DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya

Potret kalteng 14 Apr 2026, 15:37:17 WIB Palangka Raya
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu.(Foto:Yariyanto)




PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi keluhan utama masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, saat pelaksanaan reses.

Baca Lainnya :


Ia mengungkapkan, aspirasi tersebut disampaikan baik secara langsung oleh warga maupun melalui perangkat RT, yang menyoroti masih lemahnya pengelolaan sampah di sejumlah wilayah.


“Hasil reses menunjukkan persoalan persampahan masih menjadi perhatian utama masyarakat. Ini memang terlihat sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak mudah,” ujarnya.


Menurutnya, penanganan sampah membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan fasilitas tempat pembuangan sampah di kawasan permukiman.

“Tidak semua kawasan memiliki lokasi pembuangan sampah yang memadai. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah,” jelasnya.


Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui dinas terkait agar segera menyusun rencana induk (masterplan) pengelolaan sampah yang komprehensif.


Dengan adanya perencanaan tersebut, setiap pengembangan wilayah ke depan diharapkan telah memperhitungkan ketersediaan lahan untuk tempat pembuangan, bank sampah, hingga titik pengumpulan sampah.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.


“Masyarakat perlu diedukasi untuk memilah sampah, seperti plastik yang bisa didaur ulang, sampah organik yang bisa dijadikan kompos, dan sampah lainnya. Dengan begitu, beban TPA bisa dikurangi,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia juga mengusulkan kembali digiatkannya program gotong royong seperti “Jumat Bersih” atau “Jumat Beriman” yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, pelajar, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).


“Program seperti ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan membangun kebiasaan kolektif menjaga lingkungan,” katanya.


Ia menilai, jika kegiatan kerja bakti dilakukan secara rutin dan terkoordinasi hingga tingkat RT dan kelurahan, kondisi lingkungan seperti parit dan bahu jalan yang kerap dipenuhi sampah dapat ditangani secara bertahap.


Di akhir pernyataannya, Hap Baperdu menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan langkah terintegrasi, mulai dari perencanaan, penyediaan fasilitas, hingga perubahan perilaku masyarakat.


“Ini harus ditindaklanjuti secara serius. Sampah adalah persoalan bersama, sehingga penyelesaiannya juga harus melibatkan semua pihak,” pungkasnya.(Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment