PALANGKARAYA, POTRETKALTENG.COM – Dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD dinilai memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan riil masyarakat yang belum tersentuh program pembangunan reguler. Hal tersebut disampaikan oleh tokoh pemuda Kalimantan Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Pemuda Tani, Muhammad Ersa Nugraha.
Menurut Ersa, Pokir merupakan instrumen pembangunan yang bersumber langsung dari aspirasi arus bawah. Ia mencontohkan langkah konkret yang dilakukannya dalam mengusulkan renovasi sarana ibadah di wilayahnya.
"Dana Pokir sangat membantu pembangunan daerah karena dasarnya adalah aspirasi masyarakat. Salah satunya, kami telah mengusulkan ke DPRD Provinsi Kalimantan Tengah terkait perencanaan rehabilitasi Masjid Jami Syuhada di Kelurahan Kereng Bangkirai," ujar Ersa di Palangkaraya.
Sebagai bagian dari pengurus masjid tersebut, Ersa berharap proposal yang diajukan dapat terakomodasi dalam Pokir DPRD sebagai masukan resmi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Ia menekankan bahwa mekanisme ini adalah jalur konstitusional yang efektif untuk memastikan pembangunan tepat sasaran.
Lebih lanjut, Ersa mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma dalam memandang kinerja pejabat daerah. Ia berpendapat bahwa sinergi antara pemerintah dan rakyat adalah kunci kemajuan sebuah daerah.
"Kalau kita selalu berpikir negatif terhadap para pejabat daerah, maka negeri ini tidak akan bisa maju. Tugas masyarakat bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengontrol dan mengawasi roda pemerintahan agar tetap berjalan sesuai harapan publik," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sikap kritis yang konstruktif jauh lebih dibutuhkan daripada sekadar sentimen negatif. Dengan pengawasan yang ketat dari masyarakat, diharapkan alokasi dana pembangunan, termasuk melalui jalur Pokir, dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kesejahteraan warga Kalimantan Tengah.
RT

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!