- Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
- Pelatihan PKMN Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Kapuas Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- Kapuas Hilir Borong Prestasi di Jambore PKK 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Utama
- Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
- Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
- Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Gereja Ramah Anak, Kemenag Kalteng Dorong Rumah Ibadah Jadi Ruang Ama

Keterangan Gambar : Linae saat memberikan paparan
PALANGKARAYA,
Baca Lainnya :
- DPMPTSP Kalteng Tingkatkan Kompetensi Aparatur Lewat Capacity Building Promotion Investasi0
- Bupati Gunung Mas Luncurkan Program Prioritas Tambun Bungai0
- Bupati Lamandau Terima Audiensi Bersama PWI dan SMSI: Bangun Sinergi untuk Kemajuan Daerah0
- Masyarakat Diminta Perhatikan Tradisi Budaya Kearifan Lokal saat Bakar Lahan0
- Dinas PMD Kalteng Gelar Bimtek SIAPDes 2025, Perkuat Tata Kelola Digital Pemerintahan Desa0
POTRETKALTENG.COM— Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Sosialisasi Gereja Ramah Anak (GRA) pada Jumat, 18 Juli 2025, bertempat di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Kalteng. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat perlindungan anak melalui pemanfaatan rumah ibadah sebagai ruang aman, inklusif, dan mendidik.
Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, Pdt. Mimi, selaku Kepala Bidang Bimas Kristen menyampaikan bahwa Gereja Ramah Anak merupakan bagian dari upaya implementasi nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan dalam kehidupan beragama. Ia menekankan bahwa gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pengasuhan karakter anak secara menyeluruh.
“Anak-anak adalah subjek yang memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan dilibatkan. Gereja harus hadir sebagai ruang yang mendukung tumbuh kembang mereka secara holistik,” ujar Pdt. Mimi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, yang dalam paparannya menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan mandat konstitusional dan bagian dari komitmen negara, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 serta Konvensi Hak Anak.
Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan rumah ibadah untuk membina anak-anak melalui kegiatan positif, edukatif, dan rekreatif.
“Yang dibutuhkan bukan rumah ibadah baru, melainkan pemanfaatan optimal rumah ibadah yang ada sebagai ruang aman bagi anak untuk berkegiatan, berkreasi, dan memperkuat nilai-nilai keimanan,” tegas Linae.
Dalam kesempatan tersebut, Linae juga memaparkan data kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kalimantan Tengah, serta penurunan angka perkawinan usia anak yang mencapai 9,89% pada 2024—turun 1,05% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini disebut sebagai hasil dari berbagai intervensi kebijakan dan kerja kolaboratif antar pihak.
Sosialisasi juga menekankan pentingnya pengelolaan waktu luang anak agar lebih sehat dan produktif melalui aktivitas seni, budaya, dan keagamaan yang digelar di rumah ibadah. DP3APPKB mendorong gereja menjadi pusat kegiatan anak untuk menangkal berbagai tantangan modern seperti perundungan, kekerasan, dan dampak negatif teknologi.
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan gereja dari berbagai aras di Kalimantan Tengah, baik secara langsung maupun daring, serta menghadirkan narasumber dari Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, seperti Levina P. Nahumury (Kasubdit PUPB) dan Tim Gereja Ramah Anak. Para peserta menyambut antusias inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip Gereja Ramah Anak di lingkungan masing-masing.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Toko Kopi Bumi (TKB) mengumumkan penghentian aktivitas penjualan daring serta merumahkan sejumlah karyawan setelah usaha mereka . . .
-
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM – Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan . . .
-
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang dan pelaku UMKM . . .
-
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Perum Bulog Cabang Kapuas memastikan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap harga . . .

















