Keselamatan Siswa atau MBG? Pernyataan Kadisdik Kalteng Picu Polemik di Tengah Kabut Asap

Potret kalteng 31 Agu 2026, 17:14:47 WIB PEMPROV KALTENG
Keselamatan Siswa atau MBG? Pernyataan Kadisdik Kalteng Picu Polemik di Tengah Kabut Asap

Keterangan Gambar : Foto Potongan video Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M Reza Prabowo (Foto:Screenshot)





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo terkait kebijakan sekolah di tengah kabut asap karhutla menuai sorotan publik.


Potongan video pernyataan Reza yang beredar di media sosial Facebook, Senin (31/8/2026), memicu perdebatan mengenai pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan pembelajaran ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Dalam video yang diunggah salah satu akun Facebook berinisial YSK, Reza terdengar menjelaskan sejumlah konsekuensi apabila sekolah diliburkan akibat kabut asap.

“Ketika sekolah libur karena asap ini berakibat pada dapur-dapur MBG, kantin-kantin mati dan juga anak-anak yang harusnya di rumah malah ke kafe-kafe lalu buat masalah,” demikian pernyataan yang terdengar dalam video tersebut.


Pernyataan itu kemudian mendapat kritik dari pengunggah video. Salah satu persoalan yang dipertanyakan adalah asumsi bahwa siswa justru akan memilih beraktivitas di luar rumah apabila sekolah diliburkan saat kondisi asap memburuk.


Dalam video tersebut, Reza juga menyinggung dampak penghentian kegiatan sekolah terhadap operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah.


“Kita mengerti Bapak Ibu ya. Bapak Ibu saya harap punya kebijaksanaan juga. Dapur MBG mati, Bu. Kantin-kantin mati, Bu,” ujar Reza.


Ia kemudian menyampaikan kekhawatiran terhadap aktivitas siswa apabila pembelajaran dihentikan dan anak-anak berada di rumah.


“Habis itu, belum lagi dampak ketika anak-anak dipulangkan. Mereka yang harusnya di rumah, mereka ke kafe-kafe. Buat keributan, buat masalah. Nanti kita yang pusing, Bu,” katanya.


Reza juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiapkan surat edaran terkait penyesuaian waktu pembelajaran. Salah satu opsi yang disebut adalah mengubah jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 WIB dengan melakukan penyesuaian terhadap durasi setiap jam pelajaran.


Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena disampaikan ketika kabut asap akibat karhutla tengah memburuk di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.


Perdebatan publik pun mengarah pada persoalan yang lebih mendasar: ketika kualitas udara memburuk dan berpotensi mengancam kesehatan, apakah keselamatan siswa harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan sekolah?


Di sisi lain, keberlangsungan program MBG, aktivitas kantin, proses pembelajaran, serta pengawasan terhadap siswa juga menjadi pertimbangan yang disebutkan dalam pernyataan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, potongan video tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial. Belum diketahui secara pasti konteks lengkap pernyataan Reza dalam rekaman yang beredar maupun kebijakan final yang akan diterapkan Pemprov Kalteng terkait kegiatan belajar mengajar selama kondisi kabut asap.


Publik kini menunggu penjelasan resmi Dinas Pendidikan Kalteng mengenai dasar kebijakan tersebut, termasuk parameter kualitas udara yang digunakan untuk menentukan apakah kegiatan sekolah tetap berlangsung, disesuaikan, atau dihentikan sementara. (Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment