- BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
- Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
- Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
- Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
- Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026 Disiapkan
- Pemprov Kalteng Resmi Buka Diklat Calon Paskibraka 2026, Libatkan 54 Peserta Terbaik
- Buka Rakor TEPRA, Wagub Ingatkan Penyerapan Anggaran Bukan Sekadar Kejar Target
- PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
- Kodam Tambun Bungai Siapkan Simulasi Ledakan dan Penutupan Jalan Peringati HUT ke-1
- SMAN 1 Palangka Raya Rayakan HUT ke-67, Luncurkan Buku Antologi Bertema Lingkungan
Diskan: Penggunaan Merkuri Dapat Merusak Ekosistem Perairan

Potretkalteng.com - Palangka Raya – Penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan dan industri, khususnya di kawasan perairan, telah menimbulkan kekhawatiran serius bagi kelestarian ekosistem di wilayah Kota Palangka Raya. Dinas Perikanan (Diskan) memperingatkan bahwa dampak dari penggunaan merkuri tidak hanya membahayakan manusia, tetapi juga ekosistem perairan yang menjadi sumber kehidupan banyak masyarakat.
"Kami sangat prihatin dengan penggunaan merkuri yang masih terjadi di beberapa sektor, terutama dalam pengolahan emas tradisional. Bahan kimia ini berpotensi merusak ekosistem perairan secara masif, mengancam keberlangsungan kehidupan ikan dan biota lainnya," ujar Kepala Diskan,Indriarti Ritadewi.
Baca Lainnya :
- Camat Bukit Batu Ajak Masyarakat Dukung Program Lingkungan Bersih dari Merkuri0
- Pemko Palangka Raya Gelar Sosialisasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri di Kecamatan Bukit Batu0
- Pemko Palangka Raya Terus Berupaya Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bahan Pokok0
- DLH Siapkan Ranperda untuk Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Palangka Raya0
- Pentingnya Kerja Sama dalam Memberantas Narkoba di Palangka Raya0
Merkuri, ketika dilepaskan ke lingkungan perairan, dapat dengan cepat menyebar dan mengkontaminasi air. Bahan kimia ini sangat sulit terurai, dan jika masuk ke dalam rantai makanan, akan berdampak langsung pada ikan dan organisme perairan lainnya. Akibatnya, ikan yang terkontaminasi dapat menyebabkan keracunan bagi manusia yang mengonsumsinya.
"Penggunaan merkuri tidak hanya merusak habitat ikan, tetapi juga mencemari air yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir dan nelayan. Ini adalah ancaman nyata yang perlu kita tanggulangi bersama," tambah Kepala Diskan.
Untuk mengatasi masalah ini, Diskan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam meningkatkan pengawasan di wilayah perairan yang rentan tercemar merkuri. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha tentang bahaya merkuri serta pentingnya beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan terus dilakukan.
"Kami mendorong semua pihak, terutama pelaku usaha, untuk mulai beralih ke teknologi yang lebih bersih dan tidak merusak lingkungan. Ini demi menjaga keberlanjutan ekosistem perairan kita, yang sangat penting bagi kelangsungan hidup nelayan dan masyarakat pesisir," ujarnya.
Diskan juga memperingatkan dampak jangka panjang dari pencemaran merkuri, di mana bahan berbahaya ini bisa bertahan selama bertahun-tahun dalam ekosistem perairan. Kerusakan yang diakibatkan tidak hanya mencakup hilangnya spesies ikan dan biota laut, tetapi juga rusaknya keseimbangan lingkungan secara keseluruhan.
"Jika kita tidak bertindak sekarang, pencemaran merkuri ini bisa menyebabkan kerugian ekologis yang sangat besar, yang dampaknya tidak bisa diperbaiki dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan kita," kata Kepala Diskan menutup pernyataannya.
---
Dengan peningkatan kesadaran dan upaya bersama, Diskan yakin bahwa penggunaan merkuri dapat diminimalisir dan ekosistem perairan dapat kembali sehat dan terjaga. Untuk informasi lebih lanjut tentang dampak merkuri dan upaya pencegahan, kunjungi PotretKalteng.com. Mari bersama menjaga alam untuk masa depan yang lebih baik!
Berita Utama
-
Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
Perkuat Pengawasan Program MBG, BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Sosialisasikan SIPGN Berbasis Digita
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi pengenalan fitur uji organoleptik berbasis . . .
-
Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
Ketua TP PKK Kapuas Perkuat Sinergi Program Kerja 2026 Melalui Kunjungan ke Kapuas Timur
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus penguatan program . . .
-
Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
Ketua TP PKK Kapuas Tinjau Pelayanan Jemput Bola Administrasi Kependudukan di Kapuas Timur
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, meninjau langsung pelaksanaan pelayanan administrasi . . .
-
BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
BGN dan Dinas Pendidikan Kapuas Perkuat Pengawasan Program MBG Melalui Penerapan SIPGN
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi pengenalan fitur uji . . .
-
PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM — Pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buntok akhirnya menandatangani surat pernyataan komitmen untuk menghentikan pemadaman listrik secara . . .

















