Prabowo Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan Meski Ada Tekanan Fiskal

Potret kalteng 16 Apr 2026, 18:14:44 WIB Nasional
Prabowo Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan Meski Ada Tekanan Fiskal

Keterangan Gambar : (Keterangan foto : Presiden RI Ke-8, Prabowo Subianto)




JAKARTA, POTRETKALTENG.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan meski pemerintah menghadapi tekanan anggaran di tengah memanasnya situasi geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Lainnya :


Dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya, Prabowo menyatakan APBN lebih baik dikucurkan untuk kebutuhan makan rakyat daripada diselewengkan oleh segelintir pihak. "Saya akan bertahan untuk sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," tegasnya.


Ia menolak wacana penghentian MBG akibat tekanan ekonomi, dan menegaskan masih banyak pos anggaran lain yang bisa dihemat tanpa mengorbankan program strategis tersebut. "Jangan ke arah, 'oke ada krisis nanti kita hentikan MBG'. Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat," ujarnya.


Presiden menilai keberlanjutan program ini jauh lebih penting daripada realokasi anggaran yang berisiko membuka celah korupsi.


Di sisi ekonomi, Prabowo menyebut program ini berpotensi menciptakan hingga 1,5 juta lapangan kerja langsung dari 30 ribu dapur yang ditargetkan, ditambah jutaan peluang kerja tambahan melalui rantai pasok petani dan vendor lokal.


Meski demikian, Prabowo mengakui masih terdapat kekurangan dalam implementasi di lapangan, dan menyebut lebih dari seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah ditutup sebagai bagian dari pembenahan program. Ia juga menegaskan pembiayaan MBG tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi dan pengurangan kebocoran anggaran negara.


Di sisi lain, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai program MBG berjalan amburadul dan mendesak penghentiannya, dengan mencatat sejumlah masalah mulai dari dugaan penggelapan anggaran, ketimpangan kualitas layanan antar sekolah, hingga potensi konflik kepentingan dalam jaringan penyedia makanan.


Prabowo mempertaruhkan kepemimpinannya atas keberhasilan program ini. "Saya pertaruhkan kepemimpinan saya. 2029 kita lihat," tegasnya.


(Sumber : Antara, JawaPos, Media Indonesia, Tribun)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment