- Pemko Palangka Raya Perkuat Penanganan Karhutla Petuk Katimpun, Butuh Tambahan Pompa dan Sumur Bor
- Pemko Palangka Raya Fokus Padamkan Karhutla yang Mengarah ke Permukiman
- Operasi Gabungan Jaring 284 Kendaraan, Tunggakan Pajak Capai Rp31,98 Juta
- KUPA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, DPRD Soroti Fluktuasi Dana Transfer
- Wagub Edy Pratowo Lepas Kafilah Kalteng ke MTQ KORPRI Nasional 2026
- Pemkab Murung Raya Sambut Kafilah MTQ KORPRI VIII Lewat Malam Taaruf di Puruk Cahu
- DPRD Gunung Mas Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Kuala Kurun pada 2027
- DPRD Gunung Mas Ingatkan Orang Tua Awasi Penggunaan Gadget pada Anak
- DPRD Gunung Mas Dorong Pemkab Maksimalkan Pasar Rakyat untuk Tingkatkan PAD
- DPRD Gunung Mas Desak Peningkatan Layanan PDAM agar Air Bersih Mengalir 24 Jam
Pembangunan di Kalteng Perlu Terobosan Besar, Pengamat: Program Agustiar-Edy Patut Diapresiasi

Keterangan Gambar : Keterangan Foto: Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Nomor Urut 3, H. Agustiar Sabran (tengah kiri) dan H. Edy Pratowo (tengah kanan). (ist)
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran dan H. Edy Pratowo, memikat perhatian publik dengan beberapa program unggulan mereka yang dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Program-program tersebut meliputi akses kartu Huma Betang Sejahtera, ekspansi pembangunan jalan mulus sepanjang 1.000 kilometer, tumbuhkan 300 miliader muda, peningkatan akses kesehatan yang layak, serta anggaran khusus untuk setiap desa dan kabupaten senilai 250 juta dan 150 miliar.
John Retei Alfri Sandi, akademisi dan pengamat politik dari Universitas Palangka Raya (UPR), menyampaikan apresiasi atas visi yang dibawa oleh pasangan calon ini. "Kita harus memberikan apresiasi bahwa pasangan calon ini serius dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program unggulan yang berpihak pada rakyat. Program seperti bantuan tunai per KK dan penciptaan lapangan kerja sangat penting, terutama bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah," ujar John kepada tentangkalteng.id pada Senin, 14 Oktober 2024.
Baca Lainnya :
- DPD Nasdem Barut Ajak Masyarakat Pilih Agi-Saja, Dan Tekankan Kedamaian dalam Pilkada 20240
- Mendorong Penganekaragaman Pangan Lokal Bergizi, Pemkab Gumas Gelar Lomba B2SA0
- Barut Menyala! Ribuan Warga Hadiri Jalan Sehat Berkah0
- Kalteng Menyala, Gubernur Kalteng Pastikan Akhir Tahun 2024 Seluruh Desa Nikmati Listrik0
- Petinju Kalimantan Tengah Berlaga di Melbourne Australia, Minta Doa dan Dukungan Masyarakat0
Namun, meskipun program-program ini dinilai positif, namun pelaksanaannya masih memiliki tantangan tersendiri. "Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana program-program tersebut bisa benar-benar diimplementasikan secara efektif di lapangan. Masyarakat kita masih dihadapkan pada masalah kemiskinan dan sulitnya akses pekerjaan. Program bantuan tunai misalnya, meskipun penting, namun hanya menjadi solusi sementara. Yang lebih dibutuhkan adalah penciptaan lapangan kerja yang stabil dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan," tambahnya.
Lebih lanjut, John menyoroti pentingnya program yang mampu menyentuh akar masalah dari kesejahteraan masyarakat. "Jika bicara tentang kesejahteraan, kita berbicara tentang lapangan pekerjaan dan pendapatan. Dalam konteks ini, program yang menjanjikan penciptaan pengusaha muda patut diapresiasi, tetapi harus ada strategi yang jelas untuk mewujudkannya. Mengembangkan industri hilirisasi di Kalimantan Tengah, misalnya di sektor perkebunan sawit, bisa menjadi kunci. Ini akan membuka banyak lapangan kerja baru dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam ekonomi lokal," jelasnya.
Namun, ada tantangan besar terkait ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah, khususnya dalam sektor perkebunan sawit. "Masyarakat lokal sering kali kesulitan bertahan lama bekerja di sektor ini karena keterbatasan keterampilan dan pelatihan. Perusahaan perlu lebih aktif dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat agar mereka bisa mengakses pekerjaan yang lebih baik, seperti operator alat berat atau supervisor kebun. Ini akan mengurangi konflik antara perusahaan dan masyarakat lokal, serta meningkatkan kesejahteraan secara nyata," tegasnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur menjadi fokus lain dari program Agustiar-Edy. Rencana pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer dinilai sangat strategis, namun harus dibarengi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). "Pembangunan infrastruktur yang masif memang penting, tetapi tanpa SDM yang mumpuni, program-program tersebut tidak akan berdampak signifikan. Pemerintah perlu memperkuat sektor pendidikan agar bisa menghasilkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar kerja. Ini bukan hanya soal jumlah lulusan, tetapi kualitas dan relevansi dengan kebutuhan pasar," papar John.
Program pengembangan SDM juga harus terintegrasi dengan industri unggulan di Kalimantan Tengah, seperti perkebunan sawit dan pertambangan. "Kita harus mempersiapkan tenaga kerja yang mampu mengisi posisi-posisi penting di sektor-sektor ini. Misalnya, melalui pelatihan untuk menjadi mandor kebun atau operator alat berat. Ini akan membuka jalan bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa harus bergantung pada bantuan tunai semata," tambahnya.
Dalam konteks pembangunan jangka panjang, John juga menyoroti pentingnya pembangunan yang berkelanjutan. "Ke depan, pembangunan di Kalimantan Tengah harus mempertimbangkan konsep ekonomi hijau. Tidak bisa lagi kita hanya bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, terutama di sektor pertambangan yang tidak bisa diperbarui. Perlu ada kebijakan yang mendorong pengembangan industri yang ramah lingkungan, seperti bioteknologi atau pengolahan produk unggulan daerah," ungkapnya.
Isu-isu lingkungan juga menjadi sorotan, terutama dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan. "Pembangunan infrastruktur jalan dan pengembangan ekonomi harus dilakukan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan. SDGs (Sustainable Development Goals) adalah acuan yang harus diadopsi oleh setiap kepala daerah, termasuk pasangan Agustiar-Edy, terutama dalam merancang kebijakan-kebijakan strategis," pungkas John.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan
Berita Utama
-
Pemko Palangka Raya Fokus Padamkan Karhutla yang Mengarah ke Permukiman
Pemko Palangka Raya Fokus Padamkan Karhutla yang Mengarah ke Permukiman
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada titik-titik api . . .
-
Pemko Palangka Raya Perkuat Penanganan Karhutla Petuk Katimpun, Butuh Tambahan Pompa dan Sumur Bor
Pemko Palangka Raya Perkuat Penanganan Karhutla Petuk Katimpun, Butuh Tambahan Pompa dan Sumur Bor
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM- Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto . . .
-
Wagub Edy Pratowo Lepas Kafilah Kalteng ke MTQ KORPRI Nasional 2026
Wagub Edy Pratowo Lepas Kafilah Kalteng ke MTQ KORPRI Nasional 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo secara resmi melepas keberangkatan Kafilah Kalteng yang akan mengikuti . . .
-
Operasi Gabungan Jaring 284 Kendaraan, Tunggakan Pajak Capai Rp31,98 Juta
Operasi Gabungan Jaring 284 Kendaraan, Tunggakan Pajak Capai Rp31,98 Juta
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Operasi gabungan penertiban pajak kendaraan bermotor yang digelar di Jalan RTA Milono, halaman Kantor Bapenda Provinsi Kalimantan . . .
-
KUPA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, DPRD Soroti Fluktuasi Dana Transfer
KUPA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, DPRD Soroti Fluktuasi Dana Transfer
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan III Tahun Sidang . . .










.jpg)






