- BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
- Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
- Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
- Pria di Kapuas Tengah Tewas Diduga Dibacok Anak Kandung, Polisi Amankan Barang Bukti
- Pemkab Kapuas Susun Raperda Pengendalian Minuman Beralkohol, Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat
- Pemkab Kapuas Finalisasi Aturan Insentif Investasi untuk Tarik Lebih Banyak Investor
- Bupati Kapuas dan Danlanal Banjarmasin Perkuat Sinergi, Bahas Stabilitas Keamanan Daerah
- Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Mas
- Agustiar Lantik Pengurus Baru KADIN Kalteng, Dorong Dunia Usaha Jadi Motor Pembangunan Daerah
Diduga Serobot Lahan 18 Hektar, Ahli Waris Somasi PT Bumi Agro Makmur di Barito Selatan

Keterangan Gambar : Ilustrasi
Baca Lainnya :
- BRIN Gelar Focus Group Discussion Guna Dukung Program Food Estate Berkelanjutan0
- Ditlantas Polda Kalteng Amankan 96 Pelanggar Lalu Lintas0
- Peringati Hari Bhayangkara Ke - 76, Polda Kalteng Gelar Bakti Kesehatan0
- Terlibat Aksi Tawuran, 6 Pelajar Diamankan Tim Ditsamapta Polda Kalteng0
- Hadir di Acara Televisi, Dirlantas Polda Kalteng Ajak Masyarakat Bijak Berlalu Lintas0
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM – Sengketa lahan kembali memanas di Kabupaten Barito Selatan. Seorang warga bernama H. Yaser Arafat, bertindak sebagai ahli waris sah dari pemilik tanah adat, melayangkan surat somasi (peringatan keras) kepada Direksi PT. Bumi Agro Makmur. Perusahaan perkebunan tersebut diduga kuat telah menyerobot dan menggarap lahan milik warga tanpa izin seluas kurang lebih 18 hektar.
Berdasarkan surat somasi bernomor 1 yang dirilis di Buntok pada Rabu (17/6/2026), pihak ahli waris menuntut perusahaan untuk segera menghentikan seluruh aktivitas di atas lahan tersebut dalam waktu 2 x 24 jam.
Menurut H. Yaser Arafat, lahan yang digarap oleh PT. Bumi Agro Makmur merupakan tanah milik sah keluarganya berdasarkan Surat Keterangan Memiliki Sebidang Tanah Menurut Adat No. 13 atas nama ABDUL SANI. Surat kepemilikan tersebut dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala Desa Mangaris, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan pada tanggal 27 Februari 1983.
Secara geografis, lahan yang disengketakan ini terletak di wilayah Desa Mangaris dan pemekarannya, yaitu Desa Pamangka, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
* Utara: Tanah Negara
* Selatan: Tanah Muhrani, S
* Timur: Tanah Negara
* Barat: Tanah Abdul Sani / Sumita Dj / Sugianor
"Tanah tersebut adalah milik sah kami berdasarkan SKT Adat tahun 1983. Namun, pihak PT. Bumi Agro Makmur telah melakukan penggarapan dan penguasaan fisik secara sepihak untuk keperluan operasional perusahaan mereka," ujar Yaser dalam keterangan tertulisnya.
Pihak ahli waris membeberkan bahwa PT. Bumi Agro Makmur tidak hanya menguasai lahan seluas 18 hektar, tetapi juga telah membangun jalan koridor sepanjang 129 meter di atas tanah milik operasional keluarga Abdul Sani tanpa adanya koordinasi maupun izin terlebih dahulu.
Tindakan korporasi ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran hukum yang serius. Dalam somasinya, Yaser menegaskan bahwa penyerobotan ini dapat dijerat sanksi pidana berdasarkan Pasal 6 Perppu No. 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya.
Sebagai penguat klaimnya, pihak ahli waris juga telah melampirkan sejumlah dokumen bukti ke dalam surat somasi, di antaranya:
1. Salinan (Copy) SKT Tanah Tahun 1983.
2. Peta Koordinat Lahan resmi.
3. Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Jika dalam waktu 2 x 24 jam sejak surat peringatan tersebut diterima pihak perusahaan masih abai dan melanjutkan aktivitasnya, ahli waris menegaskan tidak akan segan-segan membawa kasus ini ke ranah hukum.
"Apabila tidak diindahkan, kami akan menempuh jalur hukum secara perdata melalui Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan tuntutan ganti rugi, serta jalur pidana dengan melaporkan manajemen perusahaan ke pihak kepolisian atas dugaan penyerobotan lahan tanpa izin," tegas Yaser.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT. Bumi Agro Makmur yang beralamat di Jalan Patinom, Buntok, belum memberikan pernyataan resmi terkait somasi dan tuntutan pengosongan lahan yang dilayangkan oleh warga tersebut.
RT
Berita Utama
-
Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Badan Koordinasi Masyarakat (BAKORMAD) Kabupaten Kapuas melakukan kunjungan ke Komisi XII DPR RI untuk menyampaikan aspirasi . . .
-
Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM — Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Nusantara secara resmi menyampaikan sikap dan pandangannya terkait perkembangan penegakan hukum di . . .
-
Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas dalam beberapa hari . . .
-
BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi . . .
-
UPR dan Badan Keahlian DPR RI Teken MoU, Lantik Pengurus APHTN-HAN Kalteng, dan Gelar Seminar Nasion
UPR dan Badan Keahlian DPR RI Teken MoU, Lantik Pengurus APHTN-HAN Kalteng, dan Gelar Seminar Nasion
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Universitas Palangka Raya (UPR) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Badan Keahlian DPR RI guna memperkuat pengembangan hukum . . .

















