Sengketa Lahan Berdarah di Teweh Timur: 5 Nyawa Melayang, 3 Terduga Pelaku Ditangkap

Potret kalteng 21 Apr 2026, 16:35:38 WIB Barito Utara
Sengketa Lahan Berdarah di Teweh Timur: 5 Nyawa Melayang, 3 Terduga Pelaku Ditangkap

Keterangan Gambar : Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto




MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Tragedi kemanusiaan akibat sengketa lahan mengguncang Kabupaten Barito Utara. Lima orang dilaporkan tewas dan satu lainnya kritis dalam peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di kawasan hutan kilometer 95, wilayah Teweh Timur, Minggu (19/4/2026).

Baca Lainnya :


Polres Barito Utara bergerak cepat dengan mengamankan tiga orang pria yang diduga kuat sebagai pelaku. Identitas ketiganya dikonfirmasi berinisial VN, LK, dan SA.


Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (21/4/2026), Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, mengungkapkan bahwa konflik ini berakar dari sengketa klaim kepemilikan lahan yang tidak kunjung menemui titik temu.


Mirisnya, pihak kepolisian menyebutkan bahwa antara korban dan pelaku masih memiliki ikatan kekerabatan.


"Korban satu keluarga, pelaku juga memiliki hubungan keluarga. Permasalahan ini sudah berlangsung lama dan dipicu sengketa lahan," ujar Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Ricy Hermawan.


Pihak kepolisian menduga aksi keji ini telah direncanakan sebelumnya. Para pelaku disinyalir berbagi peran, mulai dari melakukan penyerangan fisik hingga melakukan pembakaran di lokasi kejadian guna menghilangkan jejak.


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, alat yang digunakan meliputi:


-Senjata Tajam: Jenis parang atau mandau.


-Senjata Api: Polisi tengah mendalami dugaan penggunaan senjata api rakitan setelah sejumlah saksi mengaku mendengar suara letusan di lokasi.


Hingga saat ini, polisi masih berupaya mengumpulkan barang bukti yang sempat dibuang oleh para pelaku. Proses autopsi terhadap lima jenazah korban juga masih berjalan untuk melengkapi berkas penyidikan.


"Kami memastikan telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain," tegas AKBP Singgih Febiyanto.


Menyikapi situasi yang memanas, Polres Barito Utara mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga korban, untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Kepolisian menjamin proses hukum akan berjalan secara transparan dan adil.


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment