- Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
- Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
- Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
- Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
- Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
- Wakil Bupati Kapuas Lepas Kontingen FBIM 2026, Targetkan Prestasi di Palangka Raya
- Gubernur: 80 Persen Peserta Vokasi Harus Putra Daerah
- Pemprov Kalteng Fokus Reaktivasi Peserta JKN Tahun 2026
- Suhartoyo Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Kapuas Periode 2026–2029
- Bongkar Transaksi Narkoba di Lintas Kuala Kurun, Satresnarkoba Kapuas Barang Bukti Sabu 4,96 gram
Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Tinjau Posko Penanganan Korban Keracunan
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Foto bersama
Potretkalteng.com - Kapuas - Korban keracunan Handel Regei Rt 01 Rw 02, Desa Saka Lagun Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas yang di rawat RSUD Kapuas mulai membaik kondisinya.
Berdasarkan pantauan awak media Potret Kalteng di RSUD yang sebelumnya korban 2 orang dirawat di ruang ICU sudah mulai membaik dan akan menjalani perawatan diruang rawat inap untuk penyembuhannya.
Seluruh korban yang jumlahnya 131 orang lebih dan sebagian besar korban dirawat dilokasi kejadian yang dipusatkan pada posko yang didirikan oleh Tim Penanggulan musibah keracunan Kabupaten Kapuas dari Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial Kabupaten Kapuas,TNI /Polri, Perangkat Desa Saka Lagun serta para relawan setempat.
Baca Lainnya :
- Korban Keracunan Pasca Haulan Di Handil Rigei Desa Saka Lagon Sebagian Dirawat Di Rumah Sakit0
- 105 Orang Warga Handel Rigai Desa Saka Lagun Terindikasi Keracunan0
- Jadi Lintas Antar Provinsi, Dishub Kapuas Usulkan Rambu ke Balai Perhubungan Provinsi Kalteng0
- Pisah Pamit, Danrem 102/PJG Kalteng Kunjungi Kodim 1011/KLK Kapuas0
- Dinas Perhubungan Kapuas Siapkan SDM Sesuai SOTK Terbaru0
Pendirian posko dilokasi kejadian di Desa Saka Lagu tepatnya di Handel Regai itu dilakukan karena banyaknya korban yang harus mendapat perawatan segera dan tidak memungkinkan korban harus dirujuk ke RSUD Kapuas mengingat jarak tempuh yang cukup makan waktu terlebih lagi dari lokasi menuju ke RSUD jalan yang dilewati sebagian kurang bagus / rusak terlebih lagi bila habis di guyur hujan.

Korban ketika dirawat di Posko penanganan
Hari ini minggu (12/02/23) Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM.MT dan Wakil Bupati Nafiah Ibnor beserta Beberapa Kepala SOPD mengunjungi Posko dilokasi kejadian dengan maksud melihat kondisi korban yang dirawat di posko dan memantau langsung penanganan yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan serta pihak pihak terkait dilapangan.
Dalam wawancara kepada awak media potretkalteng.com dilokasi Ben Brahim menyebutkan status kejadian ini adalah kejadian Darurat yang seyogyanya bisa di tangani oleh Pemkab Kapuas.
"warga yang terdampak saat ini berjumlah 131 orang dan tersisa 26 orang yang dirawat di posko dan 1 orang dirawat dirumah selebihnya sudah membaik dan sudah pulang ke rumahnya masing masing termasuk 3 orang yang dirujuk ke RSUD Kapuas juga sudah membaik dan hingga hari sedang dalam tahap penyembuhan, dari keseluruhan korban dapat dikatakan tidak ada yang parah"ungkapnya.
Ben Brahim juga mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja dengan baik dan sigap terutama para Medis dari Dinas Kesehatan dan unsur Kepala Desa Saka Lagun atas kerjasama nya yang luar biasa, berdasarkan kunjungan ini para korban tidak ada yang parah maka diperkirakan 1 atau 2 hari lagi akan sembuh total.
Harapan Ben Brahim karena kejadian ini pernah juga terjadi pada Tahun 2019 di Kapung Narahan masih dalam 1 Wilayah Kecamatan maka dihimbau agar warga yang punya hajatan dilain waktu nanti jangan menggunakan bahan atau bumbu masakan yang olahan atau yang jadi seperti dijual orang dipasar atau kios kios pedagang gunakanlah bahan dan bumbu yang dibuat sendiri dari bahan baku yang segar seperti masa dulu dengan cara bergotong royong agar terhindar dari bahan dan bumbu yang mengandung bahan kimia berbahaya atau yang Ekspayet.
Bupati Kapuas juga menghimbau kepada warganya agar selalu menjaga kesehatan agar jangan sampai kejadian seperti ini terulang, mengakhiri wawancara nya Ben Brahim mendoakan kepada korban agar cepat di berikan kesembuh supaya secepatnya dapat melakukan aktifitas masing masing seperti biasa."Tutup Bupati.(red)
Untung
Berita Utama
-
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
Perkuat Lumbung Pangan, Pemkab Kapuas Teken Kontrak Swakelola Cetak Sawah di Depok
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas semakin serius dalam memperkuat posisinya sebagai penopang ketahanan pangan daerah melalui perluasan . . .
-
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
Gandeng Pusat Studi Kepolisian, Pemprov dan Polda Kalteng Transformasi Layanan Lalu Lintas Digital
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Rapat Kerja Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah tahun 2026 resmi digelar dengan fokus utama . . .
-
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
Juni Gultom Nahkodai PODSI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Juni Gultom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh . . .
-
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
Opini Hukum: Emas Ilegal Sebagai Instrumen Pencucian Uang di Era Modern
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Maraknya perdagangan emas ilegal saat ini bukan sekadar isu lingkungan atau ekonomi semata, melainkan telah bertransformasi menjadi . . .
-
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
Menebar Benih Kedamaian: Mengapa Pidana Saja Tidak Cukup Memutus Rantai Kekerasan di Sekolah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Dunia pendidikan kita hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang sunyi. Di satu sisi, kita bangga dengan gedung-gedung sekolah . . .

















