- APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
- BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
- DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
- ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
- PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
- PEMPROV KALTENG PERCEPAT PERSIAPAN HARI JADI KE-69, TEKANKAN PROGRAM BERDAMPAK
- Sinergi Pemprov Kalteng dan DPRD Katingan Optimalkan Pajak Sektor Tambang
- Rakor Inflasi: Kalteng Fokus Stabilkan Harga Bawang, Cabai, dan Beras
- Dukung WFH, DPRD Palangka Raya Tegaskan Bukan Ajang Liburan
- Nasib Naas ! Sudah Bayar Dp Rp.70 Juta Rupiah, Malah Dapat Mobil Rusak
BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset

Keterangan Gambar : Foto Bersama (Foto:Yariyanto)
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi kebanksentralan dan pengembangan sumber daya manusia unggul di daerah, Selasa (14/4/2026).
Baca Lainnya :
- DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya0
- ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional0
- PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara0
- PEMPROV KALTENG PERCEPAT PERSIAPAN HARI JADI KE-69, TEKANKAN PROGRAM BERDAMPAK0
- Sinergi Pemprov Kalteng dan DPRD Katingan Optimalkan Pajak Sektor Tambang0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi Program Pendidikan Kebanksentralan Bank Indonesia yang kini tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pembelajaran, riset, dan pemberdayaan SDM secara berkelanjutan.
“Program ini hadir dengan paradigma baru, di mana bantuan pendidikan tidak sekadar menjadi beasiswa, tetapi menjadi bagian dari pengembangan kapasitas dan literasi kebanksentralan secara terintegrasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 program ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Indonesia, sehingga kegiatan di Kalimantan Tengah menjadi bagian dari gerakan nasional dalam memperkuat pemahaman kebanksentralan di kalangan akademisi.
Adapun tujuan utama program ini adalah meningkatkan literasi kebanksentralan mahasiswa, memperkuat kapasitas akademik dan ekosistem riset di perguruan tinggi, serta mendorong lahirnya SDM unggul yang mampu berkontribusi terhadap efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan pembangunan ekonomi nasional.
Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan ini memiliki tiga pilar utama, yaitu pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan. Pada pilar pembelajaran, kegiatan difokuskan pada penguatan literasi melalui perkuliahan, kuliah umum, serta training of trainers bagi dosen. Pilar penelitian diwujudkan melalui dukungan riset bagi mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 dengan topik terkait kebanksentralan. Sementara itu, pilar pemberdayaan mencakup bantuan pendidikan sekaligus pembinaan mahasiswa melalui komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menerima bantuan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pembinaan, khususnya dalam pengembangan kepemimpinan dan peningkatan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yuliansah menuturkan bahwa program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa penerima beasiswa untuk mendapatkan bantuan penelitian, dengan ketentuan dan persyaratan tertentu yang dapat diakses melalui laman resmi Bank Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi dalam mendukung keberhasilan program ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga mampu menciptakan keterkaitan yang kuat antara dunia akademik dan kebijakan publik.
“Kick off hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal komitmen bersama untuk memastikan program ini berjalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Bank Indonesia berharap perguruan tinggi dapat terus menjadi mitra strategis dalam pengembangan program pendidikan kebanksentralan, sementara mahasiswa penerima bantuan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri serta berkontribusi bagi masyarakat.
Ke depan, program ini juga diharapkan dapat mencetak generasi muda yang adaptif, tangguh, dan mampu menjadi agent of change dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan Tengah. (Yz)
Berita Utama
-
PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Wilayah (PW) Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kalimantan Tengah berhasil mengamankan posisi . . .
-
ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 resmi dilantik bersamaan dengan . . .
-
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi keluhan utama masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Kota Palangka Raya, . . .
-
BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun . . .
-
APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Aliansi Penambang Rakyat Kalimantan Tengah (APR-KT) memilih langkah strategis dengan mengedepankan audiensi dan dialog konstruktif . . .
















