IPH Kalteng Menurun, Pemprov Fokus Jaga Stok dan Antisipasi Dampak Kemarau

Potret kalteng 24 Agu 2026, 19:37:25 WIB PEMPROV KALTENG
IPH Kalteng Menurun, Pemprov Fokus Jaga Stok dan Antisipasi Dampak Kemarau

Keterangan Gambar : Rapat Inflasi Pemprov Kalteng. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :


PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM  Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kalimantan Tengah mengalami penurunan. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan harga kebutuhan pokok di wilayah Kalteng masih terkendali, seiring komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan masyarakat.


Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengatakan penurunan IPH menjadi indikator positif karena stok sejumlah komoditas pangan, khususnya beras, masih mencukupi. Hal itu disampaikannya seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Ruang Bajakah, Kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Senin (24/8/2026).


“IPH di Kalteng menurun, artinya tidak terlalu mengkhawatirkan karena stok seperti beras masih cukup,” kata Yuas Elko.


Meski demikian, Yuas menyebut kondisi kemarau menjadi salah satu kendala yang perlu diantisipasi. Pasalnya, sejumlah daerah di Kalimantan Tengah masih mengandalkan jalur sungai sebagai akses transportasi dan distribusi kebutuhan masyarakat.


Menurutnya, penurunan debit air sungai dapat menghambat aktivitas angkutan penyeberangan dan distribusi logistik apabila kemarau berlangsung berkepanjangan.


“Ketika melalui jalur sungai, banyak angkutan penyeberangan yang berhenti karena air sungai surut,” ungkapnya.

Yuas berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu panjang sehingga tidak mengganggu distribusi barang maupun ketersediaan kebutuhan pokok di sejumlah wilayah.


Ia juga menyebut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu membawa sejumlah solusi dalam menghadapi dampak kekeringan, salah satunya melalui kebijakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir menegaskan pentingnya seluruh pihak terkait memberikan perhatian khusus terhadap daerah-daerah yang mengalami tekanan harga maupun kendala distribusi.


“Kita berusaha sekeras-kerasnya. Kita meminta pemerintah daerah turun ke pasar dan cek harga pasar serta melakukan berbagai upaya,” tegasnya.


Pemerintah daerah pun diminta terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan komoditas di lapangan agar potensi kenaikan harga dapat segera diantisipasi, terutama di tengah kondisi kemarau yang berpotensi memengaruhi distribusi pangan di Kalimantan Tengah. (Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment