Pelatihan KCB 2025 Resmi Dimulai, ASN Diharapkan Lebih Sigap Hadapi Bencana

Potret kalteng 30 Agu 2025, 09:12:10 WIB PEMPROV KALTENG
Pelatihan KCB 2025 Resmi Dimulai, ASN Diharapkan Lebih Sigap Hadapi Bencana

Keterangan Gambar : Sahli Gubernur Bidang KSDM, Hamka, saat membacakan sambutan Gubernur





Baca Lainnya :




PALANGKARAYA,

POTRETKALTENG.COM– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) resmi membuka Pelatihan Kaji Cepat Bencana (KCB) Tahun 2025, Rabu (20/8/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara blended learning dan diikuti oleh pejabat manajerial maupun non-manajerial dari lingkup pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.


Pelatihan dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, yang membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kapasitas ASN dalam menghadapi bencana yang sering kali datang secara tiba-tiba.


“Banyak korban jiwa maupun kerugian materi yang terjadi karena kurangnya pengetahuan dan ketidaksiapan dalam mengantisipasi bencana. ASN harus mampu melakukan kaji cepat agar keputusan penanganan dapat diambil dengan cepat, tepat, dan terukur,” ujar Hamka.


Ia menambahkan, pelatihan ini sejalan dengan visi Kalteng BERKAH serta arah pembangunan Kalteng Maju 2025–2030, yang menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia yang tangguh, unggul, dan berdaya saing.


“Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, karena hasilnya sangat menentukan kualitas pelayanan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat. ASN dituntut untuk profesional, mampu berkoordinasi lintas sektor, serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat,” lanjutnya.


Sementara itu, Kabid Pengembangan Kompetensi Teknis Inti BPSDM Provinsi Kalteng, Isna Mariany, menjelaskan bahwa penggunaan metode blended learning dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mengaplikasikannya secara langsung di lapangan.


“Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal praktis bagi peserta agar mampu melakukan kaji cepat bencana sesuai standar, sehingga lebih sigap ketika menghadapi kondisi darurat,” jelas Isna.


Pelatihan yang diikuti 30 orang peserta ini menegaskan komitmen Pemprov Kalteng untuk terus meningkatkan kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan kebencanaan. Dengan aparatur yang lebih siap dan profesional, masyarakat diharapkan memperoleh perlindungan yang lebih optimal dari berbagai risiko bencana di masa mendatang.(yin)



mmc kalteng







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment