- SEMMI Kalteng Desak Evaluasi Korwil BGN Palangka Raya terkait Program MBG
- Gelar Event Bergengsi, Panitia BKTA #4 Targetkan Ratusan Rider Taklukkan Lintasan Ekstrem Kapuas
- APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
- BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
- DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
- ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
- PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
- PEMPROV KALTENG PERCEPAT PERSIAPAN HARI JADI KE-69, TEKANKAN PROGRAM BERDAMPAK
- Sinergi Pemprov Kalteng dan DPRD Katingan Optimalkan Pajak Sektor Tambang
- Rakor Inflasi: Kalteng Fokus Stabilkan Harga Bawang, Cabai, dan Beras
Dikki Akhmar: Partai Politik Menyimpang, Demokrasi di Indonesia Terancam

Keterangan Gambar : Keterangan Foto: Dikki Akhmar, S.Si., M.M (kanan), Anggota Dewan Pakar DPP PKS dan Rocky Gerung (kiri), pengamat politik.
JAKARTA - Beberapa waktu terakhir, situasi politik di tanah air menghadapi sejumlah tantangan besar. Bukan hanya soal kondisi politik yang memanas, namun juga soal krisis ideologi yang melanda partai politik di Indonesia.
Menurut Dikki Akhmar, Anggota Dewan Pakar dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kondisi partai politik saat ini sangat mengkhawatirkan. Partai politik dinilai telah jauh menyimpang dari ideologi yang seharusnya menjadi landasan perjuangannya.
Baca Lainnya :
- Pj Walikota Tekankan Optimalisasi Sumber Daya Perikanan untuk Kesejahteraan Masyarakat0
- Pemko Palangka Raya Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Pengolahan Ikan0
- Satpol PP Kota Palangka Raya Tertibkan Aktivitas Pengamen0
- Pj Wali Kota Apresiasi Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah0
- Dinas Perikanan Ajak UMKM Tingkatkan Kualitas Produk Perikanan Lokal0
Dikki Akhmar merasa sangat khawatir jika ideologi yang seharusnya menjadi pemandu arah perjuangan partai politik justru telah tereduksi menjadi sekedar alat untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan. Sehingga menurutnya, peran partai politik sebagai salah satu pilar penjaga demokrasi akan sangat diragukan dan esensi dari demokrasi itu sendiri nantinya menjadi terancam.
Dalam sistem demokrasi lanjutnya, partai politik harusnya bukan hanya menjadi alat untuk meraih kekuasaan, tetapi juga menjadi sarana membentuk kebijakan yang mencerminkan kehendak rakyat. Namun hal itu kini berbanding terbalik. Partai politik justru lebih fokus pada kepentingan jangka pendek, seperti upaya untuk mempertahankan kekuasaan ataupun sekedar mencari bagian dari kue kekuasaan.
"Situasi politik saat ini, semua partai sudah terlepas dari ideologi partainya. Sebagian dari mereka tersandera kasus korupsi, sehingga mereka hanya berupaya untuk menyelamatkan diri sendiri. Sebagian yang lainnya tersandera hasrat dan keinginan untuk terus berkuasa, sehingga menghalalkan segala cara untuk dapat mewujudkannya," ungkap Dikki Akhmar.
Dikki Akhmar juga khawatir jika kesenjangan pendidikan di Indonesia turut berkontribusi besar dalam memperparah kondisi yang ada. Konsep one man one vote yang menurutnya menempatkan setiap orang pada kondisi yang memiliki suara dan kedudukan yang sama, justru menjadi tidak berguna ketika para pemimpin atau elit politiknya tidak memiliki komitmen kuat untuk menjaga norma, tradisi, etika, dan standar moral yang tinggi dalam berdemokrasi.
Menurut Dikki Akhmar, diperlukan suatu pembelajaran dan pematangan berdemokrasi yang berlangsung secara konsisten. Baik melalui peningkatan pendidikan politik bagi rakyat, ataupun penyehatan dan pemugaran partai politik. Jika dalam kondisi lain masih muncul pesimistis untuk melewati semuanya, maka diperlukan sebuah krisis untuk menciptakan ruang baru bagi demokrasi di masa depan.
"Mungkin, kita perlu menghadapi krisis yang lebih parah sebelum muncul kesadaran yang kolektif untuk memperbaiki semua ini. Maka biarkan demokrasi di Indonesia ini hancur sehancur-hancurnya, sehingga pada akhirnya tidak ada lagi yang bisa dihancurkan. Saat itulah, saya percaya, kita akan mulai berpikir untuk membangun kembali demokrasi dengan cara yang lebih baik dan benar," tegas Dikki Akhmar.
Reporter: Aris Kurnia Hikmawan
Editor: Aris Kurnia Hikmawan
Berita Utama
-
Gelar Event Bergengsi, Panitia BKTA #4 Targetkan Ratusan Rider Taklukkan Lintasan Ekstrem Kapuas
Gelar Event Bergengsi, Panitia BKTA #4 Targetkan Ratusan Rider Taklukkan Lintasan Ekstrem Kapuas
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Kabupaten Kapuas kembali bersiap memanjakan para pecinta olahraga ekstrem melalui event bergengsi Bupati Kapuas Trail Adventure . . .
-
SEMMI Kalteng Desak Evaluasi Korwil BGN Palangka Raya terkait Program MBG
SEMMI Kalteng Desak Evaluasi Korwil BGN Palangka Raya terkait Program MBG
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Kalimantan Tengah melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Badan . . .
-
PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Wilayah (PW) Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kalimantan Tengah berhasil mengamankan posisi . . .
-
ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 resmi dilantik bersamaan dengan . . .
-
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi keluhan utama masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Kota Palangka Raya, . . .

















