- Kabar Duka, Kepala Dinas PMD Kabupaten Kapuas Jhon Pita Kadang Meninggal Dunia
- Digugat Terkait Isu Papan Tulis Interaktif, Gubernur Kalteng Hormati Proses Hukum
- Bupati Wiyatno Lepas Ratusan Rider Trail Adventure, Ajang Silaturahmi dan Olahraga Positif
- Modus Pura-Pura Mogok, Pencuri Motor di Kapuas Ringkus Tim Resmob Usai Tipu Mahasiswa
- Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
- Transformasi Paradigma Hukum Pidana Indonesia: Dari Keadilan Retributif Menuju Keadilan Korektif dan
- Sinkronisasi Hukum Pidana dan Dinamika Sosial: Tantangan Menghadapi Social Distrust
- Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
- 40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
- Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Gubernur Kalteng Sidak SMAN 3 Palangka Raya, Tegaskan Larangan Penahanan Ijazah dan Evaluasi Sarana

Keterangan Gambar : Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran saat melakukan inspeksi mendadak ke SMAN 3 Palangka Raya
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 3 Palangka Raya sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan integritas layanan pendidikan di wilayahnya. Sidak yang dilakukan pada Selasa (10/6) ini menyoroti beberapa hal penting, mulai dari pelayanan kepada siswa hingga kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur secara tegas melarang praktik penahanan ijazah oleh pihak sekolah, baik negeri maupun swasta, hanya karena siswa tidak mampu melunasi kewajiban sekolah. Ia menyampaikan bahwa tindakan seperti itu tidak manusiawi dan bertentangan dengan semangat pemerataan pendidikan.
Baca Lainnya :
- Gubernur Agustiar Sabran Melayat ke Rumah Duka Korban Kecelakaan di Katingan0
- Gubernur Kalteng Dukung Penuh Penguatan Koperasi Merah Putih di Sampit0
- Bupati Kapuas Tinjau Jalan Rusak dengan Motor Trail0
- Kejati Kalteng Sembelih 16 Hewan Kurban di Hari Raya Iduladha 1446 H0
- Disdik Kalteng Perkuat Pemerataan Pendidikan, Tampung Aspirasi Mahasiswa dalam Audiensi Bersama Gube0
“Kalau sampai ada sekolah yang menahan ijazah karena alasan biaya, kepala sekolahnya akan kami pindahkan. Kami akan tindak sesuai ketentuan yang berlaku. Karena statusnya ASN, paling tidak bisa kami nonaktifkan dari jabatan struktural,” tegas Gubernur di hadapan jajaran sekolah.
Tak hanya menyampaikan kebijakan, Gubernur Agustiar juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para siswa. Ia memberikan semangat dan motivasi kepada pelajar yang disebutnya sebagai generasi penerus bangsa. Beberapa siswa yang berani dan berhasil menjawab pertanyaan dari Gubernur bahkan diberikan uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan.
Dalam sidaknya, Gubernur juga meninjau langsung kondisi fisik sekolah. Ia menekankan pentingnya kenyamanan, kerapian, dan estetika lingkungan sekolah untuk menunjang semangat belajar. Ia meminta seluruh sekolah mengajukan permohonan perbaikan, termasuk pengecatan gedung yang mulai kusam dan pembenahan fasilitas lainnya.
“Bangunan boleh bagus, tapi kalau catnya kusam, semangat siswa bisa turun. Jadi kita minta sekolah aktif ajukan perbaikan,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Reza Prabowo, yang turut mendampingi, menjelaskan bahwa sidak ini merupakan inisiatif langsung dari Gubernur setelah melakukan kunjungan kerja ke wilayah barat Kalteng. Selain memantau langsung kondisi fisik, Gubernur juga meninjau implementasi program digitalisasi pembelajaran.
Di SMAN 3 sendiri, dari 34 rombongan belajar (rombel), baru lima ruang kelas yang telah dilengkapi papan tulis digital. Proses pengadaan perangkat tambahan sedang berlangsung, dan diharapkan seluruh ruang kelas segera dilengkapi dengan fasilitas tersebut.
Reza juga menambahkan bahwa pihaknya telah meminta semua SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan provinsi untuk menyusun dan mengajukan proposal kebutuhan sarana-prasarana secara formal. Proposal ini nantinya akan digunakan untuk menyusun skala prioritas dalam program peningkatan mutu sekolah, termasuk pembangunan toilet, pagar, dan ruang kelas baru.
Sidak ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Kalteng dalam membenahi sektor pendidikan secara menyeluruh—tak hanya dari sisi kurikulum dan akademik, tetapi juga dari aspek etika pelayanan dan kualitas lingkungan belajar.
Turut hadir mendampingi Gubernur dalam kegiatan ini, Plt. Sekda Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Herson B. Aden, serta para Kepala Perangkat Daerah terkait.
RH
Berita Utama
-
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 18 April 2026. Penyesuaian ini mencakup sejumlah . . .
-
40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
40 Persen Penerima KHBS Tak Layak, Pemprov Kalteng Lakukan Evaluasi
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus membenahi program strategis daerah, salah satunya bantuan sosial Kartu Huma Betang . . .
-
Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
Gubernur Dorong Kolaborasi Media untuk Percepat Informasi Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan temu wartawan bersama organisasi pers sebagai upaya mempererat sinergi . . .
-
Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
Perkuat Sinergi Nasional, Wakil Ketua DPRD Kalteng Ikuti Retret di Akmil Magelang
MAGELANG, POTRETKALTENG.COM – Sebanyak 478 pimpinan parlemen daerah dari seluruh Indonesia berkumpul di Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk mengikuti agenda . . .
-
Sinkronisasi Hukum Pidana dan Dinamika Sosial: Tantangan Menghadapi Social Distrust
Sinkronisasi Hukum Pidana dan Dinamika Sosial: Tantangan Menghadapi Social Distrust
PALANGKA RAYA, POTRETKALTEG.COM -Hukum pidana tidak lahir di ruang hampa. Ia adalah cerminan dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat pada masanya. Namun, fenomena . . .

















