Globalisasi dan Dampak Buruk Bagi Lingkungan.
Oleh : Gilang Zakaria (201910360311237)

Potret Kalteng 21 Des 2022, 16:18:07 WIB Opini
Globalisasi dan Dampak Buruk Bagi Lingkungan.

Keterangan Gambar : Gilang Zakaria


Potretkalteng.com - Malang - Opini - Globalisasi di abad ke-21 ini semakin terasa bagi setiap kalangan baik remaja maupun orang tua. Mulai dari mudahnya tiap-tiap generasi mencari informasi hingga begitu banyaknya tempat untuk berekspresi. Lebih dari pada itu, Globalisasi membawa dampak baik juga kepada ekonomi tiap-tiap negara, sebagai contoh Indonesia. Globalisasi jelas membawa dampak baik kepada negara-negara berkembang, dengan adanya globalisasi, kerjasama dengan pihak asing lebih mudah dibangun dan juga Indonesia bisa membuka kesempatan investasi bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Sebagai gambaran, dalam skala ASEAN, Indonesia merupakan negara terbesar kedua setelah Singapura yang memiliki investor asing. Di sisi lain, dengan banyaknya investor-investor asing yang mulai menanamkan modalnya di Indonesia, Investasi-investasi asing di Indonesia secara tidak langsung mengancam kelestarian lingkungan di Indonesia.

Indonesia merupakan negara dengan hutan terbesar setelah Brazil dan Republik Kongo, dari hal tersebutlah, Indonesia acap disebut sebagai paru-paru dunia. Dengan luasnya hutan di Indonesia, Indonesia dewasa ini mengalami pelbagai kerusakan lingkungan teristimewa di sektor Hutan. Hal tersebut dikarenakan masuknya investor-investor yang membuka lahan dengan cara menabang hutan-hutan yang ada di Indonesia, sebagai contoh di Kalimantan.

Perusahaan-perusahaan tambang serta kelapa sawit yang berkepemilikan asing meninggalkan jejak deforestasi hutan di Indonesia, hal ini perlu dikritisi lebih dalam bagi masyarakat Indonesia, bahwasanya, Pemerintah Indonesia tidak mampu untuk menyeimbangkan antara kelestarian lingkungan dengan pembangunan nasional.

Menurut data yang diberikan oleh databoks pada tahun 2021, Indonesia menempati urutan ke-4 sebagai negara dengan laju deforestasi tertinggi di dunia dengan total 270 hektar. Greenpeace sebagai organisasi yang bergerak dalam sektor lingkungan pun memberikan laporan bahwa pemerintah Indonesia gagal dalam melindungi 4.4 juta hektar kebakaran hutan dan lahan gambut pada tahun 2015 hingga 2019. Kemudian, data yang diberikan oleh WALHI pada tahun 2021, hutan di Indonesia terkhusus di Kalimantan dan di Papua terus mengalami eksploitasi oleh perusahaan asing yang mana terhitung terdapat 159 juta hektar hutan dijadikan kawasan investasi industri ekstraktif.

Globalisasi secara tidak langsung direspon oleh pemerintah Indonesia dengan dibentuknya Undang-Undang Cipta kerja (UU Ciptaker) yang pada UU tersebut dianggap banyak mengandung pasal-pasal kontroversial tidak hanya dalam konteks kesejahteraan masyarakat tetapi juga terhadap kelestarian lingkungan. Dalam UU Cipta Kerja merubah sedikit banyaknya UU Nomor 32 Tahun 2009 yang mengatur tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).

Dalih dari pada pemerintah mengesahkan UU Cipta Kerja yaitu untuk penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, pengadaan lahan, kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administasi pemerintahan, pengenaan sanksi, memberdayakan UMKM, investasi dan proyek pemerintah, dan kawasan ekonomi.

Dengan adanya globalisasi, tidak berarti akan selalu berdampak baik terhadap seluruh sektor. Dengan sajian narasi di atas, dapat disimpulkan, globalisasi juga sangat berdampak buruk kepada lingkungan.

E.F Schumacher—Bapak Ekologi—memberikan empat tingkat eksistensi. Yang pertama yaitu dunia, dunia memiliki koherensi dengan lingkungan dan ekologi. Yang kedua yaitu manusia, lingkungan selalu berperan dalam memenuhi perlengkapan manusia di dunia. Yang ketiga yaitu, cara belajar tentang dunia. Yang keempat sekaligus yang terakhir adalah apa yang dimaksud dengan “hidup” di dunia.

Dalam tingkatan eksistensi yang dicanangkan oleh Schumacher, lingkungan akan selalu memiliki peran besar bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Keberlangsungan hidup adalah bagaimana manusia berperilaku kepada lingkungan. (Red).







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment