- Polres Kapuas Raih Dua Penghargaan Nasional di Hari Bhayangkara ke-80
- Bupati Murung Raya Hadiri Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara, Perkuat Sinergi Antardaerah
- Bupati Murung Raya Hadiri Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara, Perkuat Sinergi Antardaerah
- HUT ke-24 Gunung Mas, Bupati Murung Raya Heriyus Sampaikan Apresiasi Pembangunan
- Bupati Murung Raya Hadiri HUT ke-24 Gunung Mas, Dorong Penguatan Kemandirian Daerah
- Banmus DPRD Kalteng Matangkan Agenda Persidangan dan Program Prioritas Daerah
- Banmus DPRD Kalteng Sinkronkan Agenda Persidangan dan Program Strategis Daerah
- Pemkab Murung Raya Sampaikan Jawaban atas Masukan Fraksi DPRD soal Pertanggungjawaban APBD 2025
- Rahmanto Muhidin Dipercaya Pimpin KKB Murung Raya Periode 2026–2031
- Pemkab Murung Raya Bantu 230 Pasang Sepatu Sekolah untuk Siswa
Sekolah Lapang, Harapan Baru Bagi Masyarakat Adat Dayak

Keterangan Gambar : Keterangan Foto: Foto bersama usai Diskusi Panel LPDN yang digelar di Jakarta pada Selasa, 9 September 2025. (ist)
POTRETKALTENG.COM, JAKARTA – Tekanan sosial dan ekonomi yang menghimpit masyarakat adat Dayak kian terasa berat. Kebijakan pemerintah pusat, seperti larangan bertani ladang berpindah dengan cara membakar lahan sesuai kearifan lokal, larangan mendulang emas tradisional, hingga pembatasan pemanfaatan kayu untuk kebutuhan sehari-hari, telah mempersempit ruang hidup mereka.
Baca Lainnya :
- Ketua LPDN Pulang Pisau Dukung Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dayak0
- Barito Utara Terima Rp1,37 Triliun Dana Transfer Umum 2026 dari Pemerintah Pusat0
- Kemenkeu Kucurkan Rp12,45 Triliun Dana Transfer Umum 2026 untuk Kalimantan Tengah0
- Duta Mall Palangkaraya Resmi Dibuka, Hadirkan Wajah Baru Pusat Belanja Modern0
- 161 KMP di Katingan Diharapkan Jadi Solusi Pengangguran dan Kemiskinan Desa0
Fenomena “paman” – ketika ibu-ibu Dayak hanya bisa menunggu pedagang keliling bermotor atau mobil pick-up membawa kebutuhan pokok dari luar desa – kini menjadi gambaran nyata ketidakberdayaan. Padahal, tanah Dayak dikenal kaya dengan sumber pangan alami. Data Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) menyingkap ketimpangan serius: masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah hanya menguasai 0,54 persen lahan produktif, meskipun wilayah mereka melimpah dengan hutan, tambang, dan perikanan sungai.
Dalam Diskusi Panel LPDN di Jakarta pada Jum’at, 4 September 2025, pakar etika lingkungan sekaligus mantan Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Sonny Keraf, menegaskan bahwa program Perhutanan Sosial dapat menjadi salah satu solusi. Namun ia menekankan, program tersebut tidak boleh sebatas distribusi lahan.
“Perhutanan Sosial harus diintegrasikan dengan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan. Mereka perlu dibekali keterampilan mengolah lahan untuk aktivitas produktif seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan budidaya ikan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjaga hutan yang tersisa dan merehabilitasi lahan kritis,” tegas Sonny.
Menjawab tantangan itu, LPDN di bawah naungan Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) menggagas Sekolah Lapang LPDN: Pemberdayaan Perempuan dan Kaum Muda. Program ini hadir sebagai wadah pembelajaran bagi perempuan dan generasi muda Dayak. Peserta Sekolah Lapang dibekali pelatihan usaha produktif, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta pendampingan untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi. Mereka juga difasilitasi memperoleh akses pembiayaan dari koperasi LPDN, perbankan, maupun lembaga mitra. Bahkan, bagi peserta yang sukses mengembangkan usaha, jalan menuju pasar telah dipersiapkan.
Skema pemberdayaan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga Dayak, memperluas akses pendidikan bagi anak-anak, sekaligus menekan praktik pernikahan dini akibat desakan ekonomi yang kerap berujung pada persoalan sosial seperti KDRT dan perceraian.
Selain kebijakan pemerintah, Sonny Keraf juga mengingatkan bahwa ekspansi korporasi ekstraktif di bidang pertambangan dan perkebunan memperparah kondisi. Pengambilalihan tanah dan hak ulayat semakin mempersempit ruang hidup masyarakat adat.
“Kalau tidak ada upaya nyata, hutan habis, masyarakat lokal tersingkir, dan bergantung pada pemenuhan kebutuhan dari luar,” ujarnya.
Diskusi Panel LPDN ini merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III dan Lokakarya Nasional (Loknas) 2025 dengan tema Penguatan Kelembagaan Masyarakat di Dalam dan di Sekitar Hutan. Selain Sonny Keraf, hadir pula Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI yang memaparkan revitalisasi model Perhutanan Sosial Petuk Bukit, Palangka Raya. Ada juga Prof. Meutia Hatta yang menekankan pentingnya pendidikan ekologi berbasis komunitas, serta Adian Napitupulu yang mengulas peran perempuan dan hutan sebagai kekuatan bangsa.
Sonny menutup diskusi dengan menegaskan bahwa Sekolah Lapang dan Perhutanan Sosial sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Keduanya tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada penghapusan kemiskinan dan kelaparan, menjamin akses pendidikan, menciptakan pekerjaan layak, serta mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
“Sekolah Lapang bukan hanya soal pangan dan ekonomi, tetapi juga tentang masa depan masyarakat Dayak: menjaga hutan, memberdayakan perempuan, dan memastikan generasi muda tetap berdiri tegak di tanah leluhur mereka,” pungkasnya.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan
Berita Utama
-
Pemkab Murung Raya Bantu 230 Pasang Sepatu Sekolah untuk Siswa
Pemkab Murung Raya Bantu 230 Pasang Sepatu Sekolah untuk Siswa
PURUK CAHU, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan bantuan 230 pasang sepatu sekolah kepada siswa dari . . .
-
Kebakaran Dini Hari, Dua Biro Setda Kalteng Dilalap Api
Kebakaran Dini Hari, Dua Biro Setda Kalteng Dilalap Api
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Kebakaran terjadi di Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan . . .
-
Jelajah Alam Marabahan Dimeriahkan 500 Rider, Bupati Kapuas Dorong Wisata dan Ekonomi Masyarakat
Jelajah Alam Marabahan Dimeriahkan 500 Rider, Bupati Kapuas Dorong Wisata dan Ekonomi Masyarakat
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Sekitar 500 rider dari berbagai daerah turut memeriahkan kegiatan Trail Adhyaksa Jelajah Alam Marabahan (JAM) yang digelar di Kabupaten . . .
-
Banggar DPRD Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan KUA-PPAS 2027 dan KUPA-PPAS Perubahan 2026
Banggar DPRD Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan KUA-PPAS 2027 dan KUPA-PPAS Perubahan 2026
KUALA KURUN - Badan Anggaran DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyampaikan laporan atas pembahasan Raperda Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran . . .
-
Dishut Kalteng Ikuti Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak
Dishut Kalteng Ikuti Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah turut ambil bagian dalam Gerakan Pemulihan Ekosistem secara serentak dalam . . .

















