- Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
- Pelatihan PKMN Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Kapuas Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- Kapuas Hilir Borong Prestasi di Jambore PKK 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Utama
- Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
- Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
- Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Dinkes Gelar Pelatihan Komunikasi untuk Nakes di Puskesmas guna Meningkatkan Pelayanan kesehatan

Keterangan Gambar : Kabid Kesmas Fery Iriawan saat menyampaikan sambutan Kadis Kesehatan
PALANGKARAYA,
POTRETKALTENG,COM– Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Prov. Kalteng) menyelenggarakan Pelatihan Komunikasi Puskesmas Pelayanan Prima bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten/Kota. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ini dilaksanakan pada Senin (2/12/2024) di Hotel Neo Palangka Raya. Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fery Iriawan, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan.
Baca Lainnya :
- BSIP Kalteng Dan Gempita Kalteng Panen Raya di Food Estate Gunung Emas0
- Anggota DPR RI, Muhammad Syauqie dukung Konektivitas Transportasi di Kalimantan Tengah0
- Nekat Bawa 1 Ons Sabu, 2 Orang Diamankan Ditresnarkoba Polda Kalteng di Jalan0
- Kepala BKD Provinsi Kalteng Pimpin Rapat Finalisasi Daftar Penyelenggara Negara Wajib Lapor LHKPN0
- Peningkatan Peran Pusdalops PB dalam Pengendalian Karhutla, BPBPK Provinsi Kalteng Gelar Bimtek Posk0
Dalam sambutannya, Fery Iriawan menyampaikan pentingnya akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi setiap individu. Ia menekankan bahwa pemerintah bertanggung jawab menyediakan informasi, edukasi, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan.
Lebih lanjut, Fery menyatakan bahwa untuk menjamin pelayanan kesehatan yang komprehensif, pengelolaan puskesmas yang baik dan tenaga kesehatan yang profesional dalam berkomunikasi sangatlah penting. Komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dengan pasien atau keluarga pasien, serta antar sesama mitra di puskesmas, merupakan kunci dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas.
“Seringkali, ketidakpuasan pasien disebabkan oleh kurangnya kemampuan berkomunikasi yang memadai dari tenaga kesehatan. Puskesmas diharapkan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan, di mana pelayanan prima berarti memberikan perhatian terbaik kepada pasien untuk memenuhi kebutuhan mereka dan memastikan kepuasan mereka,” ujar Fery.
Menurutnya, kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Ketika pasien merasa tidak puas dengan layanan yang diberikan, mereka cenderung tidak akan kembali. Beberapa keluhan umum yang sering diajukan oleh pasien mencakup masalah kebersihan dan lamanya waktu tunggu untuk menerima perawatan, yang sering menjadi kendala dalam memanfaatkan layanan medis.
Fery juga menegaskan bahwa menurut Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2016), tingkat kepuasan pasien yang mencapai lebih dari 95% merupakan standar pelayanan minimal. Apabila tingkat kepuasan kurang dari 95%, maka pelayanan tersebut dianggap tidak memenuhi syarat, baik dari segi kualitas kinerja maupun kesiapan fasilitas.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan dapat meningkatkan kepercayaan serta kepuasan pasien. Dengan meningkatkan keterampilan komunikasi, diharapkan para tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan memenuhi harapan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, Dinkes Prov. Kalteng berharap dapat terus memperbaiki kualitas pelayanan di puskesmas, dengan fokus pada komunikasi yang lebih efektif, serta meningkatkan kepuasan pasien sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Toko Kopi Bumi (TKB) mengumumkan penghentian aktivitas penjualan daring serta merumahkan sejumlah karyawan setelah usaha mereka . . .
-
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM – Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan . . .
-
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang dan pelaku UMKM . . .
-
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Perum Bulog Cabang Kapuas memastikan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap harga . . .

















