Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan di Balik Tewasnya Tiga Anggota Polri saat Operasi Narkoba di Kati

Potret kalteng 08 Jul 2026, 00:02:03 WIB Palangka Raya
Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan di Balik Tewasnya Tiga Anggota Polri saat Operasi Narkoba di Kati

Keterangan Gambar : Konferensi pers di Mapolda Kalimantan Tengah. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :


PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya tiga anggota Polri saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama Polda Kalimantan Tengah mengungkap adanya dugaan kuat penyiksaan yang dialami para korban sebelum meninggal dunia.


Temuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa (7/7/2026), yang dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam.


Kapolda menjelaskan, insiden bermula saat tim kepolisian menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi aktivitas peredaran narkotika. Saat penggerebekan berlangsung, petugas mendapat perlawanan dari terduga pelaku beserta keluarganya.


Kelompok pelaku kemudian berteriak menuduh petugas sebagai perampok sambil mengacungkan senjata tajam. Teriakan tersebut memancing warga berdatangan ke lokasi sehingga situasi menjadi tidak terkendali.

Demi menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil, personel memutuskan mundur dengan melompat ke sungai. Namun, pelarian itu justru diikuti pengejaran oleh kelompok pelaku menggunakan jalur darat dan perahu kelotok. Dalam pengejaran tersebut, salah seorang pelaku diduga menembakkan senjata api laras panjang hingga mengenai salah satu anggota.


Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal menemukan indikasi kuat bahwa para korban mengalami kekerasan berat sebelum meninggal dunia.


"Hasil autopsi menunjukkan adanya luka akibat benda tumpul, retak tulang, keretakan tengkorak, serta resapan darah di bawah kulit yang menandakan korban masih hidup saat mengalami penganiayaan," ujarnya.


Kompolnas juga mengidentifikasi sedikitnya lima titik lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya kekerasan terhadap para korban sebelum jasad mereka dibuang ke sungai.

Penyidik turut mengamankan sejumlah saksi yang menguatkan dugaan tersebut. Salah satu saksi menyebut seorang pelaku sempat mengaku telah menghabisi anggota Polri usai kembali ke rumah.


Selain itu, kelompok pelaku disebut merupakan bagian dari jaringan narkotika yang telah lama menjadi target operasi. Beberapa di antaranya diketahui merupakan residivis dan memiliki rekam jejak kriminal.


Saat ini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah masih melakukan penyidikan intensif untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan hingga menyebabkan gugurnya tiga anggota Polri.


Polda Kalimantan Tengah menegaskan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment