- TP Posyandu Kapuas Ambil Peran dalam Lomba HUT Persit ke-80
- Sekda Kapuas Tekankan Kejelasan Lahan dalam Program Cetak Sawah
- Rapat Digelar Pemkab Kapuas Bahas PPKH untuk Kawasan Transmigrasi Lokal Ngaju Bersinar
- Bupati Kapuas Sambut Kunker Wakapolda Kalteng di Polres Kapuas Dorong Stabilitas Kamtibmas
- Pemkab Kapuas Optimalkan Lahan Cetak Sawah untuk Dukung Ketahanan Pangan
- Wakil Bupati Kapuas Pimpin Musrenbang RKPD 2027 di Kapuas Hulu
- Sekda Kapuas Kunker ke Desa Sei Bakut, Serap Aspirasi Warga
- Bupati dan Sekda Kapuas Audiensi dengan RSUD, Bahas Peningkatan Layanan
- Musrenbang Kecamatan Bataguh Bahas Prioritas Pembangunan Tahun 2027
- Bupati Kapuas Kunjungi Kemendagri, Bahas Percepatan Pembangunan Daerah
Menjaga Ekosistem Gambut: Solusi Iklim dan Sumber Pendapatan Negara

Keterangan Gambar : Oleh: Enrico Rafael Siahaan dan Rahab Magister Ilmu Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman
OPINI, POTRETKALTENG.COM - Isu perubahan iklim semakin nyata dan mendesak. Cuaca ekstrem, kenaikan suhu global, serta bencana lingkungan lainnya menjadi bukti bahwa dunia sedang menghadapi krisis iklim yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks ini, menjaga kelestarian ekosistem gambut merupakan langkah penting yang memiliki manfaat ganda: sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan sebagai peluang ekonomi melalui mekanisme perdagangan karbon.
Baca Lainnya :
- Politik Usai, Shalahuddin Ajak ASN Bersatu Bangun Barito Utara0
- Prestasi Emas UPR: Riset Hukum Adat Dayak \'Tumbang Anoi\' Lolos Pendanaan PKM Nasional 20250
- RSUD Kapuas Gelar Forum Konsultasi Publik Evaluasi Standar Pelayanan0
- Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Pemuda Timpah Alami Luka Tusuk di Tiga Bagian Tubuh0
- Sukses Gelar Lomba Jurnalistik Pelajar 2025, Bupati Wiyatno Apresiasi PWI Kapuas 0
Carbon trading atau perdagangan karbon adalah sistem jual beli kredit emisi karbon yang mempertemukan pihak-pihak yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan pihak lain yang melebihi batas emisi yang ditentukan. Dalam skema ini, negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki peluang besar untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, khususnya melalui pelestarian ekosistem alami yang menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar, seperti hutan dan lahan gambut.
Kalimantan Tengah adalah salah satu provinsi dengan luas lahan gambut yang signifikan, yaitu sekitar 2,55 juta hektare atau sekitar 16,6 persen dari total wilayah provinsi tersebut. Dengan luasan ini, Kalimantan Tengah menyimpan cadangan karbon yang sangat besar. Sayangnya, ekosistem gambut juga merupakan salah satu kawasan yang paling rentan terhadap kerusakan, terutama akibat pembukaan lahan dan kebakaran.
Kerusakan lahan gambut tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga global. Ketika gambut dikeringkan atau dibakar, karbon yang tersimpan selama ribuan tahun dilepaskan ke atmosfer dalam bentuk gas rumah kaca. Inilah yang membuat pelestarian gambut menjadi salah satu strategi mitigasi iklim yang paling efektif dan mendesak.
Lebih dari sekadar langkah pelestarian, menjaga ekosistem gambut juga membuka jalan bagi Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam pasar karbon dunia. Negara dan perusahaan yang menghasilkan emisi berlebih dapat membeli kredit karbon dari Indonesia. Dana yang diperoleh dari mekanisme ini bisa digunakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, dan memperkuat kapasitas perlindungan lingkungan.
Namun, upaya menjaga gambut tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Peran serta masyarakat, dunia usaha, dan akademisi sangat penting dalam mengedukasi dan mendorong praktik-praktik yang berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa lahan gambut tetap terjaga, baik untuk kepentingan hari ini maupun masa depan.
Menjaga ekosistem gambut adalah bentuk nyata dari keadilan antargenerasi. Generasi masa depan berhak menikmati udara bersih, suhu yang stabil, dan ekosistem yang sehat seperti yang kita rasakan saat ini. Pelestarian gambut adalah investasi jangka panjang bagi bumi dan bangsa.
Akhirnya, menjaga ekosistem gambut bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang keberlanjutan ekonomi dan tanggung jawab global. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan dalam aksi iklim dan sekaligus memperkuat kemandirian ekonominya melalui potensi besar yang dimiliki alam kita sendiri.
Berita Utama
-
Wakil Bupati Dodo Tinjau Tes Urine Calon Paskibraka Kapuas, Pastikan Bebas Narkoba
Wakil Bupati Dodo Tinjau Tes Urine Calon Paskibraka Kapuas, Pastikan Bebas Narkoba
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) melakukan langkah preventif serius dengan . . .
-
Aktivitas Tambang Ilegal Ditertibkan, Tripika Pasang Police Line di Sei Hanyo Demi Keselamatan Infra
Aktivitas Tambang Ilegal Ditertibkan, Tripika Pasang Police Line di Sei Hanyo Demi Keselamatan Infra
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Unsur Tripika Kecamatan Kapuas Hulu menghentikan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sekitar Jembatan Sei Hanyo karena . . .
-
Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman Hery Susanto Terkait Dugaan Suap Izin Tambang Rp1,5 Miliar
Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman Hery Susanto Terkait Dugaan Suap Izin Tambang Rp1,5 Miliar
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM – Kejutan besar melanda lembaga negara pengawas pelayanan publik. Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan Ketua Ombudsman Republik . . .
-
Sinergi Kalteng–Kalsel Diperkuat Melalui Silaturahmi Forkopimda
Sinergi Kalteng–Kalsel Diperkuat Melalui Silaturahmi Forkopimda
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggelar kegiatan silaturahmi dan ramah tamah bersama Anggota Forum Koordinasi Pimpinan . . .
-
Rakor CSR, Pemprov Kalteng Fokus Percepatan Perbaikan Jalan
Rakor CSR, Pemprov Kalteng Fokus Percepatan Perbaikan Jalan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan Rapat . . .

















