Pemko Palangka Raya Perkuat Penanganan Karhutla Petuk Katimpun, Butuh Tambahan Pompa dan Sumur Bor

Potret kalteng 23 Agu 2026, 20:43:34 WIB Palangka Raya
Pemko Palangka Raya Perkuat Penanganan Karhutla Petuk Katimpun, Butuh Tambahan Pompa dan Sumur Bor

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengikuti rakor bersama Presiden RI.





Baca Lainnya :


PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui konferensi video dari Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).


Rakor tersebut membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk kondisi karhutla di Kota Palangka Raya. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan perkembangan penanganan sekaligus kebutuhan dukungan sarana dan prasarana di lapangan.


Kelurahan Petuk Katimpun menjadi salah satu wilayah dengan kondisi karhutla cukup luas. Pemerintah Kota Palangka Raya bersama unsur Forkopimda, TNI, Polri, relawan, Manggala Agni dan pihak terkait lainnya terus melakukan upaya pemadaman serta pengendalian agar api tidak semakin meluas.


Achmad Zaini mengatakan, sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam menangani karhutla, khususnya di wilayah Petuk Katimpun yang memiliki kondisi lahan gambut.


“Karhutla terbesar di Kota Palangka Raya berada di wilayah Kelurahan Petuk Katimpun. Karena itu, kami terus berkoordinasi dan bersinergi bersama TNI, Polri, relawan, Manggala Agni dan seluruh pihak untuk bekerja keras melakukan pemadaman,” ujarnya.


Menurutnya, kondisi lahan gambut yang semakin kering akibat musim kemarau menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Selain itu, keterbatasan sumber air juga menjadi tantangan karena debit air di sekitar lokasi kebakaran terus menyusut ketika tidak turun hujan.


Sejumlah sarana pemadaman telah dikerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan. Di antaranya dua unit tangki air berkapasitas masing-masing 10 ribu liter dari Dinas Kehutanan, satu unit tangki dari Polda, tiga unit tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter dari TNI serta enam unit pompa penyedot air dari BPBD.


Dalam rakor bersama Presiden RI, Pemko Palangka Raya turut menyampaikan kebutuhan tambahan peralatan untuk memperkuat penanganan karhutla. Salah satu kebutuhan mendesak adalah penambahan pompa air dan pembangunan sumur bor di lokasi yang sulit memperoleh sumber air.


“Kami masih membutuhkan pompa air dan sumur bor. Untuk sumur bor, tentunya diperlukan mesin yang memiliki kemampuan kuat untuk menyedot air, mengingat kondisi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut,” jelas Achmad Zaini.


Ia menjelaskan, penanganan kebakaran di lahan gambut tidak cukup hanya dengan melakukan penyiraman pada permukaan. Petugas juga perlu melakukan metode penyuntikan air ke dalam lapisan gambut untuk memastikan api yang merambat di bawah permukaan benar-benar padam dan tidak kembali muncul.


Achmad Zaini juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat Kota Palangka Raya masih dalam kondisi siaga karhutla.


“Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena sangat berbahaya dan dapat merugikan semua pihak. Jika menemukan api, segera lakukan pemadaman sedini mungkin agar tidak membesar,” tegasnya.


Ia mengajak masyarakat untuk turut membantu upaya penanganan karhutla dengan berkoordinasi bersama petugas. Warga yang memiliki kolam, tempat penampungan atau sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk pemadaman diharapkan dapat menginformasikannya kepada petugas di lapangan.


“Kalau ada petugas yang melakukan pemadaman, masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi membantu. Jika ada kolam atau sumber air milik warga yang bisa dimanfaatkan, tentu dapat membantu petugas,” pungkasnya. (KL)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment