- BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
- Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
- Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
- Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
- Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026 Disiapkan
- Pemprov Kalteng Resmi Buka Diklat Calon Paskibraka 2026, Libatkan 54 Peserta Terbaik
- Buka Rakor TEPRA, Wagub Ingatkan Penyerapan Anggaran Bukan Sekadar Kejar Target
- PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
- Kodam Tambun Bungai Siapkan Simulasi Ledakan dan Penutupan Jalan Peringati HUT ke-1
- SMAN 1 Palangka Raya Rayakan HUT ke-67, Luncurkan Buku Antologi Bertema Lingkungan
Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Gereja Ramah Anak, Kemenag Kalteng Dorong Rumah Ibadah Jadi Ruang Ama

Keterangan Gambar : Linae saat memberikan paparan
PALANGKARAYA,
Baca Lainnya :
- DPMPTSP Kalteng Tingkatkan Kompetensi Aparatur Lewat Capacity Building Promotion Investasi0
- Bupati Gunung Mas Luncurkan Program Prioritas Tambun Bungai0
- Bupati Lamandau Terima Audiensi Bersama PWI dan SMSI: Bangun Sinergi untuk Kemajuan Daerah0
- Masyarakat Diminta Perhatikan Tradisi Budaya Kearifan Lokal saat Bakar Lahan0
- Dinas PMD Kalteng Gelar Bimtek SIAPDes 2025, Perkuat Tata Kelola Digital Pemerintahan Desa0
POTRETKALTENG.COM— Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Gereja Ramah Anak (GRA) pada Jumat, 18 Juli 2025, bertempat di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Kalteng. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat perlindungan anak melalui pemanfaatan rumah ibadah sebagai ruang aman, inklusif, dan mendidik.
Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, Pdt. Mimi, selaku Kepala Bidang Bimas Kristen menyampaikan bahwa Gereja Ramah Anak merupakan bagian dari upaya implementasi nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan dalam kehidupan beragama. Ia menekankan bahwa gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pengasuhan karakter anak secara menyeluruh.
“Anak-anak adalah subjek yang memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan dilibatkan. Gereja harus hadir sebagai ruang yang mendukung tumbuh kembang mereka secara holistik,” ujar Pdt. Mimi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, yang dalam paparannya menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan mandat konstitusional dan bagian dari komitmen negara, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 serta Konvensi Hak Anak.
Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan rumah ibadah untuk membina anak-anak melalui kegiatan positif, edukatif, dan rekreatif.
“Yang dibutuhkan bukan rumah ibadah baru, melainkan pemanfaatan optimal rumah ibadah yang ada sebagai ruang aman bagi anak untuk berkegiatan, berkreasi, dan memperkuat nilai-nilai keimanan,” tegas Linae.
Dalam kesempatan tersebut, Linae juga memaparkan data kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kalimantan Tengah, serta penurunan angka perkawinan usia anak yang mencapai 9,89% pada 2024—turun 1,05% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini disebut sebagai hasil dari berbagai intervensi kebijakan dan kerja kolaboratif antar pihak.
Sosialisasi juga menekankan pentingnya pengelolaan waktu luang anak agar lebih sehat dan produktif melalui aktivitas seni, budaya, dan keagamaan yang digelar di rumah ibadah. DP3APPKB mendorong gereja menjadi pusat kegiatan anak untuk menangkal berbagai tantangan modern seperti perundungan, kekerasan, dan dampak negatif teknologi.
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan gereja dari berbagai aras di Kalimantan Tengah, baik secara langsung maupun daring, serta menghadirkan narasumber dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, seperti Levina P. Nahumury (Kasubdit PUPB) dan Tim Gereja Ramah Anak. Para peserta menyambut antusias inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip Gereja Ramah Anak di lingkungan masing-masing.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi pengenalan fitur uji organoleptik berbasis . . .
-
Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus penguatan program . . .
-
Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, meninjau langsung pelaksanaan pelayanan administrasi . . .
-
BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi pengenalan fitur uji . . .
-
PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM — Pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buntok akhirnya menandatangani surat pernyataan komitmen untuk menghentikan pemadaman listrik secara . . .

















