- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
- Pelatihan PKMN Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Kapuas Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- Kapuas Hilir Borong Prestasi di Jambore PKK 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Utama
- Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
- Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
- Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
- Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bupati Wiyatno Paparkan Strategi Transmigrasi Lokal dan Tantangan Infrastruktur Kapuas di CNBC Indon

Keterangan Gambar : Foto CNBC Indonesia
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, S.P tampil sebagai narasumber dalam program dialog eksklusif CNBC Indonesia TV yang disiarkan secara nasional melalui platform Zoom pada Kamis malam (12/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati memaparkan strategi pembangunan daerah di tengah keterbatasan fiskal, tantangan infrastruktur, dan upaya inovatif Pemkab Kapuas melalui program transmigrasi lokal.
Baca Lainnya :
- Siswi SMPN 2 Selat Boyong Juara 1 Sains Olimpiade JSO Tingkat Provinsi Kalteng0
- Pemkab Kapuas Terima Hasil Pemeriksaan LKPD 2024, Raih Opini WTP dari BPK0
- Bupati Kapuas Serahkan Hewan Kurban untuk Masjid Al Mila di Desa Pulau Telo Baru0
- Berlangsung Meriah, Wiyatno dan Dodo Lepas Peserta Pawai Takbir Iduladha 1446 H0
- Peringati Hari Lingkungan Hidup 2025, Pemkab Kapuas Gelar Aksi Bersihkan Sampah plastik0
Salah satu isu utama yang disoroti Bupati Wiyatno adalah program transmigrasi lokal sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak banjir tahunan. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Kapuas tengah mengusulkan relokasi bagi ribuan warga dari wilayah rawan banjir ke kawasan yang lebih aman dan produktif.
“Selama ini kami menjalin komunikasi aktif dengan Kementerian Transmigrasi dan Kepala Staf Kepresidenan. Kabupaten Kapuas memiliki sejarah transmigrasi dari luar pulau, dan kini kami mengajukan transmigrasi lokal bagi masyarakat yang setiap tahun terdampak banjir,” jelas Wiyatno.
Menurut data Pemkab, terdapat sekitar 12.000 jiwa di enam kecamatan — Timpah, Kapuas Tengah, Pasak Talawang, Kapuas Hulu, Mandau Talawang, dan Sungai Hanyu — yang terdampak banjir secara rutin. Transmigrasi lokal dinilai lebih efektif dibandingkan bantuan insidental saat terjadi bencana.
“Kami ingin relokasi ini disertai pembinaan seperti bantuan jatah hidup, pelatihan budidaya, sarana pertanian, dan pengembangan usaha produktif. Wilayah relokasi punya tanah yang subur dan potensial untuk jadi sentra pertanian dan perikanan,” tambahnya.
Ia menegaskan, program ini bukan hanya menyentuh aspek kemanusiaan, tetapi juga merupakan bentuk transformasi kebijakan pembangunan yang berpihak pada potensi lokal dan ketahanan lingkungan. “Kami memberdayakan masyarakat lokal, bukan mendatangkan warga dari luar. Tapi tentu ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Kami butuh dukungan dari Gubernur dan pemerintah pusat,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, Bupati juga menyinggung potensi pertanian di wilayah pasang surut Kapuas yang selama ini menjadi lumbung padi Kalimantan Tengah. Ia menyebutkan bahwa wilayah tersebut memiliki prospek besar untuk pengembangan kelapa sawit dan hortikultura.
“Kapuas sangat potensial dalam produksi padi, perkebunan sawit, dan hortikultura. Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan pembinaan dan pendampingan agar masyarakat bisa mengembangkan tanaman konsumsi yang bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Namun demikian, Bupati tak menutup mata terhadap tantangan besar yang dihadapi, khususnya keterbatasan infrastruktur. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Kapuas memiliki jaringan jalan sepanjang 2.451 kilometer, namun sebagian besar masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui.
“Keterbatasan anggaran daerah menyulitkan kami dalam memperbaiki infrastruktur dasar. Padahal jalan ini menjadi nadi distribusi hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan intervensi dan dukungan dari pusat,” pungkasnya.
Kehadiran Bupati Wiyatno dalam dialog nasional ini menjadi gambaran komitmen Pemkab Kapuas dalam membangun daerah secara berkelanjutan, inklusif, dan berbasis solusi lokal.
Heryadi
Berita Utama
-
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM – Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan . . .
-
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang dan pelaku UMKM . . .
-
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Perum Bulog Cabang Kapuas memastikan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap harga . . .
-
Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Kalimantan Tengah periode 2026-2031 resmi dilantik dan . . .

















