- Polsek Timpah Cek Pemanfaatan Pekarangan Warga di Desa Tumbang Randang, Dorong Ketahanan Pangan
- Ketua DPRD Kapuas Ajak Warga Jaga Keamanan dan Toleransi Selama Ramadhan 1447 H
- Anggota DPRD Kapuas H. Pahmi Imbau Warga Jaga Ketertiban Selama Ramadhan 1447 H
- Penuh Khidmat Keluarga Besar Disdagperin Kalteng Buka Puasa Bersama
- Disbun Kalteng Gelar Khataman Al-Quran dan Buka Puasa Bersama Anak Panti
- Wali Kota Palangka Raya Imbau Perusahaan Swasta Bayar THR Pegawai Tepat Waktu
- Angelina Sondakh Berbagi Kisah Hidup di Bukber Rujab Wali Kota Palangka Raya
- DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Lamandau Resmi Dirikan BSO FSM–GMNI, Tegaskan Konsolidasi I
- Selama Ramadhan, Kanwil Ditjenpas Kalteng Pastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi
- Polresta Palangka Raya Gelar Gerakan Indonesia ASRI di Lokasi Bekas Kebakaran Mendawai
Kepala DP3APPKB Prov. Kalteng: Peran Ayah Sangat Penting dalam Upaya Menurunkan Stunting

Keterangan Gambar : Kepala DP3APPKB Prov. Kalteng saat melakukan dialog
PALANGKARAYA,
POTRETKALTENG.com– Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menjadi narasumber dalam acara Dialog Kentongan yang disiarkan langsung oleh RRI Pro 1 Network, pada Selasa (12/11/2024). Acara ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Ayah Nasional, dengan tema “Pentingnya Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting”.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalteng Rakor Evaluasi Program Perpustakaan dan Kearsipan untuk Peningkatan Kualitas Layanan0
- Dinas Kesehatan Kalteng Gelar Jalan Sehat Bersama Poltekkes Palangka Raya dalam Rangka HKN ke-600
- Dinas Kominfosantik Kalteng Gelar Podcast Bersama Ketua KPU Kalteng Menyongsong Pilkada Serentak 2020
- BPBPK Kalteng Rapat Virtual bahas Standar Minimal Logistik dan Peralatan Penanggulangan bencana0
- Dinas Lingkungan Hidup Kalteng Gelar Bimtek Pendidikan Lingkungan untuk Pengenalan anekaragam Hayati0
Dalam dialog tersebut, Linae membahas tentang pentingnya peran ayah dalam pencegahan stunting, sebuah masalah gizi kronis yang berhubungan dengan kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Stunting umumnya terjadi sejak dalam kandungan dan baru terlihat ketika anak menginjak usia dua tahun.
Pencegahan Stunting: Peran Pemerintah dan Perubahan Perilaku Masyarakat
Linae menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui DP3APPKB, berperan dalam mendukung penanganan dan pencegahan stunting. Penurunan angka stunting memerlukan dua jenis intervensi, yaitu intervensi spesifik dan sensitif. DP3APPKB fokus pada intervensi sensitif, yang mencakup upaya perubahan perilaku masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat dan mencegah stunting.
“Selain intervensi spesifik berupa pemberian makanan bergizi langsung kepada bayi dan balita yang berisiko stunting, perubahan perilaku juga sangat penting agar masyarakat dapat memahami dampak stunting dan bagaimana cara mencegahnya,” ujarnya.
Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting
Linae juga menekankan bahwa peran ayah dalam pencegahan stunting sangat penting, bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. “Penting untuk diingat bahwa ayah memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam pencegahan stunting. Peran ini tidak hanya sebatas dukungan kepada ibu, tetapi juga dalam menentukan pola asuh, pola makan, serta memberikan dukungan emosional bagi anak,” jelasnya.
Peran ayah, kata Linae, berpengaruh pada pembentukan karakter anak, terutama dalam mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. “Tugas ibu memang sangat penting, tetapi dukungan dari ayah akan mempercepat perkembangan anak dan membantu mencegah terjadinya stunting,” tambahnya.
Mengajak Masyarakat untuk Lebih Peduli
Sebagai penutup, Linae berharap peran ayah dalam pencegahan stunting dapat semakin diperkuat, serta masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi yang baik dan pola hidup sehat sejak dini. “Mari kita semua, baik ayah, ibu, maupun masyarakat secara keseluruhan, untuk lebih peduli dan terlibat aktif dalam upaya pencegahan stunting agar generasi penerus kita dapat tumbuh sehat dan optimal,” pungkasnya.
Selain Linae, program ini juga menghadirkan Muhammad Efendi, Program Manager Bidang Program dan Kegiatan Satgas Stunting Provinsi Kalimantan Tengah, yang turut membahas langkah-langkah konkret dalam menurunkan angka stunting di wilayah Kalimantan Tengah.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Gotong Royong Bersihkan Masjid Nurul Islam, OPD Kalteng Wujudkan Lingkungan Nyaman
Gotong Royong Bersihkan Masjid Nurul Islam, OPD Kalteng Wujudkan Lingkungan Nyaman
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kenyamanan tempat ibadah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) . . .
-
Dishut Kalteng dan Bupati Lamandau Sinkronkan Perhutanan Sosial, TORA, dan Tata Ruang
Dishut Kalteng dan Bupati Lamandau Sinkronkan Perhutanan Sosial, TORA, dan Tata Ruang
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Lamandau memperkuat sinergi pengelolaan kawasan hutan . . .
-
Polresta Palangka Raya Gelar Gerakan Indonesia ASRI di Lokasi Bekas Kebakaran Mendawai
Polresta Palangka Raya Gelar Gerakan Indonesia ASRI di Lokasi Bekas Kebakaran Mendawai
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Jajaran Polresta Palangka Raya melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan Jalan . . .
-
Selama Ramadhan, Kanwil Ditjenpas Kalteng Pastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi
Selama Ramadhan, Kanwil Ditjenpas Kalteng Pastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, memastikan pemenuhan hak serta . . .
-
DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Lamandau Resmi Dirikan BSO FSM–GMNI, Tegaskan Konsolidasi I
DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Lamandau Resmi Dirikan BSO FSM–GMNI, Tegaskan Konsolidasi I
LAMANDAU, POTRETKALTENG.COM - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lamandau secara resmi mendirikan Front Siswa Marhaenis GMNI . . .

















