- Hadapi Kemarau, Pemkab Mura Dorong Masyarakat Permata Intan Tingkatkan Kesiapsiagaan
- Pemkab Murung Raya Dorong Penguatan Integritas dan Pelayanan Publik Bersih
- Pemkab Mura Ajak Warga Laung Tuhup Bersama Cegah Karhutla
- Pemkab Murung Raya Perkuat Sinergi Perangkat Daerah Dorong Pembangunan Responsif Gender
- Warnita Heriyus Ajak Pemkab dan Masyarakat Bersama Cetak Generasi Unggul Murung Raya
- Bupati Murung Raya Hadiri HUT ke-I Kodam XXII/Tambun Bungai, Perkuat Sinergi Pemerintah dan TNI
- Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Murung Raya Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
- Rahmanto Muhidin Tekankan Pemkab Mura Harus Hadir dan Bekerja untuk Masyarakat
- Pemkab Murung Raya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Sambut HUT Kemerdekaan, Pemkab Mura Matangkan Kesiapan Seluruh Perangkat Daerah
Eksistensi Minuman Khas Batak (Tuak) Menyebar Luas Di Nusantara Termasuk Kota Cantik Palangkaraya
Oleh : Aticca Lovie Aillen Sitanggang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya

Potretkalteng.com – Palangka Raya – Opini. Tuak merupakan minuman beralkohol yang kerap dijumpai di Sumatra Utara, khususnya Toba dan Tapanuli. Masyarakat setempat biasanya mewajibkan minuman ini di setiap acara adat Batak, acara kekeluargaan, maupun dijual di warung-warung orang Batak. Tuak juga biasa dijadikan sebagai jamuan kepada tamu.Namun tidak hanya di sumatera utara saja kini tuak sudah menyebar luas ke seluruh penjuru Nusantara termasuk kota Palangkaraya. Banyaknya penduduk batak di daerah Palangkaraya mungkin menjadi asal mula hadirnya Tuak di kota cantik ini.
Tuak adalah sejenis minuman yang mengandung alkohol hasil dari proses fermentasi nira(air pohon tuak/enau). Air nira sebenarnya rasanya manis namun setelah diproses menjadi Tuak rasanya berubah menjadi pahit.Tuak, dalam proses pembuatanya dicampur dengan raru (dalam daerah batak raru berarti sejenis kulit pepohonan) untuk memunculkan cita rasa pahit. Kadar alkohol dalam tuak berbeda-beda tergantung daerah pembuatannya dan banyaknya raru yang digunakan.
‘’Tuak Bagot’’demikian sering disebut dalam bahasa sehari-hari orang batak selain nikmat ternyata juga menjanjikan.Dikatakan menjanjikan karena banyak orang-orang batak berhasil menjadi pengusaha berkat Tuak Bagod,dengan membuka lapo tuak(warung/café tuak).Minuman local ini tidak pernah terlepas dari kehidupan orang batak,dalam acara-acara adat batak selalu disediakan tuak bagot sebagai pelengkap hidangan. Penikmat tauk sendiri ternyata beragam mulai dari kalangan muda hingga tua.
Baca Lainnya :
- Kelabui Petugas, IRT Asal Manuhing Simpan Narkotika di Alat Vitalnya0
- Pembahasan mengenai Perlindungan Hukum bagi Korban penipuan media elektronik0
- Pemprov Kalteng Catatkan Rekor Muri Tradisi Mangenta Terbanyak0
- Palangkaraya Raih Juara 1 Lomba Kreasi Tari Daerah Dalam Festival Budaya Isen Mulang0
- Tingkatkan Nilai UMKM, HIPMI Kota Palangkaraya Gelar Program Pelatihan0
Di kota Palangkaraya sendiri jika ingin meminum minuman khas batak ini bisa di kita temui di Jalan Yos Sudarso Ujung di Café Nauli yang didirikan langsung oleh orang Batak bermarga Siburian.Pak Siburian menjadi contoh suksesnya orang batak dengan berbisnis tuak bagot.Di café nauli sendiri menyediakan tempat karoke khusus orang batak. Dalam tradisi batak bernyanyi dengan tegukan tuak adalah hal yang wajar.Tidak lengkap rasanya bernyanyi tanpa meminum tuak bagot ini.
Mengutip dari kompas, meski mengandung alkohol, tuak ternyata dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, tuak mengandung antioksidan dan vitamin C. Selain itu, tuak juga diklaim mampu mengatasi penyakit ginjal dan dapat menyegarkan tubuh. Kadar alkohol tuak, menurut penelitian para ahli, tak sekuat bir dan anggur, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup akan memberikan efek yang menenangkan saraf sentral. Namun jika berlebihan, minuman keras ini dapat menyebabkan mabuk dan mengakibatkan hilangnya kontrol diri.
Walaupun tuak berbeda dengan arak tetapi tuak juga termasuk dalam daftar minuman yang haram.Tuak disebut haram karena memiliki kandungan alkohol, bahkan memiliki sifat memabukkan jika diminum berlebihan. Tuak yang dihasilkan dari hasil fermentasi ini dapat langsung dikonsumsi atau disimpan dengan lama waktu penyimpanan tidak lebih dari tiga hari.
Berita Utama
-
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
Gubernur Agustiar Pimpin Rakor Karhutla, Tegaskan Percepatan Penanganan Kebakaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran . . .
-
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
Pengurus IKA ULM Kalteng Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Ahmad Alim Bachri melantik Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat . . .
-
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
Pemprov Kalteng Ajak Alumni ULM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Pembangunan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mendorong Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lambung Mangkurat (IKA ULM) . . .
-
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
Dinas Pendidikan Kalteng Disorot soal Aktivitas Siswa di Tengah Ancaman Kabut Asap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut . . .
-
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
Diduga Rugikan Negara 3,9 Milyar, 4 Pejabat Dinas Perhubungan Barut Resmi Ditahan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Penyidik Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah secara resmi menyerahkan empat orang tersangka beserta barang bukti atau Tahap II . . .

















