- BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
- Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
- Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
- Pria di Kapuas Tengah Tewas Diduga Dibacok Anak Kandung, Polisi Amankan Barang Bukti
- Pemkab Kapuas Susun Raperda Pengendalian Minuman Beralkohol, Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat
- Pemkab Kapuas Finalisasi Aturan Insentif Investasi untuk Tarik Lebih Banyak Investor
- Bupati Kapuas dan Danlanal Banjarmasin Perkuat Sinergi, Bahas Stabilitas Keamanan Daerah
- Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Mas
- Agustiar Lantik Pengurus Baru KADIN Kalteng, Dorong Dunia Usaha Jadi Motor Pembangunan Daerah
Menjaga Ekosistem Gambut: Solusi Iklim dan Sumber Pendapatan Negara

Keterangan Gambar : Oleh: Enrico Rafael Siahaan dan Rahab Magister Ilmu Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman
OPINI, POTRETKALTENG.COM - Isu perubahan iklim semakin nyata dan mendesak. Cuaca ekstrem, kenaikan suhu global, serta bencana lingkungan lainnya menjadi bukti bahwa dunia sedang menghadapi krisis iklim yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks ini, menjaga kelestarian ekosistem gambut merupakan langkah penting yang memiliki manfaat ganda: sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan sebagai peluang ekonomi melalui mekanisme perdagangan karbon.
Baca Lainnya :
- Politik Usai, Shalahuddin Ajak ASN Bersatu Bangun Barito Utara0
- Prestasi Emas UPR: Riset Hukum Adat Dayak \'Tumbang Anoi\' Lolos Pendanaan PKM Nasional 20250
- RSUD Kapuas Gelar Forum Konsultasi Publik Evaluasi Standar Pelayanan0
- Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Pemuda Timpah Alami Luka Tusuk di Tiga Bagian Tubuh0
- Sukses Gelar Lomba Jurnalistik Pelajar 2025, Bupati Wiyatno Apresiasi PWI Kapuas 0
Carbon trading atau perdagangan karbon adalah sistem jual beli kredit emisi karbon yang mempertemukan pihak-pihak yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan pihak lain yang melebihi batas emisi yang ditentukan. Dalam skema ini, negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki peluang besar untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, khususnya melalui pelestarian ekosistem alami yang menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar, seperti hutan dan lahan gambut.
Kalimantan Tengah adalah salah satu provinsi dengan luas lahan gambut yang signifikan, yaitu sekitar 2,55 juta hektare atau sekitar 16,6 persen dari total wilayah provinsi tersebut. Dengan luasan ini, Kalimantan Tengah menyimpan cadangan karbon yang sangat besar. Sayangnya, ekosistem gambut juga merupakan salah satu kawasan yang paling rentan terhadap kerusakan, terutama akibat pembukaan lahan dan kebakaran.
Kerusakan lahan gambut tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga global. Ketika gambut dikeringkan atau dibakar, karbon yang tersimpan selama ribuan tahun dilepaskan ke atmosfer dalam bentuk gas rumah kaca. Inilah yang membuat pelestarian gambut menjadi salah satu strategi mitigasi iklim yang paling efektif dan mendesak.
Lebih dari sekadar langkah pelestarian, menjaga ekosistem gambut juga membuka jalan bagi Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam pasar karbon dunia. Negara dan perusahaan yang menghasilkan emisi berlebih dapat membeli kredit karbon dari Indonesia. Dana yang diperoleh dari mekanisme ini bisa digunakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, dan memperkuat kapasitas perlindungan lingkungan.
Namun, upaya menjaga gambut tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Peran serta masyarakat, dunia usaha, dan akademisi sangat penting dalam mengedukasi dan mendorong praktik-praktik yang berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa lahan gambut tetap terjaga, baik untuk kepentingan hari ini maupun masa depan.
Menjaga ekosistem gambut adalah bentuk nyata dari keadilan antargenerasi. Generasi masa depan berhak menikmati udara bersih, suhu yang stabil, dan ekosistem yang sehat seperti yang kita rasakan saat ini. Pelestarian gambut adalah investasi jangka panjang bagi bumi dan bangsa.
Akhirnya, menjaga ekosistem gambut bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang keberlanjutan ekonomi dan tanggung jawab global. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan dalam aksi iklim dan sekaligus memperkuat kemandirian ekonominya melalui potensi besar yang dimiliki alam kita sendiri.
Berita Utama
-
Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Badan Koordinasi Masyarakat (BAKORMAD) Kabupaten Kapuas melakukan kunjungan ke Komisi XII DPR RI untuk menyampaikan aspirasi . . .
-
Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM — Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Nusantara secara resmi menyampaikan sikap dan pandangannya terkait perkembangan penegakan hukum di . . .
-
Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas dalam beberapa hari . . .
-
BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi . . .
-
UPR dan Badan Keahlian DPR RI Teken MoU, Lantik Pengurus APHTN-HAN Kalteng, dan Gelar Seminar Nasion
UPR dan Badan Keahlian DPR RI Teken MoU, Lantik Pengurus APHTN-HAN Kalteng, dan Gelar Seminar Nasion
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Universitas Palangka Raya (UPR) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Badan Keahlian DPR RI guna memperkuat pengembangan hukum . . .

















