- APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
- BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
- DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
- ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
- PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
- PEMPROV KALTENG PERCEPAT PERSIAPAN HARI JADI KE-69, TEKANKAN PROGRAM BERDAMPAK
- Sinergi Pemprov Kalteng dan DPRD Katingan Optimalkan Pajak Sektor Tambang
- Rakor Inflasi: Kalteng Fokus Stabilkan Harga Bawang, Cabai, dan Beras
- Dukung WFH, DPRD Palangka Raya Tegaskan Bukan Ajang Liburan
- Nasib Naas ! Sudah Bayar Dp Rp.70 Juta Rupiah, Malah Dapat Mobil Rusak
DPD GMNI Kalteng Kecam Tindakan Represif Yang Dilakukan Oleh Oknum Aparat
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Ketua DPD GMNI Kalteng, Innocent Passage
Potretkalteng.com - Palangka Raya - Aksi lanjutan Demontrasi yang dilakukan oleh masa gabungan yang bernama Gerakan Aksi Rakyat Merdeka (Geram) yang dilakukan di halaman kantor Gubernur Kalimantan Tengah berakhir ricuh, Senin (14/11/22).
Atas tindakan tersebut Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melalui Ketuanya Innocent Passage mengutuk dan mengecam tindakan aparat satpol PP kalteng yang mengintimidasi dan menarik serta memukuli mahasiswa dalam aksi jilid 3 evaluasi gubernur.
"Kasus ini jadi bukti bahwa motto manis Satpol pp yang ingin membentuk institusi yang melindungi dan mengayomi masyarakat cuma bualan jargon semata demi tujuan pencitraan" ungkapnya.
Baca Lainnya :
- Putra Presiden Terbang ke Surabaya, Tapi Koper Nyasar ke Medan0
- Peringati Hari Kesehatan Nasional, Pemprov. Kalteng Selenggarakan Acara Penggerakan Masyarakat 0
- Gelar Operasi Pasar LPG 3Kg, Stand Pemko Disambut Antusias Warga Kelurahan Palangka0
- Warga Langkai Antusias Serbu Sembako Murah dari Pemerintah Kota Palangka Raya0
- Pemko Palangka Raya Salurkan Sembako Murah dan Elpiji 3 kg di Kelurahan Panarung0
Adapun poin-poin desakan yang DPD GMNI kalimantan Tengah tuntut untuk evaluasi aksi ini adalah
-Pertama, meminta pada pihak berwenang untuk segera meminta maaf dan bertanggung jawab dan memecat secara tidak hormat aparat yg diduga sebagai tersangka tindak kekerasan.
- Kedua, meminta pada Gubernur kalimantan Tengah untuk bermusyawarah dan melakukan mediasi dengan mahasiswa guna mencari jalan untuk menyelesaikan permasalahan yg tidak boleh dipandang sebelah mata tersebut.
"Hal ini bertujuan untuk mendinginkan suasana dan menghindari konflik yang berkepanjangan"tutupnya.(red)
Penulis : AY
Berita Utama
-
PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
PW SAPMA PP Kalteng Sabet Juara 2 di Turnamen Mini Soccer Antar-Instansi Bandara
PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Wilayah (PW) Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kalimantan Tengah berhasil mengamankan posisi . . .
-
ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
ORADO Kalteng Resmi Terbentuk, Bidik Prestasi dan Tiket Nasional
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 resmi dilantik bersamaan dengan . . .
-
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
DPRD Soroti Lemahnya Pengelolaan Sampah di Palangka Raya
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi keluhan utama masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Kota Palangka Raya, . . .
-
BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
BI Kalteng Luncurkan Program Kebanksentralan 2026, Fokus Beasiswa hingga Riset
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun . . .
-
APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
APR KT Dialog dengan DPRD Kalteng, Desak Kebijakan Pro Rakyat
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Aliansi Penambang Rakyat Kalimantan Tengah (APR-KT) memilih langkah strategis dengan mengedepankan audiensi dan dialog konstruktif . . .

















