Mandek Empat Minggu, Keluhan Banjir Jalan Pendreh Akhirnya Direspons BPJN Usai Dikawal DPRD

Potret kalteng 19 Jun 2026, 17:41:40 WIB Palangka Raya
Mandek Empat Minggu, Keluhan Banjir Jalan Pendreh Akhirnya Direspons BPJN Usai Dikawal DPRD

Keterangan Gambar : Hj Nety Herawati ketika mengawal aspirasi





Baca Lainnya :


 PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Keluhan masyarakat di sekitar Jalan Pendreh, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, terkait genangan banjir yang kerap merendam kawasan mereka akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat tidak kunjung mendapat kepastian, persoalan ini langsung dikawal oleh pihak legislatif dan organisasi kepemudaan hingga ke tingkat provinsi.


Dampak Penimbunan Jalan yang "Menyiksa" Warga

Masalah ini bermula pasca-adanya aktivitas penimbunan badan jalan nasional di kawasan tersebut, tepatnya mulai dari depan gereja hingga area depan APMS. Alih-alih memperlancar arus lalu lintas, proyek yang telah selesai sekitar empat minggu lalu itu justru memicu masalah baru karena tidak dibarengi dengan perbaikan drainase.


Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, air dipastikan meluap dan menggenangi jalan hingga hampir mencapai teras rumah warga. Aktivitas harian masyarakat pun otomatis lumpuh dan terganggu.


"Masyarakat di Jalan Pendreh sangat tersiksa dengan kondisi ini, apalagi jika intensitas hujan tinggi terjadi setiap hari," ujar Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara sekaligus Ketua DPD Partai Nasdem Barito Utara, Hj. Nety Herawati.


Karena statusnya merupakan Jalan Nasional, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara sebelumnya telah meneruskan laporan ini ke Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Namun, lantaran belum ada respons konkret, DPRD Barito Utara memilih menjemput bola.


Tidak tinggal diam melihat penderitaan warga, Hj. Nety Herawati menggandeng Ketua Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Kalimantan Tengah, Enrico Tulis, S.H., M.H., untuk melakukan audiensi resmi langsung ke Kantor BPJN Kementerian PUPR di Palangka Raya.


Kehadiran perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda dari Barito Utara ini diterima langsung oleh jajaran pejabat BPJN Kalteng, di antaranya Kepala Seksi Ferry Margo Santosa, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Odir Haituah, serta Sanjaya Rajoli Siringoringo.


Enrico Tulis menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk pengawalan agar dampak sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat tapak tidak berlarut-larut akibat kelalaian infrastruktur.


"Kami hadir untuk memastikan bahwa keluhan masyarakat mendapatkan perhatian dan dicarikan solusi konkret dari pihak yang berwenang," tegas Enrico usai audiensi.


Dua Solusi dari BPJN Kalteng

Merespons desakan tersebut, pihak BPJN akhirnya berkomitmen penuh untuk segera melakukan langkah mitigasi di lapangan. Pihak balai memaparkan rencana penanganan Jalan Pendreh yang dibagi menjadi dua tahapan:


-Jangka Pendek: BPJN akan segera melakukan penanganan pertama berupa pembuatan drainase sederhana di titik-titik rawan untuk mengurai sumbatan dan mempercepat surutnya genangan air.


-Jangka Panjang: Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa pembangunan sistem drainase permanen yang representatif telah diprogramkan untuk direalisasikan pada tahun depan.


Langkah taktis yang dihasilkan dari audiensi ini diharapkan dapat segera memulihkan kenyamanan masyarakat serta pengguna jalan yang melintasi kawasan Pendreh, Muara Teweh. Redaksi akan terus memantau realisasi janji BPJN tersebut di lapangan. (Red)


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment