- Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
- Pelatihan PKMN Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Kapuas Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- Kapuas Hilir Borong Prestasi di Jambore PKK 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Utama
- Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
- Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
- Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Liga Sentra, Ruang Tumbuh Mimpi Pesepak Bola Muda

Keterangan Gambar : Ramah Tamah Pembubaran Panitia Liga Sentra Indonesia Kalimantan Tengah Tahun 2026. (Foto: Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Pasca Harga BBM Naik, Warga Kalteng Keluhkan Biaya Hidup yang Kian Mencekik0
- Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi dan Dukung Program 3 Juta Rumah0
- Dorong Sanitasi Berkelanjutan, PPSP 2026 Resmi Kick-Off0
- Sinergi Kalteng–Tanah Bumbu, Perizinan Tambang Rakyat Didorong Lebih Cepat dan Tepat Sasaran0
- Kelalaian Tambang Ilegal Tewaskan Satu Pekerja, Keluarga Lapor ke Polda Kalteng0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Tawa dan keakraban terasa hangat dalam ramah tamah pembubaran panitia Liga Sentra Indonesia 2026 yang digelar di Restoran Kampung Lauk, Senin (20/4/2026). Di balik suasana santai itu, tersimpan harapan besar untuk masa depan sepak bola usia dini di Kalimantan Tengah.
Liga Sentra Indonesia 2026 telah sukses digelar. Bagi panitia dan para pembina, ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan mengejar mimpi mereka di dunia sepak bola.
Ketua Panitia, Denny Yaeviren Tanggara, menyampaikan bahwa Liga Sentra hadir dengan semangat yang sama seperti program pembinaan yang diusung PSSI yakni membentuk generasi pesepak bola sejak usia dini.
“Yang kami kejar bukan hanya juara, tapi bagaimana anak-anak ini punya pengalaman bertanding, punya jam terbang, dan tumbuh rasa percaya diri mereka,” ujarnya.
Di lapangan, anak-anak usia 10 hingga 15 tahun itu tak hanya berkompetisi. Mereka belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan bagaimana bangkit setelah kalah. Dari pertandingan ke pertandingan, kemampuan mereka pun perlahan terasah.
“Ketika mereka naik ke jenjang berikutnya, mereka sudah punya bekal. Itu yang paling penting,” tambah Denny.
Lebih dari itu, Liga Sentra juga menjadi tempat berkumpulnya berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB). Di sana, para pelatih dan pembina saling berbagi cerita, pengalaman, bahkan belajar satu sama lain demi meningkatkan kualitas pembinaan.
Panitia pun berharap, ke depan seluruh SSB dapat memiliki standar yang semakin merata, sehingga anak-anak dari daerah pun mampu bersaing hingga level nasional bahkan internasional.
Meski digagas secara mandiri, panitia berharap kehadiran Liga Sentra bisa mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah. Dukungan dalam bentuk fasilitas, pembiayaan, hingga kemudahan akses lapangan dinilai sangat penting untuk keberlanjutan pembinaan ini.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Ini tentang masa depan anak-anak kita, jadi butuh kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Ke depan, Liga Sentra direncanakan akan terus digelar setiap tahun. Bahkan, pada 2026 ini, jumlah kategori usia bertambah menjadi lima, yakni U-10, U-11, U-12, U-13, dan U-15—menunjukkan tingginya antusiasme peserta, termasuk dari luar Palangka Raya.
Sekretaris Event menilai peningkatan ini menjadi sinyal positif bahwa minat terhadap pembinaan sepak bola usia dini semakin besar.
Harapannya sederhana, namun penuh makna: para juara dari tingkat regional nantinya bisa melangkah lebih jauh, membawa nama Kalimantan Tengah ke level nasional.
Di balik semua itu, Liga Sentra bukan hanya tentang siapa yang menang di akhir laga. Lebih dari itu, ini adalah tentang perjalanan tentang anak-anak yang berani bermimpi, berlatih, dan tumbuh bersama dalam semangat sepak bola.
Karena dari lapangan sederhana hari ini, bisa saja lahir pemain-pemain hebat masa depan. (Yz)
Berita Utama
-
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Toko Kopi Bumi (TKB) mengumumkan penghentian aktivitas penjualan daring serta merumahkan sejumlah karyawan setelah usaha mereka . . .
-
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM – Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan . . .
-
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang dan pelaku UMKM . . .
-
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Perum Bulog Cabang Kapuas memastikan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap harga . . .

















