- Guru dan Mahasiswa Diamankan Polisi Pengungkapan Dugaan Kasus Sabu di Eks Terminal Pulau Telo Baru
- Polres Kapuas Ungkap Komplotan Jambret Antarprovinsi, Empat Terduga Pelaku Diamankan
- Lapas Palangka Raya Geger, Terpidana Pecatan Polri Penembakan Sopir Ekspedisi Ditemukan Tak Bernyawa
- Diduga Masuk Areal Plasma di Seruyan, Aktivitas Tambang Ilegal Dikeluhkan Warga
- H. Sudarsono: Qurban Ajarkan Keikhlasan, Kepedulian, dan Semangat Berbagi
- Hukum Pidana Korporasi dalam KUHAP Nomor 20 Tahun 2025: Langkah Maju atau Tantangan Baru Penegakan H
- Sambut Idul Adha 2026, CV Nansel Bersama Ratu Prabu Kalteng Gelar Aksi Berbagi Kasih di Teweh Selata
- Pj Sekda Kalteng Pimpin Penyaluran Daging Qurban di Istana Isen Mulang
- Pesona Tambun Bungai 2026 Resmi Dibuka, Pemprov Kalteng dan BI Perkuat UMKM
- Wabup Kapuas Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Saat Peringatan HUT Ke-69 Kalteng
Menjaga Ekosistem Gambut: Solusi Iklim dan Sumber Pendapatan Negara

Keterangan Gambar : Oleh: Enrico Rafael Siahaan dan Rahab Magister Ilmu Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman
OPINI, POTRETKALTENG.COM - Isu perubahan iklim semakin nyata dan mendesak. Cuaca ekstrem, kenaikan suhu global, serta bencana lingkungan lainnya menjadi bukti bahwa dunia sedang menghadapi krisis iklim yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks ini, menjaga kelestarian ekosistem gambut merupakan langkah penting yang memiliki manfaat ganda: sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan sebagai peluang ekonomi melalui mekanisme perdagangan karbon.
Baca Lainnya :
- Politik Usai, Shalahuddin Ajak ASN Bersatu Bangun Barito Utara0
- Prestasi Emas UPR: Riset Hukum Adat Dayak \'Tumbang Anoi\' Lolos Pendanaan PKM Nasional 20250
- RSUD Kapuas Gelar Forum Konsultasi Publik Evaluasi Standar Pelayanan0
- Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Pemuda Timpah Alami Luka Tusuk di Tiga Bagian Tubuh0
- Sukses Gelar Lomba Jurnalistik Pelajar 2025, Bupati Wiyatno Apresiasi PWI Kapuas 0
Carbon trading atau perdagangan karbon adalah sistem jual beli kredit emisi karbon yang mempertemukan pihak-pihak yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan pihak lain yang melebihi batas emisi yang ditentukan. Dalam skema ini, negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki peluang besar untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, khususnya melalui pelestarian ekosistem alami yang menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar, seperti hutan dan lahan gambut.
Kalimantan Tengah adalah salah satu provinsi dengan luas lahan gambut yang signifikan, yaitu sekitar 2,55 juta hektare atau sekitar 16,6 persen dari total wilayah provinsi tersebut. Dengan luasan ini, Kalimantan Tengah menyimpan cadangan karbon yang sangat besar. Sayangnya, ekosistem gambut juga merupakan salah satu kawasan yang paling rentan terhadap kerusakan, terutama akibat pembukaan lahan dan kebakaran.
Kerusakan lahan gambut tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga global. Ketika gambut dikeringkan atau dibakar, karbon yang tersimpan selama ribuan tahun dilepaskan ke atmosfer dalam bentuk gas rumah kaca. Inilah yang membuat pelestarian gambut menjadi salah satu strategi mitigasi iklim yang paling efektif dan mendesak.
Lebih dari sekadar langkah pelestarian, menjaga ekosistem gambut juga membuka jalan bagi Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam pasar karbon dunia. Negara dan perusahaan yang menghasilkan emisi berlebih dapat membeli kredit karbon dari Indonesia. Dana yang diperoleh dari mekanisme ini bisa digunakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, dan memperkuat kapasitas perlindungan lingkungan.
Namun, upaya menjaga gambut tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Peran serta masyarakat, dunia usaha, dan akademisi sangat penting dalam mengedukasi dan mendorong praktik-praktik yang berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa lahan gambut tetap terjaga, baik untuk kepentingan hari ini maupun masa depan.
Menjaga ekosistem gambut adalah bentuk nyata dari keadilan antargenerasi. Generasi masa depan berhak menikmati udara bersih, suhu yang stabil, dan ekosistem yang sehat seperti yang kita rasakan saat ini. Pelestarian gambut adalah investasi jangka panjang bagi bumi dan bangsa.
Akhirnya, menjaga ekosistem gambut bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang keberlanjutan ekonomi dan tanggung jawab global. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan dalam aksi iklim dan sekaligus memperkuat kemandirian ekonominya melalui potensi besar yang dimiliki alam kita sendiri.
Berita Utama
-
Lapas Palangka Raya Geger, Terpidana Pecatan Polri Penembakan Sopir Ekspedisi Ditemukan Tak Bernyawa
Lapas Palangka Raya Geger, Terpidana Pecatan Polri Penembakan Sopir Ekspedisi Ditemukan Tak Bernyawa
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Seorang narapidana kasus penembakan sopir ekspedisi yang tengah menjalani hukuman seumur hidup di Lapas Kelas IIA Palangka Raya . . .
-
Polres Kapuas Ungkap Komplotan Jambret Antarprovinsi, Empat Terduga Pelaku Diamankan
Polres Kapuas Ungkap Komplotan Jambret Antarprovinsi, Empat Terduga Pelaku Diamankan
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Polres Kapuas mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) atau jambret yang diduga dilakukan oleh komplotan . . .
-
Guru dan Mahasiswa Diamankan Polisi Pengungkapan Dugaan Kasus Sabu di Eks Terminal Pulau Telo Baru
Guru dan Mahasiswa Diamankan Polisi Pengungkapan Dugaan Kasus Sabu di Eks Terminal Pulau Telo Baru
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Satuan Reserse Narkoba Polres Kapuas bersama personel Polsek Selat mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan . . .
-
Sambut Idul Adha 2026, CV Nansel Bersama Ratu Prabu Kalteng Gelar Aksi Berbagi Kasih di Teweh Selata
Sambut Idul Adha 2026, CV Nansel Bersama Ratu Prabu Kalteng Gelar Aksi Berbagi Kasih di Teweh Selata
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M, kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh dunia usaha di Kalimantan Tengah. CV Nansel . . .
-
Hukum Pidana Korporasi dalam KUHAP Nomor 20 Tahun 2025: Langkah Maju atau Tantangan Baru Penegakan H
Hukum Pidana Korporasi dalam KUHAP Nomor 20 Tahun 2025: Langkah Maju atau Tantangan Baru Penegakan H
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Perkembangan dunia usaha yang semakin kompleks telah melahirkan berbagai bentuk kejahatan korporasi yang berdampak luas terhadap . . .

















