Kalteng Gencarkan Energi Terbarukan, PLTS Jadi Andalan Terangi Wilayah Pelosok

Potret kalteng 22 Apr 2026, 23:38:58 WIB PEMPROV KALTENG
Kalteng Gencarkan Energi Terbarukan, PLTS Jadi Andalan Terangi Wilayah Pelosok

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi dan Pengumpulan Data Kajian EBT yang digelar di Palangka Raya. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat kolaborasi strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mematangkan pengelolaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Sinergi ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus menjadikan zona timur Kalteng sebagai lumbung energi masa depan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi dan Pengumpulan Data Kajian EBT yang digelar di Palangka Raya, Senin (20/4/2026). 


Kegiatan dibuka Sekretaris DESDM Kalteng, Syarippudin, mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM.


Tim peneliti BRIN mengungkapkan bahwa kajian ini merupakan tindak lanjut usulan Forum Koordinasi Riset dan Inovasi Daerah (FKRID) 2025, sekaligus bagian dari strategi nasional menuju kemandirian energi.


“Kajian ini selaras dengan RPJMN 2025–2029 yang menargetkan kemandirian energi, serta mendukung Kebijakan Energi Nasional dengan bauran EBT minimal 23 persen dan meningkat menjadi 31 persen pada 2050,” jelas perwakilan BRIN.


Sejalan dengan arah tersebut, Kepala Bidang EBT dan Konservasi Energi DESDM Kalteng, Ferryanson, menegaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi solusi utama dalam memperluas akses listrik di wilayah terpencil.


“PLTS adalah teknologi EBT yang paling relevan untuk menjangkau daerah pelosok, terutama wilayah yang masih dalam tahap pengembangan infrastruktur kelistrikan,” tegasnya.


Ia menambahkan, pengembangan PLTS tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga dibarengi dengan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Hal ini penting agar fasilitas yang ada dapat dirawat bersama dan dimanfaatkan secara optimal.


“Partisipasi masyarakat menjadi kunci. Dengan gotong royong, keberlanjutan energi bersih bisa terjaga dan memberi dampak nyata bagi kemajuan desa,” pungkasnya.(Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment