- Aksi Solidaritas Kemanusiaan: SAPMA PP Palangka Raya Galang Dana untuk Korban Bencana di Sumatera
- Ujian Hukum di Bumi Tambun Bungai, Mengapa Zirkon Ilegal di Kalteng Harus Ditertibkan Tuntas
- Pemkab Kapuas Dorong Penguatan Kapasitas Pemuda Lewat Pelatihan Dasar Kepemimpinan
- Komisi I DPRD Kalteng Tinjau Perkembangan Pembangunan di Kapuas
- Pemkab Kapuas Perkuat Gerakan Lingkungan Lewat Jumat Bersih di Ponpes Antang
- Bupati Barito Utara Terbitkan Surat Edaran Atasi Lonjakan Harga dan Kelangkaan BBM
- PKK Kapuas Gencarkan Pemeriksaan HPV DNA & IVA untuk Cegah Kanker Leher Rahim
- Bunda PAUD Kapuas Dorong Penguatan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Kapuas Murung
- Pengawas SPBU Hajak Bantah Layani Pelangsir, Tegaskan Tidak Pernah Melayani Tangki Modifan
- Wabup Kapuas Ajak Jemaat GKE Perkuat Iman dan Kerukunan pada Perayaan Natal 2025
Dikki Akhmar: Partai Politik Menyimpang, Demokrasi di Indonesia Terancam

Keterangan Gambar : Keterangan Foto: Dikki Akhmar, S.Si., M.M (kanan), Anggota Dewan Pakar DPP PKS dan Rocky Gerung (kiri), pengamat politik.
JAKARTA - Beberapa waktu terakhir, situasi politik di tanah air menghadapi sejumlah tantangan besar. Bukan hanya soal kondisi politik yang memanas, namun juga soal krisis ideologi yang melanda partai politik di Indonesia.
Menurut Dikki Akhmar, Anggota Dewan Pakar dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kondisi partai politik saat ini sangat mengkhawatirkan. Partai politik dinilai telah jauh menyimpang dari ideologi yang seharusnya menjadi landasan perjuangannya.
Baca Lainnya :
- Pj Walikota Tekankan Optimalisasi Sumber Daya Perikanan untuk Kesejahteraan Masyarakat0
- Pemko Palangka Raya Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Pengolahan Ikan0
- Satpol PP Kota Palangka Raya Tertibkan Aktivitas Pengamen0
- Pj Wali Kota Apresiasi Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah0
- Dinas Perikanan Ajak UMKM Tingkatkan Kualitas Produk Perikanan Lokal0
Dikki Akhmar merasa sangat khawatir jika ideologi yang seharusnya menjadi pemandu arah perjuangan partai politik justru telah tereduksi menjadi sekedar alat untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan. Sehingga menurutnya, peran partai politik sebagai salah satu pilar penjaga demokrasi akan sangat diragukan dan esensi dari demokrasi itu sendiri nantinya menjadi terancam.
Dalam sistem demokrasi lanjutnya, partai politik harusnya bukan hanya menjadi alat untuk meraih kekuasaan, tetapi juga menjadi sarana membentuk kebijakan yang mencerminkan kehendak rakyat. Namun hal itu kini berbanding terbalik. Partai politik justru lebih fokus pada kepentingan jangka pendek, seperti upaya untuk mempertahankan kekuasaan ataupun sekedar mencari bagian dari kue kekuasaan.
"Situasi politik saat ini, semua partai sudah terlepas dari ideologi partainya. Sebagian dari mereka tersandera kasus korupsi, sehingga mereka hanya berupaya untuk menyelamatkan diri sendiri. Sebagian yang lainnya tersandera hasrat dan keinginan untuk terus berkuasa, sehingga menghalalkan segala cara untuk dapat mewujudkannya," ungkap Dikki Akhmar.
Dikki Akhmar juga khawatir jika kesenjangan pendidikan di Indonesia turut berkontribusi besar dalam memperparah kondisi yang ada. Konsep one man one vote yang menurutnya menempatkan setiap orang pada kondisi yang memiliki suara dan kedudukan yang sama, justru menjadi tidak berguna ketika para pemimpin atau elit politiknya tidak memiliki komitmen kuat untuk menjaga norma, tradisi, etika, dan standar moral yang tinggi dalam berdemokrasi.
Menurut Dikki Akhmar, diperlukan suatu pembelajaran dan pematangan berdemokrasi yang berlangsung secara konsisten. Baik melalui peningkatan pendidikan politik bagi rakyat, ataupun penyehatan dan pemugaran partai politik. Jika dalam kondisi lain masih muncul pesimistis untuk melewati semuanya, maka diperlukan sebuah krisis untuk menciptakan ruang baru bagi demokrasi di masa depan.
"Mungkin, kita perlu menghadapi krisis yang lebih parah sebelum muncul kesadaran yang kolektif untuk memperbaiki semua ini. Maka biarkan demokrasi di Indonesia ini hancur sehancur-hancurnya, sehingga pada akhirnya tidak ada lagi yang bisa dihancurkan. Saat itulah, saya percaya, kita akan mulai berpikir untuk membangun kembali demokrasi dengan cara yang lebih baik dan benar," tegas Dikki Akhmar.
Reporter: Aris Kurnia Hikmawan
Editor: Aris Kurnia Hikmawan
Berita Utama
-
Ujian Hukum di Bumi Tambun Bungai, Mengapa Zirkon Ilegal di Kalteng Harus Ditertibkan Tuntas
Ujian Hukum di Bumi Tambun Bungai, Mengapa Zirkon Ilegal di Kalteng Harus Ditertibkan Tuntas
OPINI, POTRETKALTENG.COM - Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan kekayaan mineral berupa zirkon, kini berada di persimpangan jalan. Bukan soal potensi ekonomi, melainkan . . .
-
Aksi Solidaritas Kemanusiaan: SAPMA PP Palangka Raya Galang Dana untuk Korban Bencana di Sumatera
Aksi Solidaritas Kemanusiaan: SAPMA PP Palangka Raya Galang Dana untuk Korban Bencana di Sumatera
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Cabang Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kota Palangka Raya menunjukkan kepedulian sosialnya dengan . . .
-
Pemkab Kapuas Dorong Penguatan Kapasitas Pemuda Lewat Pelatihan Dasar Kepemimpinan
Pemkab Kapuas Dorong Penguatan Kapasitas Pemuda Lewat Pelatihan Dasar Kepemimpinan
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kapuas melaksanakan Sosialisasi . . .
-
Pengawas SPBU Hajak Bantah Layani Pelangsir, Tegaskan Tidak Pernah Melayani Tangki Modifan
Pengawas SPBU Hajak Bantah Layani Pelangsir, Tegaskan Tidak Pernah Melayani Tangki Modifan
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM - Pengawas SPBU KM 18 Hajak, Kabupaten Barito Utara, Dahlia Deannova, angkat bicara terkait video yang viral di media sosial mengenai . . .
-
Bunda PAUD Kapuas Dorong Penguatan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Kapuas Murung
Bunda PAUD Kapuas Dorong Penguatan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini di Kapuas Murung
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Ketua TP-PKK Kabupaten Kapuas sekaligus Bunda PAUD Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, membuka kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Kelurahan . . .
















