Jelang Ramadan, Pemprov Kalteng Waspada Tekanan Harga Bahan Pokok

Potret kalteng 12 Feb 2026, 16:38:17 WIB PEMPROV KALTENG
Jelang Ramadan, Pemprov Kalteng Waspada Tekanan Harga Bahan Pokok

Keterangan Gambar : Sambutan Staf Ahli Gubernur Kalteng Yuas Elko. (Foto:Yariyanto)




PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok yang dapat menekan daya beli masyarakat.

Baca Lainnya :


Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Daerah Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok yang digelar di Aula BAPPERIDA Kalteng, Kamis (12/2/2026), dan dihadiri perwakilan seluruh kabupaten/kota se-Kalteng.


Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyebut momentum HBKN hampir selalu diikuti lonjakan permintaan bahan pangan.


“Variasi konsumsi masyarakat yang semakin beragam turut mendorong meningkatnya permintaan tersebut,” katanya.


Ia menilai, kenaikan harga bahan pokok akan berdampak langsung pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, stabilitas harga menjadi isu penting yang harus ditangani bersama.

Selain faktor permintaan, Yuas juga menyoroti kendala distribusi dan ketergantungan pasokan dari luar daerah yang kerap memicu gejolak harga di pasar lokal.


Dalam forum tersebut, pemerintah daerah didorong untuk lebih aktif memantau perkembangan harga di lapangan, memastikan ketersediaan stok, serta memperkuat kerja sama antar daerah guna menjamin kelancaran suplai pangan.

Koordinasi dengan Perum BULOG dan BUMN pangan juga menjadi perhatian, terutama dalam menjaga distribusi beras, minyak goreng, dan daging ke pasar rakyat. Tak kalah penting, kelancaran pasokan LPG juga masuk dalam pembahasan.


Yuas Elko berharap seluruh pemangku kepentingan menjaga komunikasi publik yang positif agar situasi tetap kondusif selama Ramadan dan Idulfitri.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng Norhani menyebut rakor ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga rasa aman masyarakat.


“Tujuannya agar masyarakat dapat menyambut Ramadan dan Idulfitri dalam keadaan tenang, aman, dan penuh sukacita,” ujarnya.


Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, BPS, BULOG, dan Polda Kalteng yang membahas kondisi inflasi daerah, ketersediaan stok, hingga pengawasan distribusi barang di lapangan. (YZ)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment