Doa Kebangsaan Lintas Agama Digelar Pemprov Kalteng, Perkuat Persatuan dalam Keberagaman

Potret kalteng 19 Sep 2025, 13:17:10 WIB PEMPROV KALTENG
Doa Kebangsaan Lintas Agama Digelar Pemprov Kalteng, Perkuat Persatuan dalam Keberagaman

Keterangan Gambar : Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menghadiri Doa Kebangsaan Lintas Agama Tahun 2025




PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Doa Kebangsaan Lintas Agama sebagai wujud kebersamaan dalam mempererat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Palangka Raya pada Selasa (2/9/2025) ini dipimpin oleh sejumlah tokoh agama yang secara bergantian membacakan doa sesuai keyakinannya masing-masing, mulai dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, hingga agama-agama lainnya.

Baca Lainnya :


Acara tersebut turut dihadiri tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Kalteng. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjaga keharmonisan di Bumi Tambun Bungai.


Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya di daerah ini merupakan kekuatan, bukan penghalang. “Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah. Justru dengan saling menerima dan menghargai, kita dapat menciptakan kehidupan yang rukun dan harmonis,” ujarnya.


Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng, Bulkani, dalam kesempatan itu membacakan pernyataan bersama lintas agama, suku, dan tokoh adat. Isi pernyataan tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga iman, membangun kehidupan yang harmonis dan damai, serta saling menghormati dalam keberagaman.


Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Agus Candra, yang juga hadir dalam kegiatan ini, menilai doa lintas agama memiliki makna yang erat kaitannya dengan pembangunan, termasuk di sektor pangan. “Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi dan distribusi, tetapi juga menyangkut rasa aman, kebersamaan, dan harmoni di masyarakat. Doa lintas agama ini mengingatkan kita bahwa persatuan dan kerukunan adalah fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan,” tuturnya.


Agus menambahkan, masyarakat yang rukun akan lebih mudah berkolaborasi dalam membangun ketahanan pangan, misalnya melalui kerja sama antar komunitas dalam pengelolaan lahan dan pemanfaatan sumber daya lokal. “Dengan persatuan, pembangunan pangan di Kalteng akan lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(yin)



mmc kalteng







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment