- BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
- Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
- Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
- Pria di Kapuas Tengah Tewas Diduga Dibacok Anak Kandung, Polisi Amankan Barang Bukti
- Pemkab Kapuas Susun Raperda Pengendalian Minuman Beralkohol, Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat
- Pemkab Kapuas Finalisasi Aturan Insentif Investasi untuk Tarik Lebih Banyak Investor
- Bupati Kapuas dan Danlanal Banjarmasin Perkuat Sinergi, Bahas Stabilitas Keamanan Daerah
- Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Mas
- Agustiar Lantik Pengurus Baru KADIN Kalteng, Dorong Dunia Usaha Jadi Motor Pembangunan Daerah
Kompolnas Ungkap Dugaan Penyiksaan di Balik Tewasnya Tiga Anggota Polri saat Operasi Narkoba di Kati

Keterangan Gambar : Konferensi pers di Mapolda Kalimantan Tengah. (Foto:Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Leonard S. Ampung Buka Pelatihan Transformasi Digital Menuju Koperasi Modern bagi Pengurus KPRI0
- Cek Ketersediaan Minyak Goreng di Palangkaraya, Pengurus P4B Sambut Perwakilan Perusahaan RNI0
- Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-76, Kapolda Kalteng Ikuti Motor Trail Adventure di Barsel0
- Kapolda Kalteng Bagikan Bansos ke Warga Desa Dalam Even Bhayangkara Trail Adventure0
- Tekankan Sinergitas TNI-Polri, Kapolri : Sukseskan Event Nasional dan Internasional0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya tiga anggota Polri saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama Polda Kalimantan Tengah mengungkap adanya dugaan kuat penyiksaan yang dialami para korban sebelum meninggal dunia.
Temuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa (7/7/2026), yang dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam.
Kapolda menjelaskan, insiden bermula saat tim kepolisian menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi aktivitas peredaran narkotika. Saat penggerebekan berlangsung, petugas mendapat perlawanan dari terduga pelaku beserta keluarganya.
Kelompok pelaku kemudian berteriak menuduh petugas sebagai perampok sambil mengacungkan senjata tajam. Teriakan tersebut memancing warga berdatangan ke lokasi sehingga situasi menjadi tidak terkendali.
Demi menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil, personel memutuskan mundur dengan melompat ke sungai. Namun, pelarian itu justru diikuti pengejaran oleh kelompok pelaku menggunakan jalur darat dan perahu kelotok. Dalam pengejaran tersebut, salah seorang pelaku diduga menembakkan senjata api laras panjang hingga mengenai salah satu anggota.
Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal menemukan indikasi kuat bahwa para korban mengalami kekerasan berat sebelum meninggal dunia.
"Hasil autopsi menunjukkan adanya luka akibat benda tumpul, retak tulang, keretakan tengkorak, serta resapan darah di bawah kulit yang menandakan korban masih hidup saat mengalami penganiayaan," ujarnya.
Kompolnas juga mengidentifikasi sedikitnya lima titik lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya kekerasan terhadap para korban sebelum jasad mereka dibuang ke sungai.
Penyidik turut mengamankan sejumlah saksi yang menguatkan dugaan tersebut. Salah satu saksi menyebut seorang pelaku sempat mengaku telah menghabisi anggota Polri usai kembali ke rumah.
Selain itu, kelompok pelaku disebut merupakan bagian dari jaringan narkotika yang telah lama menjadi target operasi. Beberapa di antaranya diketahui merupakan residivis dan memiliki rekam jejak kriminal.
Saat ini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah masih melakukan penyidikan intensif untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan hingga menyebabkan gugurnya tiga anggota Polri.
Polda Kalimantan Tengah menegaskan proses penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Yz)
Berita Utama
-
Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
Komisi XII DPR RI Terima Aspirasi BAKORMAD Kapuas Terkait Pertambangan Rakyat
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Badan Koordinasi Masyarakat (BAKORMAD) Kabupaten Kapuas melakukan kunjungan ke Komisi XII DPR RI untuk menyampaikan aspirasi . . .
-
Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
Perkumpulan Pemuda Nusantara Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo, Desak Penegakan Hukum yang Transpa
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM — Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Nusantara secara resmi menyampaikan sikap dan pandangannya terkait perkembangan penegakan hukum di . . .
-
Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
Pelayanan Disdukcapil Kapuas Terkendala Pemadaman Listrik dan Gangguan Sinyal
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas dalam beberapa hari . . .
-
BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
BPBD Kapuas Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ancaman Karhutla
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi . . .
-
UPR dan Badan Keahlian DPR RI Teken MoU, Lantik Pengurus APHTN-HAN Kalteng, dan Gelar Seminar Nasion
UPR dan Badan Keahlian DPR RI Teken MoU, Lantik Pengurus APHTN-HAN Kalteng, dan Gelar Seminar Nasion
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Universitas Palangka Raya (UPR) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Badan Keahlian DPR RI guna memperkuat pengembangan hukum . . .

















