- Mahasiswa Kalteng Tegaskan Pentingnya Budaya Dialog Dalam Menyikapi Isu Kebijakan Publik
- GMNI Kalteng Buka Ruang Publik, Wacana Pilkada Lewat DPRD Jadi Sorotan
- Wujudkan Kepedulian, SAPMA PP Kalteng Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Kasongan
- Pengambilalihan Sepihak Kebun Sawit Plasma Dinilai Langgar Perjanjian Kerja Sama
- Mawardi Jadi Korban Penipuan, Puluhan Hektar Tanah Mau Dicaplok
- Budaya Bersih Dibangun dari Kantor, Disperindag Kalteng Rutin Kerja Bakti
- Ratusan Pesepeda Turun ke Jalan, Operasi Keselamatan Telabang 2026 Disosialisasikan Lewat Gowes Bare
- Gelar Rapat Pleno, TPAKD Kalteng Perkuat Sinergitas Lintas Sektor
- Perbasi Kota Palangka Raya Gelar Rakerkot, Targetkan Emas di Porprov 2026
- Pemkab Kapuas Lakukan Sinkronisasi Data Lokasi Program Cetak Sawah untuk Hindari Overlapping
Perlombaan Basei Kambei Tetap Digelar Meski Sedang Hujan Lebat
Sumber : mmckalteng

Potretkalteng.com - Palangka Raya – Berbicara tentang olahraga lokal, Pulau Kalimantan khususnya Kalteng memiliki olahraga khas yang bernama “Besei Kambe”. Olahraga ini selalu diperlombakan di festival budaya tahunan, yaitu Festival Budaya Isen Mulang (FBIM). Setiap tahun, festival ini digelar berdekatan dengan peringatan ulang tahun Prov. Kalteng, yang bertujuan untuk menyalurkan bakat minat dan keahlian para pesertanya dalam melestarikan, mengembangkan, dan mempertunjukkan kebudayaan Dayak. Kegiatan FBIM diisi oleh berbagai jenis pertandingan dan satu diantaranya adalah Besei Kambe. Lomba ini digelar di tepian Sungai Kahayan/ Bawah Jembatan Kahayan, Jumat (20/5/2022).
Ada 8 (delapan) Kab. yang mengikuti lomba Besei Kambe, untuk Kategori Putra yakni Kab. Barito Utara, Kab. Murung Raya, Kab. Katingan, Kota Palangka Raya, Kab. Gunung Mas, Kab. Pulang Pisau, Kab. Lamandau dan Kab. Barito Timur. Sedangkan Kategori Putri ada 5 (lima) Kab. yakni Kab. Barito Utara, Kab. Murung Raya, Kota Palangka Raya, Kab. Gunung Mas, dan Kab. Lamandau.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Prov. Kalteng Adiah Chandra Sari mengatakan lomba Besei Kambe ini sangat menarik dan unik. Hanya di Prov. Kalteng yang mengadakan lomba Besei Kambe karena lomba ini merupakan salah satu lomba khas Kalteng. Adiah berharap kedepannya bisa mengundang atau mengajak Provinsi lain untuk mengikuti lomba ini tentu dengan Juknis yang standar.
Baca Lainnya :
- Seriusi Pengembalian Fungsi Jalan di Lingkungan Pasar, Rapat Penertiban PKL Kembali di Gelar0
- Kepala Kejari Kapuas Pimpin Serah Terima Jabatan di Lingkungannya0
- Jemaah Haji Asal Kapuas Yang Gagal Berangkat Tahun Lalu di Pastikan Berangkat Tahun Ini.0
- Pemprov. Kalteng Serahkan Bantuan Ke LKS Bina Sejahtera Dalam Kegiatan Anjangsana0
- Kapolda Kalteng Sambut Pangdam XII/Tanjung Pura di Bumi Tambun Bungai0
“Lomba ini sangat menarik, Saya ingin kita warga Kalteng agar ini bisa dikenal oleh Nasional bahkan Mancanegara. Jadi tidak hanya orang Kalteng saja yang bertanding tetapi kita coba membuat standar Juknis agar bisa mengajak orang luar ikut,” tutur Adiah.
Lebih lanjut, salah satu peserta dari Kontingen Kab. Katingan Jun Heldi yang diwawacara setelah masuk final mengatakan bahwa sudah mempersiapkan diri mengkuti lomba sejak beberapa bulan lalu. “Kami berharap Kontingen Katingan bisa menjadi juara pada lomba ini,” tutupnya.
Secara detail Besei Kambe adalah olahraga tradisional yang biasanya dilakukan peserta terdiri dari 2 (dua) orang dalam 1 (satu) kelompok dengan cara menambang, mendayung saling berlawanan arah dengan 1 (satu) perahu. Sepintas seperti tarik tambang, karena pemenangnya harus melewati tanda khusus yang sudah diberi tanda batas, biasanya dari seutas tali. Jika dalam babak pertama 1 (satu) kelompok kalah, maka bertukar posisi untuk kembali saling mengalahkan.
Tak dipungkiri, ketika lomba Besei Kambe disuguhkan, maka selalu menarik perhatian ribuan warga untuk datang menyaksikan langsung. Mereka pun spontan berteriak begitu ramai memberikan dukungan bagi semua peserta. Hal ini dikarenakan, olahraga tradisional yang sarat tradisi budaya dan kearifan lokal di Kalteng ini begitu unik. Bahkan bisa jadi satu-satunya yang ada di nusantara ini.
Ada 3 (tiga) orang Juri lomba Besei Kambe yakni Rudit, Hardelis dan Sudarman.
Untuk juara lomba Besei Kambe kategori Putra dimenangkan dari Kab. Katingan untuk juara I, Kab. Gunung Mas juara II, dan Kab. Pulang Pisau juara III. Sedangkan kategori Putri untuk juara I dari Kab. Barito Utara, juara II Kab. Gunung Mas, dan juara III Kota Palangka Raya. (Red)
Berita Utama
-
GMNI Kalteng Buka Ruang Publik, Wacana Pilkada Lewat DPRD Jadi Sorotan
GMNI Kalteng Buka Ruang Publik, Wacana Pilkada Lewat DPRD Jadi Sorotan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Wacana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD menjadi sorotan dalam Dialog Demokrasi yang digelar Dewan Pimpinan . . .
-
Mahasiswa Kalteng Tegaskan Pentingnya Budaya Dialog Dalam Menyikapi Isu Kebijakan Publik
Mahasiswa Kalteng Tegaskan Pentingnya Budaya Dialog Dalam Menyikapi Isu Kebijakan Publik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Mahasiswa Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya budaya dialog dalam menyikapi isu-isu kebijakan publik. Komitmen itu mengemuka . . .
-
Perbasi Kota Palangka Raya Gelar Rakerkot, Targetkan Emas di Porprov 2026
Perbasi Kota Palangka Raya Gelar Rakerkot, Targetkan Emas di Porprov 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Palangka Raya menggelar Rapat Kerja Kota (Rakerkot) di Aula KONI . . .
-
Gelar Rapat Pleno, TPAKD Kalteng Perkuat Sinergitas Lintas Sektor
Gelar Rapat Pleno, TPAKD Kalteng Perkuat Sinergitas Lintas Sektor
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Wilayah Tengah Kalimantan Tengah langsung tancap gas di awal tahun 2026. Rapat Pleno . . .
-
Ratusan Pesepeda Turun ke Jalan, Operasi Keselamatan Telabang 2026 Disosialisasikan Lewat Gowes Bare
Ratusan Pesepeda Turun ke Jalan, Operasi Keselamatan Telabang 2026 Disosialisasikan Lewat Gowes Bare
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Pendekatan unik dilakukan dalam Operasi Keselamatan Telabang 2026 di Kalimantan Tengah. Ratusan pesepeda memadati Bundaran Besar . . .
















