES-CAWAPRES, Bukan Ranah Konstutsional?
PENULIS: KAUTSAR MJ S.H. Calon Praktisi Hukum

Potretkalteng.com - PALANGKA RAYA - OPINI - Dalam tulisan singkat ini saya memulai dengan kalimat "Meskipun hukum merupakan produk keputusan politik tetapi begitu hukum ada, maka semua kegiatan politik harus tunduk pada aturan-aturan hukum". SEYOGYANYA SEPERTI ITU.
Tempo hari Indonesia dikejutkan oleh ketukkan palu Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memeriksa dan mengadili perkara persyaratan dan/atau batas usia minimum calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia.
Baca Lainnya :
- Masih Bisa Beroperasi, PT BANK Diduga Gelapkan Pajak Rp 150 M, Fantastis !0
- Larang Bawa Senjata Pusaka Saat Aksi Penyampaian Aspirasi, Gubernur Kalteng : Jaga Marwah Budaya ! 0
- Wagub Kalteng Hadiri Peringatan HUT Karantina Indonesia ke-146 Provinsi Kalteng0
- Dinas ESDM Prov Kalteng dan PT. Adaro Mineral Indonesia Bantu Penanggulangan Karhutla 0
- Asisten Ekbang Sri Widanarni : Pemprov Kalteng Komitmen Dukung Pembentukan KDEKS 0
Putusan MK terhadap Pasal 169 huruf q Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum, khususnya terkait syarat usia calon presiden dan wakil presiden yang bisa menunjukan hukum tunduk terhadap politik, bukan malah sebaliknya.
Menurut kacamata hukum saya, Mahkamah Konstitusi MK tidak mempunyai kewenangan untuk mengganti atau memasukkan norma baru kedalam materi muatan, dalam hal ini membuat aturan mengenai batas usia calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia atau persyaratan alternatif yang bersifat teknis lainnya.
Karena sesungguhnya hal itu hanya boleh dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah selaku pemegang peran positive legislator. Dan juga mengenai aturan tersebut merupakan suatu kebijakan hukum terbuka atau open legal policy. Mahkamah Konstitusi yang selaku pemegang peran negative legislator tidak berwenang menambahkan aturan baru itu ke dalam sebuah undang-undang.
Dengan adanya gugatan/permohonan yang dilayangkan ke MK, kemudian MK memeriksa dan mengubah batas minimum usia capres-cawapres, barang tentu konsekuensinya dikhawatirkan pada periode-periode selanjutnya akan ada yang mengusulkan untuk minimum usia capres-cawapres yakni 30 tahun atau 25 tahun atau 20 tahun dan bahkan minimal sudah mempunyai Kartu Tanda Penduduk.
Terkadang putusan pengadilan tidak dapat menyenangkan keinginan semua pihak. Namun bagaimanapun juga ada sebuah istilah yakni Res Judicata Pro Veritate Habetur yang mana berlaku bagi semua pihak.
Suka tidak suka, Sekali lagi menurut pandangan saya, gugatan persyaratan dan/atau batas usia capres-cawapres bukanlah ranah konstitusional. Perubahan ataupun penambahan terhadap persyaratan bagi calon presiden dan wakil presiden tersebut sudah selayaknya dilakukan melalui mekanisme legislative review dengan cara merevisi Undang-Undang tersebut.
Terakhir oleh karena sifat putusan MK final dan mengikat maka semua pihak diharapkan mematuhi dan menghormati nya. Walaupun banyak pihak yang kontra terhadap putusan itu, maka tidak ada alasan untuk menunda pemilu 2024 dan wajib turut serta mengawal mensukseskan pesta demokrasi mendatang.
Berita Utama
-
Empat ABK Feri Dermaga Selat Dites Urine, Polres Kapuas Pastikan Bebas Narkoba
Empat ABK Feri Dermaga Selat Dites Urine, Polres Kapuas Pastikan Bebas Narkoba
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas melaksanakan kegiatan pemeriksaan atau tes urine terhadap Anak Buah Kapal (ABK) . . .
-
Wakil Bupati Kapuas Bagikan Kartu Huma Betang Sejahtera dan Bantuan Pangan di Kecamatan Selat
Wakil Bupati Kapuas Bagikan Kartu Huma Betang Sejahtera dan Bantuan Pangan di Kecamatan Selat
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Wakil Bupati Kapuas Dodo membagikan secara simbolis Kartu Huma Betang Sejahtera Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 serta bantuan . . .
-
DWP Kapuas Gelar Khataman Al-Quran dan Buka Puasa Bersama di Rujab Bupati
DWP Kapuas Gelar Khataman Al-Quran dan Buka Puasa Bersama di Rujab Bupati
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kapuas menggelar kegiatan arisan rutin yang dirangkai dengan khataman Al-Qur’an serta buka . . .
-
Wujud Kepedulian Sesama, PT Barito Raja Berkah Salurkan Ribuan Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim
Wujud Kepedulian Sesama, PT Barito Raja Berkah Salurkan Ribuan Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah menjadi momentum bagi PT Barito Raja Berkah (BRB) untuk memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat. . . .
-
Gubernur Agustiar Berikan THR dan Sembako Untuk Ojol dan Petugas Kebersihan di Palangka Raya
Gubernur Agustiar Berikan THR dan Sembako Untuk Ojol dan Petugas Kebersihan di Palangka Raya
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Gubernur Kalteng Salurkan Banpres untuk Ojol dan Petugas Pelayanan SosialAgustiar Sabran menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) kepada . . .

















