- Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi Pasar Ikan Grosir ke Danau Mare
- Polres Kapuas Raih Dua Penghargaan Nasional di Hari Bhayangkara ke-80
- Bupati Murung Raya Hadiri Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara, Perkuat Sinergi Antardaerah
- Bupati Murung Raya Hadiri Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara, Perkuat Sinergi Antardaerah
- HUT ke-24 Gunung Mas, Bupati Murung Raya Heriyus Sampaikan Apresiasi Pembangunan
- Bupati Murung Raya Hadiri HUT ke-24 Gunung Mas, Dorong Penguatan Kemandirian Daerah
- Banmus DPRD Kalteng Matangkan Agenda Persidangan dan Program Prioritas Daerah
- Banmus DPRD Kalteng Sinkronkan Agenda Persidangan dan Program Strategis Daerah
- Pemkab Murung Raya Sampaikan Jawaban atas Masukan Fraksi DPRD soal Pertanggungjawaban APBD 2025
- Rahmanto Muhidin Dipercaya Pimpin KKB Murung Raya Periode 2026–2031
Menghargai Kekayaan Seni Rupa Suku Dayak: Warisan Budaya yang Patut Dilestarikan
Penulis : Wita Aprilian Tina

Keterangan Gambar : Wita Aprilian Tina
Dosen Pengampu : Cahyo Wahyu Darmawan, S.Pd., M.Pd
Potretkalteng.com - OPINI - Seni rupa Suku Dayak adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Sejak zaman dahulu, Suku Dayak telah menghiasi kehidupannya dengan seni yang memukau, mencerminkan keindahan alam, keyakinan spiritual, serta kearifan lokal yang kaya.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalteng Dukung Persiapan UCI MTB Eliminator World Cup 2024 Di Palangka Raya0
- Gubernur Dukung World Cup UCI MTB 20240
- UCI MTB Siap Dilaksanakan Kembali 19 Mei 2024 Di Palangka Raya0
- Peringati Hari Kenaikan Yesus Kristus, Persekutuan Mahasiswa Kristen FH UPR Jalin Tali Kasih0
- Tokoh Pemuda Dan Adat Pasak Talawang Suan Bersaudara Jadi Ancaman Kekuatan Pilkada Kapuas 20240
Namun, meskipun kekayaannya yang luar biasa, seni rupa Suku Dayak masih sering kali terabaikan dalam perkembangan seni dalam buku Pelajaran Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya menghargai dan melestarikan kekayaan seni rupa Suku Dayak.
Salah satu ciri khas yang mencolok dari seni rupa Suku Dayak adalah penggunaan motif alam dan simbol-simbol spiritual yang unik dan berbeda dari kebanyakan lainnya.
Setiap motif yang diukir atau dihias memiliki makna filosofis yang dalam, menceritakan kisah-kisah leluhur, hubungan dengan alam, serta upaya untuk mencapai keselarasan antara manusia dan alam semesta. Melalui seni rupa mereka, Suku Dayak tidak hanya mengabadikan sejarah dan kepercayaan mereka, tetapi juga memperkuat identitas budaya yang unik.
Namun, meskipun keindahan makna seni rupa Suku Dayak sangat dalam sayang sekali bahwa warisan budaya ini sering kali terpinggirkan dalam perbincangan tentang seni modern Indonesia.
Terlalu sering, seni modern cenderung didefinisikan oleh tren-tren global yang mengabaikan kekayaan lokal dan tradisional. Hal ini tidak hanya merugikan Suku Dayak secara budaya, tetapi juga menciptakan kesenjangan dalam apresiasi seni antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Pentingnya menghargai dan melestarikan seni rupa Suku Dayak tidak bisa diabaikan. Pertama-tama, seni rupa ini merupakan ekspresi kearifan lokal yang telah bertahan selama berabad-abad.

diambil dari Orami, contoh motif Batik Dayak.
Melestarikan seni rupa Suku Dayak berarti mempertahankan sebuah bagian yang penting dari identitas budaya Indonesia.
Selain itu, menghargai seni rupa Suku Dayak juga membuka peluang untuk memperluas wawasan seni modern Indonesia secara keseluruhan.
Dengan mengintegrasikan elemen-elemen tradisional ke dalam karya-karya yang modern misalnya patung maupun tarian namun menggunakan motif dayak, seniman dapat menciptakan narasi baru yang lebih inklusif dan merangsang pemikiran.
Dalam era globalisasi ini, penting bagi kita untuk tidak melupakan akar-akar budaya kita sendiri.
Seni rupa Suku Dayak adalah salah satu warisan yang berharga, yang tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga mengajarkan kita tentang kedalaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Dengan menghargai dan melestarikan seni rupa Suku Dayak, kita tidak hanya menghormati leluhur kita, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan keberagaman budaya Indonesia.
Berita Utama
-
Pemkab Murung Raya Bantu 230 Pasang Sepatu Sekolah untuk Siswa
Pemkab Murung Raya Bantu 230 Pasang Sepatu Sekolah untuk Siswa
PURUK CAHU, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan bantuan 230 pasang sepatu sekolah kepada siswa dari . . .
-
Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi Pasar Ikan Grosir ke Danau Mare
Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi Pasar Ikan Grosir ke Danau Mare
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Kapuas terus mematangkan rencana relokasi Pasar Ikan Grosir dari Jalan Mawar ke kawasan Pelabuhan Danau Mare, Kuala . . .
-
Kebakaran Dini Hari, Dua Biro Setda Kalteng Dilalap Api
Kebakaran Dini Hari, Dua Biro Setda Kalteng Dilalap Api
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Kebakaran terjadi di Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan . . .
-
Jelajah Alam Marabahan Dimeriahkan 500 Rider, Bupati Kapuas Dorong Wisata dan Ekonomi Masyarakat
Jelajah Alam Marabahan Dimeriahkan 500 Rider, Bupati Kapuas Dorong Wisata dan Ekonomi Masyarakat
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Sekitar 500 rider dari berbagai daerah turut memeriahkan kegiatan Trail Adhyaksa Jelajah Alam Marabahan (JAM) yang digelar di Kabupaten . . .
-
Banggar DPRD Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan KUA-PPAS 2027 dan KUPA-PPAS Perubahan 2026
Banggar DPRD Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan KUA-PPAS 2027 dan KUPA-PPAS Perubahan 2026
KUALA KURUN - Badan Anggaran DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyampaikan laporan atas pembahasan Raperda Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran . . .

















