Pemkab Bartim Latih Ratusan Relawan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran

Potret kalteng 07 Agu 2025, 21:19:52 WIB Barito Timur
Pemkab Bartim Latih Ratusan Relawan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran

Keterangan Gambar : Foto bersama




BARITO TIMUR, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-DAMKAR) melatih ratusan relawan dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanggulangan kebakaran sejak dini. Kegiatan bertajuk Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Tahun 2025 ini digelar di Halaman Kantor Bupati Bartim, Kamis (7/8/2025).

Baca Lainnya :


Acara dibuka langsung oleh Bupati Barito Timur, M. Yamin, dan dihadiri perwakilan Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi pelatihan ini sebagai langkah strategis membangun budaya siaga dan mitigasi kebakaran di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanggulangan kebakaran adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.


“Relawan adalah garda terdepan saat terjadi kebakaran. Mereka harus terlatih, tanggap, dan menjadi agen edukasi di lingkungannya,” tegas M. Yamin. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada di musim kemarau dan menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Koordinasi lintas desa hingga kabupaten disebut sebagai kunci pencegahan. Pemkab Bartim pun berencana mendaftarkan para relawan dalam program BPJS Ketenagakerjaan dengan biaya ditanggung pemerintah daerah.


Kepala Pelaksana BPBD-DAMKAR Bartim, Ahmad Gazali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pemadam kebakaran tahun 2025, berlandaskan Permendagri Nomor 114 Tahun 2018, Keputusan Mendagri Nomor 364.1-306 Tahun 2020, dan Perbup Bartim Nomor 180/21/HUK/2024.


Pelatihan dibagi menjadi dua bagian. Pertama, simulasi lapangan diikuti 200 relawan dari 100 desa dan 3 kelurahan, mencakup praktik penggunaan APAR, teknik pemadaman api dengan karung basah, penanganan tabung gas, hingga ketangkasan mengoperasikan mobil damkar dan alat portabel. Kedua, sosialisasi diikuti 123 peserta yang terdiri dari camat, kepala desa, lurah, dan Kasi Trantib, dengan materi seputar regulasi daerah, pendataan relawan, serta program pembinaan dari pemerintah provinsi dan pusat.


“Kami ingin para relawan tidak hanya memahami penyebab dan pencegahan kebakaran, tapi juga terampil menggunakan alat pemadam dan siap bertindak cepat saat darurat,” ujar Ahmad Gazali. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, siaga, dan tanggap kebakaran.


RH







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment