- TERDAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA, SEKOLAH SMA, SMK DAN SKh DI KALTENG MULAI PJJ 31 AGUSTUS
- Hari Pertama Magang, Mahasiswa Fakultas Hukum Kenali Dunia Kerja Jurnalistik di Potret Kalteng
- Keselamatan Siswa atau MBG? Pernyataan Kadisdik Kalteng Picu Polemik di Tengah Kabut Asap
- Dukung Ruang Positif Warga, Pemkab Murung Raya Apresiasi Gelaran Olahraga Catur dan Domino di Puruk
- Pemkab Murung Raya Raih Apresiasi atas Komitmen Dukung Keselamatan Penerbangan
- Pemkab Mura Siapkan Pengawasan Terpadu untuk Dukung Kelancaran Program MBG
- Bupati Heriyus Serahkan Sang Merah Putih, Pemkab Mura Tekankan Nilai Persatuan dan Pengabdian
- Dorong Gerakan Peduli Lingkungan, Pemkab Mura Berikan Penghargaan Lintas Elemen
- Bupati Heriyus Dorong Paskibraka Murung Raya Jadi Teladan Generasi Muda
- Kemarau Panjang, Bupati Kapuas Ajak Warga Perkuat Ikhtiar Lewat Salat Istisqa
Keselamatan Siswa atau MBG? Pernyataan Kadisdik Kalteng Picu Polemik di Tengah Kabut Asap

Keterangan Gambar : Foto Potongan video Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M Reza Prabowo (Foto:Screenshot)
Baca Lainnya :
- Kebijakan Pembelian Pertalite Maksimal 200ribu, Kabid Perdagangan: Guna Menekan Antrean Panjang0
- MoU Rumah Sakit Rujuan Nasional, Sugianto: RSUD dr. Doris Sylvanus Siap Tangani Penyakit Jantung0
- Fairid: Sebagai Mahkluk Sosial Kita Wajib Peduli Sesama0
- Tertib Berlalu Lintas, Ditlantas Polda Kalteng Gelar Road Safety Campaign di CFD Bundaran Besar0
- Sebanyak 560 Peserta Seleksi Bintara Polri Dinyatakan Lulus Terpilih0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo terkait kebijakan sekolah di tengah kabut asap karhutla menuai sorotan publik.
Potongan video pernyataan Reza yang beredar di media sosial Facebook, Senin (31/8/2026), memicu perdebatan mengenai pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan pembelajaran ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam video yang diunggah salah satu akun Facebook berinisial YSK, Reza terdengar menjelaskan sejumlah konsekuensi apabila sekolah diliburkan akibat kabut asap.
“Ketika sekolah libur karena asap ini berakibat pada dapur-dapur MBG, kantin-kantin mati dan juga anak-anak yang harusnya di rumah malah ke kafe-kafe lalu buat masalah,” demikian pernyataan yang terdengar dalam video tersebut.
Pernyataan itu kemudian mendapat kritik dari pengunggah video. Salah satu persoalan yang dipertanyakan adalah asumsi bahwa siswa justru akan memilih beraktivitas di luar rumah apabila sekolah diliburkan saat kondisi asap memburuk.
Dalam video tersebut, Reza juga menyinggung dampak penghentian kegiatan sekolah terhadap operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah.
“Kita mengerti Bapak Ibu ya. Bapak Ibu saya harap punya kebijaksanaan juga. Dapur MBG mati, Bu. Kantin-kantin mati, Bu,” ujar Reza.
Ia kemudian menyampaikan kekhawatiran terhadap aktivitas siswa apabila pembelajaran dihentikan dan anak-anak berada di rumah.
“Habis itu, belum lagi dampak ketika anak-anak dipulangkan. Mereka yang harusnya di rumah, mereka ke kafe-kafe. Buat keributan, buat masalah. Nanti kita yang pusing, Bu,” katanya.
Reza juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan surat edaran terkait penyesuaian waktu pembelajaran. Salah satu opsi yang disebut adalah mengubah jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 WIB dengan melakukan penyesuaian terhadap durasi setiap jam pelajaran.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena disampaikan ketika kabut asap akibat karhutla tengah memburuk di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Perdebatan publik pun mengarah pada persoalan yang lebih mendasar: ketika kualitas udara memburuk dan berpotensi mengancam kesehatan, apakah keselamatan siswa harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan sekolah?
Di sisi lain, keberlangsungan program MBG, aktivitas kantin, proses pembelajaran, serta pengawasan terhadap siswa juga menjadi pertimbangan yang disebutkan dalam pernyataan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, potongan video tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial. Belum diketahui secara pasti konteks lengkap pernyataan Reza dalam rekaman yang beredar maupun kebijakan final yang akan diterapkan Pemprov Kalteng terkait kegiatan belajar mengajar selama kondisi kabut asap.
Publik kini menunggu penjelasan resmi Dinas Pendidikan Kalteng mengenai dasar kebijakan tersebut, termasuk parameter kualitas udara yang digunakan untuk menentukan apakah kegiatan sekolah tetap berlangsung, disesuaikan, atau dihentikan sementara. (Yz)
Berita Utama
-
Hari Pertama Magang, Mahasiswa Fakultas Hukum Kenali Dunia Kerja Jurnalistik di Potret Kalteng
Hari Pertama Magang, Mahasiswa Fakultas Hukum Kenali Dunia Kerja Jurnalistik di Potret Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Program Studi Magang/MBKM Tahun 2026 bagi mahasiswa Fakultas Hukum resmi dimulai, Senin (31/8/2026). Pada hari perdana, mahasiswa . . .
-
Keselamatan Siswa atau MBG? Pernyataan Kadisdik Kalteng Picu Polemik di Tengah Kabut Asap
Keselamatan Siswa atau MBG? Pernyataan Kadisdik Kalteng Picu Polemik di Tengah Kabut Asap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo terkait kebijakan sekolah di tengah kabut asap . . .
-
TERDAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA, SEKOLAH SMA, SMK DAN SKh DI KALTENG MULAI PJJ 31 AGUSTUS
TERDAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA, SEKOLAH SMA, SMK DAN SKh DI KALTENG MULAI PJJ 31 AGUSTUS
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/daring bagi satuan pendidikan SMA, SMK, dan . . .
-
Ahli Waris Gugat PT Bumi Agro Makmur Rp42,9 Miliar terkait Sengketa Lahan 20 Hektar di PN Buntok
Ahli Waris Gugat PT Bumi Agro Makmur Rp42,9 Miliar terkait Sengketa Lahan 20 Hektar di PN Buntok
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM— Gugatan perdata atas sengketa lahan seluas 20 hektar di Kabupaten Barito Selatan resmi berlanjut ke meja hijau. Ahli waris keluarga Abdul . . .
-
SMAN 2 Katingan Kuala Harumkan Kalteng, Sabet Juara 1 LCC 4 Pilar MPR RI 2026
SMAN 2 Katingan Kuala Harumkan Kalteng, Sabet Juara 1 LCC 4 Pilar MPR RI 2026
KASONGAN, POTRETKALTENG.COM- Prestasi membanggakan kembali diraih pelajar Kalimantan Tengah di tingkat nasional. SMA Negeri 2 Katingan Kuala berhasil keluar sebagai . . .
















