Pekerjaan Pasca Banjir Diduga Asal-asalan, Masyarakat Barito Utara Kritik Keras BPJN Kalteng

Potret kalteng 22 Jul 2026, 20:07:38 WIB Barito Utara
Pekerjaan Pasca Banjir Diduga Asal-asalan, Masyarakat Barito Utara Kritik Keras BPJN Kalteng



MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Masyarakat Kabupaten Barito Utara melontarkan kritik pedas terhadap kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah.

Baca Lainnya :


Kritik ini disampaikan terkait proyek penanganan pasca banjir di kawasan Jalan Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. Warga menilai, hasil pekerjaan di lapangan terkesan asal-asalan dan tidak dikerjakan secara maksimal.


Berdasarkan pengamatan di lokasi, sorotan utama tertuju pada pembuatan gorong-gorong. Infrastruktur drainase yang seharusnya berfungsi memperlancar arus air justru terlihat dikerjakan setengah hati. Beberapa titik gorong-gorong diduga dibangun tanpa memperhitungkan aspek teknis yang matang, sehingga dikhawatirkan tidak akan mampu menampung debit air dan kendaraan yang melewati jika curah hujan kembali tinggi.


"Kami sangat menyayangkan kualitas pekerjaan dari BPJN Kalteng ini. Masyarakat Pendreh sudah cukup menderita akibat banjir yang timbul sebelumnya, yang dipicu oleh aktivitas perbaikan jalan di wilayah ini. Sekarang, saat dilakukan perbaikan pasca banjir, eh malah terkesan asal-asalan," ujar salah seorang warga Pendreh kepada POTRET KALTENG, Rabu (22/07/2026).


Warga menegaskan, gorong-gorong yang dibuat diduga tidak akan bertahan lama dan berpotensi kembali pecah ketika dilalui warga. Jika hal ini dibiarkan, lanjutnya, maka banjir susulan kembali mengancam pemukiman warga dan fasilitas umum di sepanjang Jalan Pendreh.


"Ini uang negara, uang rakyat, harusnya dikerjakan dengan serius dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat. Jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Gorong-gorongnya terlihat sangat minimalis dan tidak mencerminkan solusi permanen untuk mengatasi masalah banjir di sini," tegas warga.


Masyarakat juga mengingatkan bahwa musibah banjir sebelumnya telah memberikan pelajaran berharga, di mana perbaikan jalan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan dapat merugikan masyarakat luas. 


Oleh karena itu, warga mendesak agar BPJN Kalteng segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap proyek gorong-gorong di Pendreh tersebut sebelum diserahterimakan.


"Kami meminta BPJN Kalteng jangan tutup mata. Tolong turunkan tim untuk mengecek langsung kualitas pekerjaan di lapangan. Kami tidak ingin masyarakat kembali menjadi korban akibat pekerjaan yang tidak memenuhi standar," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak BPJN Kalteng belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan oleh masyarakat Barito Utara tersebut.


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment