- APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
- BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
- DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
- ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
- PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
- PEMPROV KALTENG PERCEPAT PERSIAPAN HARI JADI KE-69, TEKANKAN PROGRAM BERDAMPAK
- Sinergi Pemprov Kalteng dan DPRD Katingan Optimalkan Pajak Sektor Tambang
- Rakor Inflasi: Kalteng Fokus Stabilkan Harga Bawang, Cabai, dan Beras
- Dukung WFH, DPRD Palangka Raya Tegaskan Bukan Ajang Liburan
- Nasib Naas ! Sudah Bayar Dp Rp.70 Juta Rupiah, Malah Dapat Mobil Rusak
Diduga Kades Melakukan Asusila, Warga Hajak Mengadu Ke Anggota DPRD Barito Utara
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Partai Gerindra, H. Tajeri ketika menyambut kedatangan warga Desa Hajak
Potretkalteng.com - Muara Teweh - Kehebohan yang terjadi di Desa Hajak, Kec. Teweh Baru, Kab. Barito Utara, Kalimantan Tengah dimana oknum Kepala Desa (Kades) Hajak diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap warganya sendiri. Perbuatan tercela tersebut diduga dilakukan pada hari Senin (12/12/22) pada saat I warganya sendiri berada di kebun karet.
Setelah ratusan warga mengancam akan menyegel Kantor Desa Hajak dan akan melakukan aksi demo ke Polres Barito Utara terkait proses hukum terhadap S oknum Kades Hajak, beberapa tokoh masyarakat menemui H. Tajeri di kediamannya dan menyampaikan aduan ke H. Tajeri, politisi Partai Gerindra dan anggota DPRD Barito Utara (04/01/23).
Merespon kedatangan warga Hajak tersebut, H. Tajeri sangat prihatin dan berempati dan berjanji akan mengkawal permasalahan Desa Hajak sampai selesai dengan tuntas.
Baca Lainnya :
- Diduga Selingkuh Dengan Warganya Sendiri, Warga Minta Kepala Desa Hajak Dipecat.0
- Pemuda Katingan Gelisah, Pertanyakan Jalan Penghubung Katingan Kuala Kapan Diselesaikan0
- Wakil Gubernur Kalteng Hadiri Peringatan Hari Jadi Ke-70 Kabupaten Kotawaringin Timur0
- Ivo Sugianto Sabran Buka Rapat Kerja Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kalteng .0
- Perkuat Sinergitas, Kepala Kanwil Kemenkumham Kunjungi Kapolda Kalteng0
"Saya apresiasi kedatangan bapak ibu sekalian. Jauh jauh dari Desa Hajak untuk menemui saya. Saya turut prihatin..saya juga ber empati kepada bapak ibu sekalian atas kepedulian saudara untuk menjaga nama baik desa Hajak" sambut H. Tajeri mengawali responnya terhadap keluh kesah warga Hajak.
"Saya berjanji akan mengkawal permasalahan ini Sampai tuntas. Bila memang apa yang disampaikan bapak ibu itu benar, Pemda Barut harus mengambil sikap dan tindakan sesuai peraturan. Polisi juga demikian. Hukum harus di tegakkan" kata H. Tajeri menimpali aduan warga.
H. Tajeri pun mempersilahkan warga mengadu ke DPRD Barito Utara.
"Kami sangat senang bila warga berkenan menyampaikan aduan ke DPRD, kami akan tindak lanjuti. Silahkan materinya dibuat tertulis" tambah H. Tajeri.
Aidil yang bertindak sebagai kordinator warga menyampaikan akan melakukan aksi demonstrasi.
"Bila pemerintah tidak melakukan langkah tegas untuk memecat S sebagai kepala Desa Hajak, kami akan tutup kantor desa Hajak. Kami pun akan ke Mapolres mempertanyakan proses hukum warga yang menjadi korban saudara S. Kenapa pelaporan kasus asusila berubah menjadi penipuan. Sementara korban sendiri mengaku ke kami tidak pernah menyampaikan keberatannya terkait penipuan. Kami mau pak Kapolres meninjau ulang proses hukum tehadap S. Tidak ada yang kebal hukum di negeri ini bukan. Semua sama dimuka hukum" kata Aidil geram.
Masih menurut Aidil, warga juga berencana mengadu ke DPRD Barito Utara.
"Kami berencana mengadu ke DPRD Barito Utara. Kami akan bongkar semuanya. Publik ingin tahu juga secara terang benderang bagaimana situasi di Desa Hajak. Termasuk pemdes Hajak. Harapan kami pemerintah berlaku adil" ungkap Aidil.
Terkait Oknum Kades Hajak, S menyebut Aidil sebagai provokator warga, Aidil mengaku tidak masalah.
"Dia mau bilang apakah, provokator kah itu hak dia. Provokator itu kan pihak yang mempengaruhi. Menggerakkan. Bila tujuannya baik, apa salahnya. Apakah kasus yang memalukan ini harus didiamkan karena warga takut atau SDM nya rendah? Kami tidak mau lagi dibodohi..kami akan bersuara" ujar Aidil sembari menambahkan akan membuka hal hal lain dengan terang benderang.
"Selama ini kami diam, tidak bersuara. Sekarang kami akan berbicara. Di Dewan nanti kami buka semuanya" tambah Aidil kepada awak media.
Sampai saat ini Kades Hajak, ketika dikonfirmasi awak media, tidak ada respon. (Red)
RT
Berita Utama
-
PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Wilayah (PW) Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kalimantan Tengah berhasil mengamankan posisi . . .
-
ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 resmi dilantik bersamaan dengan . . .
-
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi keluhan utama masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Kota Palangka Raya, . . .
-
BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun . . .
-
APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Aliansi Penambang Rakyat Kalimantan Tengah (APR-KT) memilih langkah strategis dengan mengedepankan audiensi dan dialog konstruktif . . .

















