BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN

Potret kalteng 05 Agu 2026, 09:29:09 WIB Kapuas
BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN


KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi pengenalan fitur uji organoleptik berbasis digital dalam Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) sebagai langkah memperkuat pengawasan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Selasa (4/8/2026).


Baca Lainnya :

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd., serta dihadiri Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Kapuas Rayyana Aurora Nur Asysyifa, Pengawas PAI Korwil Pendidikan Kecamatan Selat Mahrini, para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Selat, dan para PIC sekolah penerima manfaat Program MBG.


Dalam pemaparannya, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Kapuas, Rayyana Aurora Nur Asysyifa, menjelaskan bahwa uji organoleptik merupakan metode penilaian kualitas makanan berdasarkan aspek rasa, aroma, tekstur, dan tampilan. Penilaian tersebut bertujuan memastikan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar mutu, aman dikonsumsi, dan sesuai dengan kebutuhan gizi.


Ia mengungkapkan, pelaksanaan uji organoleptik sebelumnya telah dilakukan oleh PIC sekolah menggunakan sistem pelaporan manual berbasis kertas. Kini, melalui SIPGN, seluruh hasil penilaian wajib diinput secara digital sehingga dapat terdokumentasi lebih rapi, dipantau secara real time, dan terintegrasi langsung dengan Badan Gizi Nasional di tingkat pusat.


“Dengan penerapan SIPGN, proses pengawasan menjadi lebih efektif karena seluruh data dapat dipantau secara cepat, akurat, dan menjadi dasar evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, menyampaikan bahwa penerapan sistem digital tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program MBG secara berkelanjutan melalui penguatan sistem pengawasan yang lebih transparan dan akuntabel.


Menurutnya, pelaporan uji organoleptik menjadi instrumen penting bagi sekolah dalam memberikan umpan balik terhadap kualitas layanan MBG, mulai dari tingkat kesukaan peserta didik terhadap menu yang disajikan, kebersihan dan estetika penyajian, kandungan gizi, higienitas makanan, hingga ketepatan waktu pendistribusian.


“Melalui sistem ini, evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG dapat dilakukan secara lebih terukur sehingga kualitas pelayanan kepada peserta didik terus meningkat,” ujar Suwarno.


Ia juga mengajak seluruh PIC sekolah penerima manfaat untuk berperan aktif dalam mengimplementasikan SIPGN serta memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan Program Makan Bergizi Gratis yang berkualitas, tepat sasaran, dan mampu mendukung peningkatan kesehatan serta gizi peserta didik di Kabupaten Kapuas.


Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan seluruh satuan pendidikan penerima manfaat dapat memahami mekanisme penggunaan SIPGN sekaligus meningkatkan kualitas pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh peserta didik di Kabupaten Kapuas.(HR)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment