BNPB dan BPBD Kalteng Perkuat Sinergi Nasional untuk Antisipasi Karhutla 2025

potret kalteng 09 Jul 2025, 09:52:21 WIB PEMPROV KALTENG
BNPB dan BPBD Kalteng Perkuat Sinergi Nasional untuk Antisipasi Karhutla 2025

Keterangan Gambar : Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanganan Karhutla



PALANGKARAYA,

POTRETKALTENG.COM— Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau 2025 yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan kesiapannya melalui koordinasi lintas sektor. Dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) penanganan karhutla yang digelar secara daring pada Rabu (2/7/2025), Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan bahwa sinergi dari pusat hingga daerah telah membuahkan hasil positif berupa penurunan luas karhutla secara nasional hingga 88 persen.

Baca Lainnya :


“Capaian ini merupakan hasil nyata kolaborasi dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat hingga desa. Sinergi seperti inilah yang harus terus kita perkuat,” ujar Suharyanto.


Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai salah satu dari enam provinsi prioritas penanggulangan karhutla, mencatat 84 kejadian karhutla dengan luas terdampak sekitar 55,90 hektare hingga akhir Juni 2025. Meskipun belum menetapkan status siaga darurat, Pemprov Kalteng telah mengambil langkah antisipatif sejak awal Juni.


Sebagai bagian dari dukungan nasional, BNPB menyiagakan 21 helikopter untuk patroli udara dan pemadaman (water bombing), termasuk dua unit khusus di Kalimantan Tengah. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (TMC) juga disiapkan di wilayah-wilayah rawan, seperti Kalbar, Jambi, dan Sumsel. Kalteng juga telah menerima berbagai dukungan logistik, di antaranya 770 unit APD, 104 pompa air, 1.350 selang, tenda posko, alat komunikasi (HT), serta tangki air portabel.


“Penanggulangan karhutla bukan semata soal kelengkapan alat, tetapi juga soal kesiapan, koordinasi, dan ketegasan di lapangan,” tegas Suharyanto.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengaktifkan 77 Pos Lapangan (Poslap) di 52 kecamatan prioritas, dengan melibatkan 697 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).


“Kami tidak menunggu status siaga. Sejak awal Juni, posko sudah berjalan, patroli rutin dilakukan, dan masyarakat terus diedukasi. Langkah ini adalah bentuk kesiapsiagaan nyata di lapangan,” jelas Toyib.


Ia juga menyebutkan bahwa pada Apel Kesiapsiagaan yang dilaksanakan akhir Mei lalu, Pemprov Kalteng telah menyalurkan bantuan peralatan pemadam portabel dan APD kepada 77 kelompok MPA.


“Kebanggaan kami bukan saat memadamkan api, tapi ketika tidak ada api yang perlu dipadamkan,” ujarnya.


Rapat Monev ini juga menjadi ajang konsolidasi nasional melalui Desk Karhutla Nasional. Seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, diminta untuk memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini sebagai garda terdepan penanggulangan karhutla.


“Lebih baik tidak ada titik api sejak awal daripada kita sibuk memadamkannya. Pencegahan adalah strategi utama yang harus diutamakan,” tutup Ahmad Toyib.


Dengan kesiapan yang matang, koordinasi yang erat, serta partisipasi aktif masyarakat, Provinsi Kalimantan Tengah optimistis mampu menghadapi musim kemarau 2025 dan meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan secara signifikan.(yin)



mmc kalteng







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment