Tantangan Era AI dan Pilrek 2026: Alumni Berharap UPR Jadi Wadah Solusi Konkret Masyarakat

Potret kalteng 27 Mei 2026, 09:38:01 WIB Palangka Raya
Tantangan Era AI dan Pilrek 2026: Alumni Berharap UPR Jadi Wadah Solusi Konkret Masyarakat

Keterangan Gambar : pengurus Ikatan Alumni Universitas Palangka Raya (ILUNI UPR), Damai Alam Usop





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Universitas Palangka Raya (UPR) dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang aktualisasi ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat, bukan sekadar berorientasi pada capaian akademik.


Hal tersebut disampaikan oleh pengurus Ikatan Alumni Universitas Palangka Raya (ILUNI UPR), Damai Alam Usop, terkait tantangan perguruan tinggi di era modern sekaligus harapannya terhadap kepemimpinan Rektor UPR periode 2026–2030.


Menurut Damai, tantangan perguruan tinggi saat ini semakin kompleks dan multidimensional. Oleh sebab itu, diperlukan kepemimpinan universitas yang adaptif, progresif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.


“UPR harus terus menjadi wadah aktualisasi ilmu pengetahuan yang diterapkan secara langsung kepada masyarakat. Kampus tidak boleh hanya menjadi ruang teoritis, tetapi harus mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sosial, ekonomi, teknologi, hingga pembangunan daerah,” ujar Damai dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/5/2026).


Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR ini menyebutkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah disrupsi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang bergerak masif.


Universitas, lanjut Damai, dituntut untuk menyesuaikan sistem pembelajaran, kurikulum, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar para lulusan tetap relevan dengan kebutuhan industri. Integrasi teknologi ke dalam proses pendidikan dinilai sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.


Selain adaptasi teknologi, ia menyoroti pentingnya penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja melalui konsep link and match.


“Penguatan pendidikan vokasi, sertifikasi profesi, hingga kolaborasi dengan berbagai sektor strategis menjadi langkah penting agar lulusan perguruan tinggi memiliki kesiapan menghadapi tantangan kerja masa depan,” katanya.


Di sisi internal, Damai juga menyinggung persoalan tata kelola perguruan tinggi, terutama dalam aspek kemandirian finansial, pengelolaan aset, serta peningkatan kualitas SDM di lingkungan kampus. Ia menekankan pentingnya membangun tata kelola yang transparan, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan.


Tidak kalah penting, isu lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berintegritas juga menjadi sorotan. Damai menegaskan bahwa kasus-kasus sosial seperti kekerasan seksual, perundungan, dan degradasi moral harus ditangani secara serius.


“Kampus harus menjadi ruang yang aman dan beretika. Pencegahan serta penanganan kasus kekerasan seksual dan perundungan harus dilakukan secara tegas dan berkelanjutan demi menciptakan lingkungan akademik yang sehat,” tegasnya.


Menatap Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR periode 2026–2030, ILUNI UPR berharap figur kepemimpinan yang baru mampu membawa kampus menjadi lebih modern, inklusif, dan berdaya saing global tanpa mencabut akar identitas lokal Kalimantan Tengah.


Sinergi lintas sektor antara pihak kampus, pemerintah, dunia usaha, masyarakat adat, hingga jejaring alumni diharapkan dapat diperkuat untuk membangun ekosistem pendidikan yang maju.


“Rektor ke depan harus memiliki visi besar, kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan membangun sinergi lintas sektor. UPR membutuhkan figur yang mampu menjaga marwah akademik, memperkuat integritas tata kelola, sekaligus membuka ruang inovasi,” tutur Damai.


Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa kemajuan UPR merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya di pundak rektorat.


“UPR adalah rumah besar bersama. Kami berharap rektor periode 2026–2030 mampu merangkul seluruh elemen demi mewujudkan UPR yang unggul, modern, dan tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal,” pungkasnya.


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment