Dinkes Kalteng Gelar Rapat Evaluasi dan Validasi Data Viral Load HIV Tahun 2024

potret kalteng 20 Nov 2024, 13:34:07 WIB PEMPROV KALTENG
Dinkes Kalteng Gelar Rapat Evaluasi dan Validasi Data Viral Load HIV Tahun 2024

Keterangan Gambar : Kasie Surveilance dan Imunisasi Yaesar Wawan saat menyampaikan sambutan Kadis Kesehatan


PALANGKARAYA,

POTRETKALTENG.com– Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Kalteng) menggelar Rapat Evaluasi Program dan Validasi Data Viral Load HIV Tahun 2024, yang dilaksanakan pada Selasa (19/11/2024) di Hotel Fovere, Palangka Raya. Kegiatan ini dihadiri oleh para tenaga kesehatan terkait dan pihak-pihak yang terlibat dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kalimantan Tengah.


Baca Lainnya :

Pentingnya Penanggulangan HIV dan IMS


Rapat dibuka oleh Kasie Surveilance dan Imunisasi Dinkes Kalteng, Yaesar Wawan, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Yaesar mengungkapkan bahwa HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan perhatian serius. Penanggulangan HIV dan IMS juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya dalam mengatasi penyakit menular.


“Sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mengakhiri AIDS pada tahun 2030, Kementerian Kesehatan telah mengimplementasikan strategi ‘95-95-95’. Ini berarti 95% dari orang dengan HIV (ODHIV) harus mengetahui status HIV mereka, 95% dari ODHIV yang terinfeksi harus mendapatkan terapi ARV, dan 95% dari mereka yang menjalani terapi harus mengalami supresi virus,” ujar Yaesar.


Peningkatan Pemeriksaan Viral Load


Salah satu fokus utama dalam penanggulangan HIV di Kalimantan Tengah adalah peningkatan pemeriksaan Viral Load (VL). Hal ini sangat penting untuk memastikan efektivitas pengobatan dan mengurangi transmisi virus. Pemerintah menargetkan pada tahun 2024, 65% dari ODHIV yang menerima terapi ARV harus menjalani pemeriksaan viral load. Meskipun upaya ini terus didorong, hingga Oktober 2024, baru sekitar 44% dari ODHIV yang menjalani pemeriksaan VL, dengan 435 hasil yang tersupresi dan 37 tidak tersupresi.


“Meski angka capaian pemeriksaan viral load masih di bawah target, kita terus berupaya agar lebih banyak ODHIV yang menjalani pemeriksaan ini untuk memastikan terapi yang mereka jalani efektif,” jelas Yaesar.


Meningkatkan Kolaborasi dan Keterlibatan Masyarakat


Yaesar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung program penanggulangan HIV/AIDS. “Partisipasi aktif masyarakat, terutama kader dan tokoh masyarakat, sangat penting untuk memperluas kesadaran tentang HIV dan membantu mengurangi stigma yang sering menghalangi individu untuk mendapatkan pengobatan yang mereka butuhkan,” ungkapnya.


Dalam kegiatan ini juga dibahas tentang tantangan dalam mengakses layanan HIV, khususnya di daerah-daerah dengan prevalensi tinggi. Selain itu, penggunaan data yang akurat dalam perencanaan dan pelaksanaan program juga menjadi salah satu poin penting yang dibahas agar dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pemeriksaan HIV di masa mendatang.


Harapan untuk Peningkatan Capaian Program


Melalui rapat evaluasi ini, Dinkes Kalteng berharap dapat memperbaiki capaian program penanggulangan HIV/AIDS, terutama dalam hal pemeriksaan viral load. “Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, para peserta dapat mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan di lapangan. Kami juga berharap, hasil validasi data yang diperoleh akan meningkatkan akurasi informasi dan membantu dalam pengelolaan program HIV di Kalimantan Tengah ke depannya,” tutup Yaesar.


Dengan upaya bersama, Dinkes Kalteng optimis bahwa penanggulangan HIV/AIDS di provinsi ini akan semakin efektif dan dapat mendekati target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.(yin)



mmc kalteng







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment