- Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
- Pelatihan PKMN Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Kapuas Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- Kapuas Hilir Borong Prestasi di Jambore PKK 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Utama
- Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
- Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
- Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Ketua DPC GMNI Palangka Raya Tolak Kenaikan PPN 12%, Sebut Berdampak Merugikan Masyarakat

Keterangan Gambar : Ketua DPC GMNI Palangka Raya, Bung Pebriyanto
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ketua DPC GMNI Palangka Raya, Bung Pebriyanto, menyuarakan penolakan keras terhadap rencana pemerintah untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12%, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Menurut Pebriyanto, kenaikan ini tidak hanya akan memberikan dampak langsung pada harga barang, tetapi juga dapat merugikan pengusaha menengah ke bawah dan menurunkan daya beli masyarakat.
Dalam keterangan yang diberikan, Pebriyanto menjelaskan bahwa kenaikan 1% pada tarif PPN sebenarnya berpengaruh jauh lebih besar dari yang terlihat.
Baca Lainnya :
- Rahmat Hamka Apresiasi Forum Pemuda Kalteng Dalam Membangun Wirausaha Muda0
- Polda Kalteng Beberkan Peran Tersangka H Dalam Pembunuhan Supir Oleh Brigadir AK0
- Jelang Nataru, Basarnas Palangka Raya Gelar Apel Siaga SAR 20240
- Kepala BKD Prov. Kalteng Harap Sinergi yang Lebih Kuat Antara Pemkot dan Provinsi Pasca Pelantikan0
- Pj. Walikota Palangka Raya Akhmad Husain Buka Musda Ke-X MUI: Ajak Ulama Perkuat Harmoni dan Pembang0
“Kenaikan 1% dari 11% menjadi 12% itu sebenarnya berpengaruh sekitar 9% pada harga barang. Sebagai contoh, barang yang awalnya berharga Rp 11.000 dengan pajak 11% akan naik menjadi Rp 12.000 dengan pajak 12%. Perhitungan proporsional menunjukkan bahwa selisihnya mencapai 9,09%,” paparnya.
Pebriyanto juga mengkritik ketidakjelasan mengenai jenis barang yang akan dikenakan PPN 12%, yang dikhawatirkan dapat membebani pengusaha kecil dan menengah.
"Pengusaha menengah ke bawah mungkin terpaksa menurunkan kualitas produk mereka atau menaikkan harga untuk menutupi beban pajak yang lebih tinggi. Ini jelas akan berdampak pada daya beli masyarakat yang semakin menurun, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pengangguran di Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kenaikan PPN ini akan memicu inflasi yang lebih tinggi, yang akan memperburuk keadaan ekonomi di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih pasca-pandemi.
"Kenaikan PPN ini jelas akan meningkatkan inflasi. Ini adalah isu yang sangat serius yang harus kita perhatikan bersama," tambah Pebriyanto.
Pebriyanto juga menyoroti bahwa dengan kenaikan tarif PPN menjadi 12%, Indonesia akan menjadi negara dengan PPN tertinggi di Asia, namun dengan upah terendah.
"Kita akan menjadi negara dengan PPN tertinggi di Asia, namun dengan upah yang jauh di bawah standar. Ini adalah ketimpangan yang sangat jelas," tegasnya, sambil mengajak masyarakat untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ini.
Di akhir pernyataannya, Bung Pebriyanto dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap kebijakan kenaikan PPN dan meminta pemerintah untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia.
"Hidup rakyat Indonesia, Merdeka!" serunya.
Penolakan terhadap rencana kenaikan PPN ini terus bergema di kalangan berbagai kalangan, dengan harapan pemerintah dapat menemukan solusi yang lebih adil dan berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
RT
Berita Utama
-
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Toko Kopi Bumi (TKB) mengumumkan penghentian aktivitas penjualan daring serta merumahkan sejumlah karyawan setelah usaha mereka . . .
-
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM – Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan . . .
-
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang dan pelaku UMKM . . .
-
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Perum Bulog Cabang Kapuas memastikan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap harga . . .

















