Membanggakan Akademisi Kalteng, 2 Orang Dosen FH UPR Lolos Seleksi Paper di Jepang
Tim redaksi

potret kalteng 30 Mei 2024, 17:37:27 WIB Palangka Raya
Membanggakan Akademisi Kalteng, 2 Orang Dosen FH UPR Lolos Seleksi Paper di Jepang

Keterangan Gambar : Delegasi Indonesia, Rico Septian Noor,S.H.M.H dan Doktor Kiki Kristanto, S.H, M.H 


Potretkalteng.com -  PALANGKA RAYA - Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya (FH UPR) Dr. (c).Rico Septian Noor,S.H.M.H dan Doktor Kiki Kristanto, S.H, M.H merupakan salah satu delegasi dari Indonesia sekaligus membawa nama FH Universitas Palangka Raya dalam rangka mempresentasikan paper yg lolos dalam konferensi Asian Conference on Cultural Studies (ACCS-2024), yang berlangsung dari tanggal 23-27 Mei 2024 di Toshi Center Hotel,Tokyo Jepang.


Dr kiki kristanto selaku Kaprodi Magister Hukum UPR  ketika dihubungi melalui whatsapp menyampaikan bahwa Seleksi paper kami dilakukan dengan sangat ketat dengan menggunakan double blind review dan hasil seleksi berjalan kurang lebih 2 bulan.

Baca Lainnya :


Selanjutnya Rico sebagai dosen yang menggeluti persoalan Hukum dan HAM ini mengatakan bahwa paper yang dipresentasikan berjudul Issues and Strategies for Ensuring Justice for Indigenous People as a Vulnerable Group in Indonesia ini mengangkat persoalan yanga dihadapai indigineous people (masyarakat adat) di indonesia secara umum dan khususnya di Kalteng. 


"Dalam paper kami ada 3 strategi penting yang kami kemukakan seperti pertama mendorong pengesahan RUU tentang perlindungan masyarakat adat Kedua mendorong penguatan dan implementasi konsep FPIC (free prior and informed consent) khususnya bagi setiap investasi yang masuk di Indonesia dan terakhir strategi memperkuat kapasitas dan memberdayakan pengetahuan masyarakat adat dengan konsep paralegal"ungkapnya.


Rico yang sebelumnya telah beberapa kali mengikuti kegiatan konferensi seperti di thailand dan malaysia dan di tahun lalu mendapatkan award sebagai Best Paper dalam call for paper yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJKI) juga menjelaskan bahwa tujuan utama yang penting dari presentasi paper ini untuk menyampaikan fakta bahwa hingga saat ini masyarakat adat di Indonesia yang termasuk kelompok rentan masih mengalami berbagai persoalan seperti diskriminasi,kriminalisasi dan berbagai bentuk ketidakadilan lainnya sehingga perlindungan terhadap masyarakat adat belum seutuhnya dirasakan dan bahkan belum menunjukan keadilan bagi masyarakat adat di indonesia.


"Kami mencoba mengemukakan konsep dan strategi tersebut dengan membandingkan regulasi dan best practice di beberapa negara seperti Filipina, Malaysia dan Thailand serta konsep di Asia Pacific dengan harapan intisari terbaik dari perbandingan tersebut dapat diadopsi indonesia dalam konsep dan gagasan baru bagi regulasi hukum di indonesia"tambahnya.


Dalam presentasi pada Asian conference on cultural studies (ACCS) yang diikuti lebih dari 554 delegasi dari 59 Negara ini turut memantik reaksi dan antusiasme positif dari beberapa presenter seperti dari Australia, Kanada, Jepang, filipina, dan China yang antusias dan mengajak berkolaborasi dalam riset lanjutan khususnya mengenai indigineous people tersebut.







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment