Kapolda Beberkan Kronologi Lengkap Penyebab Tiga Polisi Gugur Diserang Pengedar Narkoba Bersenjata d

Potret kalteng 23 Jul 2026, 18:38:32 WIB Palangka Raya
Kapolda Beberkan Kronologi Lengkap Penyebab Tiga Polisi Gugur Diserang Pengedar Narkoba Bersenjata d

Keterangan Gambar : Konferensi pers di Mapolda Kalteng. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :


PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM -  Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan akhirnya mengungkap kronologi lengkap penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, yang berujung pada gugurnya tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan.


Tragedi berdarah itu disebut bukan terjadi secara tiba-tiba. Operasi penindakan merupakan hasil penyelidikan panjang yang telah dimulai sejak Maret 2026 setelah polisi menerima informasi mengenai aktivitas peredaran narkotika di desa tersebut.


"Informasi itu sudah dilaporkan Satresnarkoba Polres Katingan kepada Polda Kalteng sejak Maret 2026. Dari hasil penyelidikan, pelaku mengarah kepada saudara B atau BIO, seorang residivis kasus narkoba yang pernah ditangkap pada tahun 2022," ungkap Kapolda saat konferensi pers di Mapolda Kalteng, Kamis (23/7/2026).


Kapolda menjelaskan, BIO divonis sekitar 5,5 tahun penjara, namun memperoleh pembebasan bersyarat pada Oktober 2025. Setelah bebas, yang bersangkutan diduga kembali menjalankan bisnis haram narkotika.

Penyelidikan terus diperdalam melalui pemetaan lokasi dan teknik undercover buy. Dari operasi terselubung tersebut, polisi memperoleh bukti kuat bahwa BIO masih aktif mengedarkan sabu.


Puncaknya, pada 1 Juli 2026 polisi menerima informasi akan terjadi transaksi sabu seberat satu kilogram di rumah BIO. Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan diterjunkan dalam operasi yang dipimpin langsung Kasatresnarkoba.


Setibanya di lokasi, sembilan personel bergerak melakukan penyergapan, sementara tiga anggota, termasuk dua Polwan, bersiaga sekitar 500 meter dari lokasi sebagai tim pendukung.

Penggerebekan awal berjalan sesuai rencana. BIO berhasil diamankan bersama dua paket sabu tanpa perlawanan berarti. Namun situasi berubah drastis saat petugas melakukan penggeledahan lanjutan untuk mencari barang bukti lain.


Seorang perempuan yang berada di dalam rumah tiba-tiba berteriak "perampok... perampok..." sehingga memancing kedatangan sejumlah kerabat BIO. Dalam hitungan detik, petugas dikepung dan diserang menggunakan parang serta senjata api rakitan.


"Salah satu pelaku berinisial T menyerang anggota kami menggunakan parang hingga Aiptu Anumerta Yudhi mengalami luka fatal," kata Kapolda.


Meski polisi telah melepaskan tembakan peringatan, para pelaku tidak menghentikan serangan. Petugas bahkan terus diburu hingga ke tepian sungai menggunakan senjata api rakitan jenis dumdum.

Melihat situasi semakin tidak terkendali, Kasatresnarkoba memerintahkan seluruh personel mundur melalui pintu belakang rumah dan menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai.


Delapan anggota berenang sekitar 500 meter menuju sebuah pulau kecil. Sementara Kasatresnarkoba terpisah dari rombongan setelah terperosok ke sungai dan bertahan bersembunyi hingga keesokan harinya.

Pengejaran terus dilakukan para pelaku. Tembakan demi tembakan dilepaskan ke arah anggota yang berusaha menyelamatkan diri sehingga beberapa personel mengalami luka tembak dan kembali terjun ke sungai.


Setelah situasi berhasil dikendalikan, polisi menyadari masih ada tiga personel yang belum diketahui keberadaannya. Proses pencarian kemudian menemukan Aiptu Anumerta Yudhi dalam keadaan gugur, disusul dua personel lainnya yang juga menjadi korban dalam tragedi tersebut.


Kapolda menegaskan seluruh pelaku penyerangan akan diproses hukum secara tegas. Selain mengusut aksi pembunuhan terhadap anggota Polri, penyidik juga terus mengembangkan jaringan peredaran narkotika yang diduga dikendalikan BIO.

"Peristiwa ini menjadi bukti bahwa jaringan narkoba tidak hanya merusak masyarakat, tetapi juga berani melakukan perlawanan bersenjata terhadap aparat penegak hukum," tegas Kapolda.(Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment