Kapolres Kapuas Prihatin Atas Kericuhan di Barunang: Kami Kedepankan Humanis, Namun Keamanan Persone

Potret kalteng 04 Mar 2026, 16:40:38 WIB Kapuas
Kapolres Kapuas Prihatin Atas Kericuhan di Barunang: Kami Kedepankan Humanis, Namun Keamanan Persone

Keterangan Gambar : Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, S.I.K., M.A.P




KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, S.I.K., M.A.P., menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden berdarah yang terjadi dalam aksi penutupan jalan hauling PT Asmin Bara Baronang (ABB) di Desa Barunang, Selasa (3/3/2026) sore. Kapolres menegaskan bahwa tindakan tegas yang diambil jajarannya merupakan upaya terakhir demi melindungi nyawa petugas di lapangan.

Baca Lainnya :


AKBP Gede Eka menjelaskan bahwa Polres Kapuas sebenarnya telah berupaya meredam situasi sejak aksi pemortalan dimulai oleh Aliansi Masyarakat Adat (AMAD) pada Senin (2/3). Pihaknya melibatkan unsur adat untuk berdialog dengan massa.


"Kami sudah mengedepankan pendekatan humanis. Kapolsek Kapuas Tengah bersama Damang dan Mantir Adat setempat sudah memberikan imbauan berkali-kali agar massa membubarkan diri secara tertib karena mengganggu kepentingan umum," ujar Kapolres dalam keterangan resminya.


Namun, menurut Kapolres, imbauan tersebut tidak direspon positif oleh massa hingga terjadi aksi saling dorong yang berujung pada perlawanan fisik terhadap petugas.


Menanggapi adanya korban luka dari kedua belah pihak, Kapolres membeberkan kronologi saat situasi mulai tidak terkendali. Tiga personel kepolisian dilaporkan mengalami luka sabetan senjata tajam saat mencoba menertibkan massa.


"Ketika tiga anggota kami terkena serangan senjata tajam, situasi sudah membahayakan nyawa personel. Kami sempat memberikan tembakan peringatan, namun penyerangan tetap terjadi. Akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan pelaku. Dua orang dari massa mengalami luka di bagian kaki," tegas AKBP Gede Eka.


Kapolres memastikan bahwa seluruh korban, baik dari pihak kepolisian maupun warga, langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk mendapatkan perawatan intensif agar tidak ada jatuh korban jiwa lebih lanjut.


Pasca insiden tersebut, Kapolres Kapuas memastikan situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang simpang siur dan tetap menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kapuas.


Poin-poin Imbauan Kapolres Kapuas:


Dialog di Atas Kekerasan: Menghimbau warga menyampaikan aspirasi melalui jalur hukum atau mediasi formal yang tersedia.


Stabilitas Keamanan: Meminta tokoh masyarakat dan tokoh adat membantu mendinginkan suasana.


Ketaatan Prosedur: Menegaskan bahwa seluruh tindakan kepolisian didasari surat perintah sah dan prinsip profesionalisme.


"Kami tidak ingin ada kekerasan, namun kami juga memiliki kewajiban menjaga ketertiban umum dan keselamatan anggota. Kami berharap sengketa lahan ini segera menemukan titik temu melalui jalur yang benar," tutupnya.


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment