- Bupati Shalahuddin Pimpin Rapat Finalisasi Batara Expo dan Hari Jadi Barito Utara
- Pemkab Barito Utara Matangkan Persiapan HUT ke-76 dan Batara Expo 2026
- Pemkab Barito Utara Siapkan Dokumen Usulan WPR untuk Tertibkan Aktivitas Tambang Rakyat
- Sekda Barito Utara Minta Camat Dukung Pendataan Tambang Rakyat untuk Pengusulan WPR
- Pemkab Barito Utara Inventarisasi Data Tambang Rakyat untuk Usulan Wilayah Pertambangan Rakyat
- Logo Hari Jadi ke-76 Barito Utara Resmi Diluncurkan, Simbol Semangat Pembangunan Daerah
- Pemkab Barito Utara Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-76, Usung Semangat Maju, Sejahtera dan Berkead
- Car Free Day Perdana di Muara Teweh Jadi Ruang Sehat Sekaligus Promosi UMKM Lokal
- Bupati Shalahuddin Resmikan Car Free Day Barito Utara, Dorong Pola Hidup Sehat dan UMKM
- Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Pemkab dan Polres Barito Utara Perkuat Kebersamaan dengan Masyaraka
Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan di Balik Tewasnya Tiga Anggota Polri saat Operasi Narkoba di Kati

Keterangan Gambar : Konferensi pers di Mapolda Kalimantan Tengah. (Foto:Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Leonard S. Ampung Buka Pelatihan Transformasi Digital Menuju Koperasi Modern bagi Pengurus KPRI0
- Cek Ketersediaan Minyak Goreng di Palangkaraya, Pengurus P4B Sambut Perwakilan Perusahaan RNI0
- Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-76, Kapolda Kalteng Ikuti Motor Trail Adventure di Barsel0
- Kapolda Kalteng Bagikan Bansos ke Warga Desa Dalam Even Bhayangkara Trail Adventure0
- Tekankan Sinergitas TNI-Polri, Kapolri : Sukseskan Event Nasional dan Internasional0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya tiga anggota Polri saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama Polda Kalimantan Tengah mengungkap adanya dugaan kuat penyiksaan yang dialami para korban sebelum meninggal dunia.
Temuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa (7/7/2026), yang dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam.
Kapolda menjelaskan, insiden bermula saat tim kepolisian menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi aktivitas peredaran narkotika. Saat penggerebekan berlangsung, petugas mendapat perlawanan dari terduga pelaku beserta keluarganya.
Kelompok pelaku kemudian berteriak menuduh petugas sebagai perampok sambil mengacungkan senjata tajam. Teriakan tersebut memancing warga berdatangan ke lokasi sehingga situasi menjadi tidak terkendali.
Demi menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil, personel memutuskan mundur dengan melompat ke sungai. Namun, pelarian itu justru diikuti pengejaran oleh kelompok pelaku menggunakan jalur darat dan perahu kelotok. Dalam pengejaran tersebut, salah seorang pelaku diduga menembakkan senjata api laras panjang hingga mengenai salah satu anggota.
Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal menemukan indikasi kuat bahwa para korban mengalami kekerasan berat sebelum meninggal dunia.
"Hasil autopsi menunjukkan adanya luka akibat benda tumpul, retak tulang, keretakan tengkorak, serta resapan darah di bawah kulit yang menandakan korban masih hidup saat mengalami penganiayaan," ujarnya.
Kompolnas juga mengidentifikasi sedikitnya lima titik lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya kekerasan terhadap para korban sebelum jasad mereka dibuang ke sungai.
Penyidik turut mengamankan sejumlah saksi yang menguatkan dugaan tersebut. Salah satu saksi menyebut seorang pelaku sempat mengaku telah menghabisi anggota Polri usai kembali ke rumah.
Selain itu, kelompok pelaku disebut merupakan bagian dari jaringan narkotika yang telah lama menjadi target operasi. Beberapa di antaranya diketahui merupakan residivis dan memiliki rekam jejak kriminal.
Saat ini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah masih melakukan penyidikan intensif untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan hingga menyebabkan gugurnya tiga anggota Polri.
Polda Kalimantan Tengah menegaskan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Yz)
Berita Utama
-
Potensi Wisata Kalteng Akan Difilmkan, Disbudpar Kolaborasi dengan KBRI Sofia
Potensi Wisata Kalteng Akan Difilmkan, Disbudpar Kolaborasi dengan KBRI Sofia
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Soeseno, bersama jajaran Pejabat . . .
-
Sunarti Lantik 8 Pejabat Fungsional Setda Kalteng, Tegaskan ASN Harus Tinggalkan Pola Kerja Lama
Sunarti Lantik 8 Pejabat Fungsional Setda Kalteng, Tegaskan ASN Harus Tinggalkan Pola Kerja Lama
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali memperkuat kualitas birokrasi dengan melantik delapan pejabat fungsional di lingkungan . . .
-
Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan di Balik Tewasnya Tiga Anggota Polri saat Operasi Narkoba di Kati
Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan di Balik Tewasnya Tiga Anggota Polri saat Operasi Narkoba di Kati
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya tiga anggota Polri saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang . . .
-
Satresnarkoba Polres Kapuas Cek Kesiapan Posko Kampung Bebas Narkoba
Satresnarkoba Polres Kapuas Cek Kesiapan Posko Kampung Bebas Narkoba
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas melakukan pengecekan rutin terhadap Posko Kampung Bebas dari Narkoba di Kantor . . .
-
Sambut Demam Piala Dunia 2026, PW Sapma PP Kalteng Sukses Gelar Turnamen PS4 E-Football
Sambut Demam Piala Dunia 2026, PW Sapma PP Kalteng Sukses Gelar Turnamen PS4 E-Football
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Guna memeriahkan euforia Piala Dunia 2026 yang tengah memasuki fase 16 besar, Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila . . .
















