- Polres Kapuas Amankan Tiga Terduga Pelaku Pencurian Meteran Air PDAM, Kerugian Capai Rp11,25 Juta
- LSR-LPMT Rayakan HUT Ke-14 dengan Sederhana, Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satresnarkoba Polres Kapuas Gelar Bakti Religi di Rumah Betang Sei Pa
- Mabes Polri Lakukan Penilaian Kampung Bebas Narkoba di Selat Utara, Perkuat Sinergi P4GN
- Pengurus IODI Kalteng 2026–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pembinaan Atlet Dancesport
- Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Fun Bike dan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalteng
- Wakili Gubernur, Pj. Sekda Hadiri Paripurna DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
- 6 Pejabat Utama dan 5 Kapolres Jajaran Polda Kalteng Dimutasi, Ini Daftarnya
- Agustiar Sabran Reshuffle Delapan Pejabat Eselon II
- Nahkodai Diskominfosantik Kalteng, Adiah Chandra Sari Fokus Benahi Internal
Menghargai Kekayaan Seni Rupa Suku Dayak: Warisan Budaya yang Patut Dilestarikan
Penulis : Wita Aprilian Tina

Keterangan Gambar : Wita Aprilian Tina
Dosen Pengampu : Cahyo Wahyu Darmawan, S.Pd., M.Pd
Potretkalteng.com - OPINI - Seni rupa Suku Dayak adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Sejak zaman dahulu, Suku Dayak telah menghiasi kehidupannya dengan seni yang memukau, mencerminkan keindahan alam, keyakinan spiritual, serta kearifan lokal yang kaya.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalteng Dukung Persiapan UCI MTB Eliminator World Cup 2024 Di Palangka Raya0
- Gubernur Dukung World Cup UCI MTB 20240
- UCI MTB Siap Dilaksanakan Kembali 19 Mei 2024 Di Palangka Raya0
- Peringati Hari Kenaikan Yesus Kristus, Persekutuan Mahasiswa Kristen FH UPR Jalin Tali Kasih0
- Tokoh Pemuda Dan Adat Pasak Talawang Suan Bersaudara Jadi Ancaman Kekuatan Pilkada Kapuas 20240
Namun, meskipun kekayaannya yang luar biasa, seni rupa Suku Dayak masih sering kali terabaikan dalam perkembangan seni dalam buku Pelajaran Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya menghargai dan melestarikan kekayaan seni rupa Suku Dayak.
Salah satu ciri khas yang mencolok dari seni rupa Suku Dayak adalah penggunaan motif alam dan simbol-simbol spiritual yang unik dan berbeda dari kebanyakan lainnya.
Setiap motif yang diukir atau dihias memiliki makna filosofis yang dalam, menceritakan kisah-kisah leluhur, hubungan dengan alam, serta upaya untuk mencapai keselarasan antara manusia dan alam semesta. Melalui seni rupa mereka, Suku Dayak tidak hanya mengabadikan sejarah dan kepercayaan mereka, tetapi juga memperkuat identitas budaya yang unik.
Namun, meskipun keindahan makna seni rupa Suku Dayak sangat dalam sayang sekali bahwa warisan budaya ini sering kali terpinggirkan dalam perbincangan tentang seni modern Indonesia.
Terlalu sering, seni modern cenderung didefinisikan oleh tren-tren global yang mengabaikan kekayaan lokal dan tradisional. Hal ini tidak hanya merugikan Suku Dayak secara budaya, tetapi juga menciptakan kesenjangan dalam apresiasi seni antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Pentingnya menghargai dan melestarikan seni rupa Suku Dayak tidak bisa diabaikan. Pertama-tama, seni rupa ini merupakan ekspresi kearifan lokal yang telah bertahan selama berabad-abad.

diambil dari Orami, contoh motif Batik Dayak.
Melestarikan seni rupa Suku Dayak berarti mempertahankan sebuah bagian yang penting dari identitas budaya Indonesia.
Selain itu, menghargai seni rupa Suku Dayak juga membuka peluang untuk memperluas wawasan seni modern Indonesia secara keseluruhan.
Dengan mengintegrasikan elemen-elemen tradisional ke dalam karya-karya yang modern misalnya patung maupun tarian namun menggunakan motif dayak, seniman dapat menciptakan narasi baru yang lebih inklusif dan merangsang pemikiran.
Dalam era globalisasi ini, penting bagi kita untuk tidak melupakan akar-akar budaya kita sendiri.
Seni rupa Suku Dayak adalah salah satu warisan yang berharga, yang tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga mengajarkan kita tentang kedalaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Dengan menghargai dan melestarikan seni rupa Suku Dayak, kita tidak hanya menghormati leluhur kita, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan keberagaman budaya Indonesia.
Berita Utama
-
Wakili Gubernur, Pj. Sekda Hadiri Paripurna DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
Wakili Gubernur, Pj. Sekda Hadiri Paripurna DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria . . .
-
Mabes Polri Lakukan Penilaian Kampung Bebas Narkoba di Selat Utara, Perkuat Sinergi P4GN
Mabes Polri Lakukan Penilaian Kampung Bebas Narkoba di Selat Utara, Perkuat Sinergi P4GN
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Mabes Polri melalui tim penilai melakukan evaluasi terhadap Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selat Utara, Kecamatan Selat, . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satresnarkoba Polres Kapuas Gelar Bakti Religi di Rumah Betang Sei Pa
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Satresnarkoba Polres Kapuas Gelar Bakti Religi di Rumah Betang Sei Pa
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas menggelar kegiatan bakti religi di . . .
-
Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Fun Bike dan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalteng
Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Fun Bike dan Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Fun Bike dan Jalan Sehat . . .
-
LSR-LPMT Rayakan HUT Ke-14 dengan Sederhana, Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
LSR-LPMT Rayakan HUT Ke-14 dengan Sederhana, Perkuat Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
BANJARMASIN, POTRETKALTENG.COM– Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Lembaga Swadaya Rakyat (LSR)–Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LPMT) diperingati secara sederhana . . .

















