Kelangkaan Pertamax di Palangkaraya Mulai Meresahkan Warga

Potret kalteng 08 Apr 2026, 16:36:34 WIB Palangka Raya
Kelangkaan Pertamax di Palangkaraya Mulai Meresahkan Warga

Keterangan Gambar : Foto Antrian SPBU di Jalan Imam Bonjol




PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Kondisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangkaraya terpantau mengalami kelangkaan sejak beberapa hari terakhir. Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat kerap terlihat di area pengisian, namun banyak pengendara yang harus kecewa karena stok seringkali dinyatakan habis. Fenomena ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Pertamax biasanya menjadi pilihan cadangan ketika stok Pertalite menipis.

Baca Lainnya :


Ketidakpastian ini membuat masyarakat mulai bertanya-tanya mengenai penyebab terhambatnya pasokan bahan bakar nonsubsidi tersebut ke wilayah Kalimantan Tengah. Beberapa pengendara mengaku telah berkeliling ke sejumlah titik pengisian di pusat kota hingga pinggiran, namun hasilnya tetap nihil. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan teknis atau distribusi yang menyebabkan stok di lapangan menjadi sangat terbatas.


Pihak pengelola lapangan pun mengaku belum mendapatkan informasi detail mengenai keterlambatan pengiriman stok dari depot pusat. "Kami sendiri belum mengetahui secara pasti apa penyebab utama kekosongan stok ini, karena jadwal pengiriman biasanya rutin setiap hari namun belakangan mengalami kendala," ujar salah satu petugas SPBU di Jalan Imam bonjol yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi agar distribusi kembali normal secepatnya guna menghindari penumpukan konsumen.


Warga berharap agar pemerintah daerah dan Pertamina segera turun tangan untuk menginvestigasi masalah ini agar tidak menimbulkan kepanikan lebih lanjut. Kelangkaan yang berkepanjangan dikhawatirkan akan mengganggu mobilitas ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja. Tanpa adanya transparansi mengenai penyebab masalah ini, spekulasi di tengah masyarakat akan terus berkembang liar.


Zr







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment