180 Guru PAI Kapuas Ikuti Bimtek Pembelajaran Digital Berbasis AI untuk Tingkatkan Kompetensi

Potret kalteng 05 Agu 2026, 22:04:27 WIB Kapuas
180 Guru PAI Kapuas Ikuti Bimtek Pembelajaran Digital Berbasis AI untuk Tingkatkan Kompetensi


KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Sebanyak 180 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai sekolah di Kabupaten Kapuas mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Media Digital Pembelajaran PAI Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Kapuas. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kapuas, Rabu (5/8/2026).


Baca Lainnya :

Bimtek yang dilaksanakan selama dua hari tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarbaru dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat.


Dalam sambutannya, Suwarno menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), perlu diimbangi dengan kemampuan guru agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


“Pendidikan Agama Islam harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar proses pembelajaran menjadi lebih menarik, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Suwarno.


Ia menambahkan, penggunaan AI tidak hanya bertujuan mengikuti tren perkembangan teknologi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat pemahaman terhadap ajaran agama.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Dr. H. Achmad Farichin, S.Ag., M.M., melalui Kepala Subbagian Tata Usaha M. Poteran Sosilo, menegaskan komitmen Kemenag Kapuas dalam mendukung peningkatan literasi digital para tenaga pendidik.


Menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu guru menyusun bahan ajar, menciptakan media pembelajaran yang lebih interaktif, hingga menganalisis kebutuhan belajar peserta didik secara lebih efektif. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai pendukung dan tidak akan pernah menggantikan peran guru dalam membentuk karakter, akhlak, serta nilai-nilai spiritual peserta didik.


“Artificial Intelligence hanyalah alat, sedangkan ruh pendidikan tetap berada pada guru. Secanggih apa pun teknologi AI tidak akan mampu menggantikan peran guru dalam membentuk karakter, akhlak, kasih sayang, dan nilai-nilai spiritual peserta didik,” tegasnya.


Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh serta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing. Dengan demikian, para guru diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pembelajaran digital sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Kapuas.(HR)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment