- BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
- Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
- Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
- Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
- Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026 Disiapkan
- Pemprov Kalteng Resmi Buka Diklat Calon Paskibraka 2026, Libatkan 54 Peserta Terbaik
- Buka Rakor TEPRA, Wagub Ingatkan Penyerapan Anggaran Bukan Sekadar Kejar Target
- PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
- Kodam Tambun Bungai Siapkan Simulasi Ledakan dan Penutupan Jalan Peringati HUT ke-1
- SMAN 1 Palangka Raya Rayakan HUT ke-67, Luncurkan Buku Antologi Bertema Lingkungan
Guru Edukasi Peserta Didik Hindari Pernikahan Dini untuk Cegah Stunting

Keterangan Gambar : FOTO : Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas Cici Susilawati
Baca Lainnya :
- Perhatikan Program Bersifat Pelayanan Masyarakat0
- Eksekutif dan Legislatif Harus Turun ke Lapangan0
- Fraksi PDIP Beri Masukan Terhadap Enam Program Tambun Bungai0
- Peserta Didik Manfaatkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis0
- Perangkat Daerah Tidak Penuhi Target PAD Harus Dievaluasi0
KUALA KURUN, POTRETKALTENG.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Cici Susilawati mengajak para guru di daerah ini, untuk turut aktif dalam melakukan pencegahan stunting.
"Guru dapat melakukan upaya mencegah stunting dengan aktif memberikan edukasi kepada peserta didik. Salah satunya untuk tidak menikah pada usia anak atau menikah dini," ucap Cici, Kamis, 24 Juli 2025.
Dia mengatakan, pernikahan usia dini bukan hanya berdampak pada pendidikan anak, tetapi juga pada kesehatan generasi berikutnya. Bayi yang lahir dari ibu yang masih terlalu muda, akan berisiko tinggi mengalami stunting.
"Pernikahan pada usia anak dapat meningkatkan risiko perempuan atau ibu melahirkan bayi dengan kondisi stunting," tegas Politikus Partai Demokrat ini.
Dalam proses belajar mengajar, lanjut dia, para guru bisa sesekali memasukkan materi mengenai upaya pencegahan stunting, dengan cara menghindari pernikahan dini beserta dampaknya di masa yang akan datang.
"Dengan demikian, peserta didik menjadi paham terkait dampak pernikahan dini serta mereka bisa menghindarinya untuk mencegah stunting," jelasnya.
Selain guru, para orang tua juga harus lebih proaktif mencegah pernikahan usia dini. Jangan biarkan anak menikah pada masih muda. Banyak dampak negatif pernikahan usia dini, yaitu rentan mengalami masalah karena pengendalian emosi masih belum stabil yang berujung perceraian, berdampak pada kesehatan, psikologis, dan sosial.
"Kami minta setiap orang tua harus dapat menilai apakah anak itu sudah layak untuk menikah atau belum. Dengan menghindari pernikahan dini, angka stunting bisa terus turun sehingga menghasilkan generasi muda serta SDM unggul," terangnya.
Dia menuturkan, daripada menikah di usia dini, lebih baik mengikuti berbagai kegiatan positif yang dapat mengasah kemampuan dan baik untuk masa depan, seperti kegiatan olahraga, kesenian dan lainnya.
"Saya ingin seluruh peserta didik agar tidak menikah di usia dini. Lebih baik fokus dalam menggapai cita-cita dan masa depan," ujarnya.
Untuk mencegah pernikahan usia dini, tambah dia, perlu keseriusan lebih dari pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. Sekarang ini, memang sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Perkawinan Pada Usia Anak.
"Kami berharap perda itu mampu meminimalisirkan angka pernikahan usia dini di tahun mendatang," tandasnya. (Red)
Berita Utama
-
Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi pengenalan fitur uji organoleptik berbasis . . .
-
Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus penguatan program . . .
-
Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, meninjau langsung pelaksanaan pelayanan administrasi . . .
-
BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi pengenalan fitur uji . . .
-
PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM — Pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buntok akhirnya menandatangani surat pernyataan komitmen untuk menghentikan pemadaman listrik secara . . .

















