- Hadapi Kemarau, Pemkab Mura Dorong Masyarakat Permata Intan Tingkatkan Kesiapsiagaan
- Pemkab Murung Raya Dorong Penguatan Integritas dan Pelayanan Publik Bersih
- Pemkab Mura Ajak Warga Laung Tuhup Bersama Cegah Karhutla
- Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi Perangkat Daerah Dorong Pembangunan Responsif Gender
- Warnita Heriyus Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersama Cetak Generasi Unggul Murung Raya
- Bupati Murung Raya Hadiri HUT ke-I Kodam XXII/Tambun Bungai, Perkuat Sinergi Pemerintah dan TNI
- Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Murung Raya Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
- Rahmanto Muhidin Tekankan Pemkab Mura Harus Hadir dan Bekerja untuk Masyarakat
- Pemkab Murung Raya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Sambut HUT Kemerdekaan, Pemkab Mura Matangkan Kesiapan Seluruh Perangkat Daerah
PKS Kalteng Siap Rebut Dominasi Partai Penguasa, Dikki : Saya Yakin Masyarakat Sudah Cerdas Memilih.
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Dikki Akhmar (pojok kanan) saat bersantai dan bersenda gurau di sela acara bersama pengurus PKS se-Kalteng pada Minggu, 30 Juli 2023 kemarin. (Istimewa)
potretkalteng.com - PALANGKA RAYA - Situasi politik di Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa waktu ini terlihat mulai memanas. Bagaimana tidak, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS mulai mengambil langkah serius dengan mencoba merebut dominasi partai penguasa yang ada.
Konsolidasi akbar yang digelar pada Sabtu-Minggu, 29-30 Juli 2023 kemarin memberikan sinyal bahwa PKS sudah siap untuk menghadapi kontestasi politik di pemilu 2024 mendatang, tentunya dengan konsep dan strategi yang lebih fresh dan matang.
Baca Lainnya :
- Wakili kalteng Talitha Tyona Agatha Terpilih Sebagai Miss Teeneger Kalteng 20230
- Berhasil Kendalikan Inflasi Daerah, Pemprov Kalteng Akan Terima Insentif Fiskal dari Pemerintah Pusa0
- Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045, Pemprov Kalteng Deklarasikan Gereja Ramah Anak0
- Badan Kesbangpol Provinsi Kalteng Gelar Rapat Finalisasi Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih0
- Kepala Bappedalitbang Kalteng Buka Sidang Pleno III TKPSDA Wilayah Sungai Mentaya-Katingan 0
Sirajul Rahman, Ketua DPW PKS Kalteng dalam sambutannya menyampaikan jika acara 'Commander's Call' yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya ini merupakan bagian dari koordinasi dan komunikasi partai politik guna merumuskan konsep dan arah pergerakan partai ke depannya.
"Kita berkumpul disini salah satunya untuk memperkuat pengaruh kita di setiap daerah. Koordinasi dan komunikasi terus kita lakukan untuk mengoptimalkan potensi-potensi kemenangan di setiap daerah yang ada," ujar Sirajul menjelaskan.
Ia menegaskan jika PKS sendiri sudah siap untuk berebut simpati dan pengaruh dengan partai politik lain di 13 kabupaten dan 1 kota yang ada. "Harapan kita adalah setiap daerah ada perwakilan dari partai PKS, dan kita berusaha untuk saling melengkapi," lanjutnya.
Disisi lain, Dikki Akhmar yang merupakan caleg DPR RI nomor urut 1 dari partai PKS dapil Kalteng menyampaikan jika dirinya yakin jika tingkat kesadaran masyarakat akan politik yang bersih dan sehat mulai meningkat seiring dengan pendidikan masyarakat yang membaik.
"Saya yakin masyarakat kita saat ini sudah cerdas dalam memilih. Politik uang itu bukan solusi kalau kita ingin perubahan. Kalau kita selalu memilih karena ada uangnya, sama saja kita menjual diri kita. Wajar, nanti banyak aturan yang merugikan kita," pungkas Dikki Akhmar.
Ia melanjutkan jika pemerintahan yang baik berawal dari sistem pemilihan yang baik pula. Jika sistem pemilihan memiliki cacat dalam prosesnya, maka tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pemerintahan yang bermasalah ke depannya.
"Kenapa korupsi tidak bisa hilang? Karena mayoritas pejabat itu lahir dari rahim politik uang. Mental masyarakat yang memilih karena faktor uang, justru melahirkan pejabat-pejabat yang berorientasi pada keuntungan pribadi dan bukan kepentingan rakyat," lanjut Dikki Akhmar.
Sehingga menurut Dikki Akhmar, solusi untuk menghadapi 'budaya kotor' dalam sistem pemilu di Indonesia adalah dengan menyudahi praktek money politic yang sudah mengakar. Meskipun lanjutnya hal itu sulit dilakukan tanpa adanya kesadaran kolektif yang terbentuk di masyarakat.
"Tidak semua caleg atau pejabat itu jelek, pasti ada dari mereka yang punya niat tulus untuk mengabdi pada masyarakat. Tapi mereka sering kali terhalang oleh masalah dana dan tuntutan politik uang di masyarakat. Maka ayo kita beri mereka kesempatan, agar mereka juga bisa membangun daerahnya menjadi lebih baik," tutup Dikki Akhmar.
Reporter: Aris Kurnia Hikmawan
Berita Utama
-
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran . . .
-
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ahmad Alim Bachri melantik Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat . . .
-
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mendorong Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat (IKA ULM) . . .
-
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut . . .
-
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Penyidik Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah secara resmi menyerahkan empat orang tersangka beserta barang bukti atau Tahap II . . .

















