- Polres Kapuas Amankan Tiga Terduga Pelaku Pencurian Meteran Air PDAM, Kerugian Capai Rp11,25 Juta
- LSR-LPMT Rayakan HUT Ke-14 dengan Sederhana, Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satresnarkoba Polres Kapuas Gelar Bakti Religi di Rumah Betang Sei Pa
- Mabes Polri Lakukan Penilaian Kampung Bebas Narkoba di Selat Utara, Perkuat Sinergi P4GN
- Pengurus IODI Kalteng 2026–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan Atlet Dancesport
- Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Fun Bike dan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalteng
- Wakili Gubernur, Pj. Sekda Hadiri Paripurna DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
- 6 Pejabat Utama dan 5 Kapolres Jajaran Polda Kalteng Dimutasi, Ini Daftarnya
- Agustiar Sabran Reshuffle Delapan Pejabat Eselon II
- Nahkodai Diskominfosantik Kalteng, Adiah Chandra Sari Fokus Benahi Internal
Pernikahan Dini dan Dampak Pernikahan Dini
Oleh : Diva Prisilia Valenka Romie ( 203010601015 ) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya. Editor : Kautsar

Potretkalteng.com - Palangkaraya - Perkawinan menurut Pasal 1 Undang-Undang No. 1 Tahun 1947 tentang Perkawinan menjelaskan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Wirjo Prodjodokoro menjelaskan bahwa perkawinan merupakan kebutuhan hidup yang ada di masyarakat, maka untuk perkawinan dibutuhkan peraturan yang jelas mengenai syarat, pelaksanaan, kelanjutan dan terhentinya perkawinan. Perkawinan adalah sesuatu peristiwa penting yang sakral dan kekal dalam kehidupan manusia.
Manusia mempunyai hak untuk melanjutkan keturunannya melalui perkawinan, yakni melalui budaya dalam melaksanakan suatu perkawinan yang ada di Indonesia. Tujuan perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 1 adalah membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Baca Lainnya :
- Pastikan One Way-Contraflow Berjalan Lancar, Kapolri Tinjau Langsung Tol Cikampek0
- Polri akan Berikan Pelayanan Maksimal Hadapi Arus Balik Lebaran 0
- Kapolri Usulkan WFH Agar Cegah Macet Arus Balik, DPR : Saran Kapolri Sudah Tepat0
- Selamatkan 2024 !0
- Wakapolda Didampingi Dirpolairud Cek Pos Pengamanan Pelabuhan Habaring Hurung Sampit0
Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 7 ayat 1 berbunyi Perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun.
Lalu pada tahun 2019 Undang-Undang tersebut direvisi dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang berbunyi “ perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (Sembilan belas) tahun.
Meskipun telah ditetapkan batasan umur untuk menikah, namun masih banyak penyimpangan dengan melakukan perkawinan dibawah umur. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Namun terhadap penyimpangan batasan umur ini Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1947 tentang Perkawinan, memberikan solusi atau jalan keluar, solusi atau jalan keluar tersebut terdapat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1947 Pasal 7 ayat 2 yang berbunyi
“ Dalam hal penyimpangan dalam ayat (1) pasal ini dapat minta dispensasi kepada Pengadilan atau pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria atau pihak wanita".
Perkawinan dibawah umur ini terkesan bahwa calon suami dan calon isteri terlalu terburu-buru dalam memasuki kehidupan rumah tangga. Pernikahan dini menyebabkan banyak dampak, dampak tersebut yaitu, dampak dari segi fisik, dampak dari segi mental, damak dari segi Kesehatan, dampak dari segi keberlangsungan rumah tangga, dampak dari segi pendidikan, dan dampak dari segi ekonomi.
• Segi fisik
Dilihat dari segi fisik pria dan wanita yang menikah pada usia dini, fisik pria yang masih dibawah umur masih belum cukup mampu dibebani dengan suatu perjanjian yang memerlukan fisik untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Fisik wanita yang masih dibawah umur sangat beresiko saat persalinan, dan bisa saja terjadi komplikasi saat persalinan.
• Segi mental
Pria dan wanita yang menikah pada usia dini masih belum siap untuk bertanggung jawab pada setiap apa apa saja yang menjadi tanggung jawabnya, sering mengalami goncangan mental karena masih memiliki mental yang labil dan emosional, dan oleh karena goncangan mental tersebut dapat menimbulkan kecemasan, depresi, stress dan perceraian.
• Segi Kesehatan
Pasangan yang menikah di usia dini sangat rentan dengan resiko yang berkaitan dengan Kesehatan reproduksi, yang sering terjadi terhadap wanita yang menikah diusia muda sangat bersiko saat persalinan, dalam persalinan dapat terjadi pendarahan, anemia, dan komplikasi saat melahirkan. Selain itu wanita yang hamil pada usia muda berpotensi besar untuk melahirkan anak dengan berat lahir rendah, kurang gizi dan anemia.
• Segi kelangsungan rumah tangga
Perkawinan usia muda adalah perkawinan yang masih rawan dan belum stabil, tingkat kemandiriannya masih rendah serta menyebabkan banyaknya terjadi perceraian.
• Segi Pendidikan
Pernikahan dini sering menyebabkan anak tidak bersekolah, kerena kini mereka mempunyai tanggung jawab baru dalam rumah tanggal yang harus dijalani.
Pernikahan dini tidak dapat dilakukan karena dalam Undang-Undang perkawinan sudah diatur ketentuan umur bagi yang melaksanakan pernikahan.
Peran orang tua sangat penting dalam hal ini, para pelaku pernikahan dini dan juga orang tua harus mengetahui syarat batas usia pada perkawinan, mereka juga harus mengetahui dampak apa yang akan dialami oleh pelaku pernikahan dini.
Berita Utama
-
Wakili Gubernur, Pj. Sekda Hadiri Paripurna DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
Wakili Gubernur, Pj. Sekda Hadiri Paripurna DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria . . .
-
Mabes Polri Lakukan Penilaian Kampung Bebas Narkoba di Selat Utara, Perkuat Sinergi P4GN
Mabes Polri Lakukan Penilaian Kampung Bebas Narkoba di Selat Utara, Perkuat Sinergi P4GN
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Mabes Polri melalui tim penilai melakukan evaluasi terhadap Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selat Utara, Kecamatan Selat, . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satresnarkoba Polres Kapuas Gelar Bakti Religi di Rumah Betang Sei Pa
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satresnarkoba Polres Kapuas Gelar Bakti Religi di Rumah Betang Sei Pa
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas menggelar kegiatan bakti religi di . . .
-
Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Fun Bike dan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalteng
Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Fun Bike dan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Fun Bike dan Jalan Sehat . . .
-
LSR-LPMT Rayakan HUT Ke-14 dengan Sederhana, Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
LSR-LPMT Rayakan HUT Ke-14 dengan Sederhana, Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
BANJARMASIN, POTRETKALTENG.COM– Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Lembaga Swadaya Rakyat (LSR)–Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LPMT) diperingati secara sederhana . . .

















