Pemprov Kalteng 2 menit baca • 28 menit lalu

Karhutla Hanguskan 1.200 Hektare Tanjung Puting, Konservasi Orangutan Terancam

Penulis: Admin Potret Kalteng | Kamis, 10 September 2026 - 06:10 WIB
Ukuran Teks:
Karhutla Hanguskan 1.200 Hektare Tanjung Puting, Konservasi Orangutan Terancam
Keterangan Gambar: Karhutla di Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN, POTRETKALTENG.COM- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hingga Rabu (9/9/2026), sekitar 1.200 hektare kawasan terdampak kebakaran.

Kepala Balai TNTP Yohan Hendratmoko mengatakan, kebakaran terjadi di wilayah Desa Sungai Cabang dan Tanjung Pulau. Area yang terbakar didominasi kawasan bergambut dan rawa sehingga proses pemadaman menghadapi berbagai kendala.

Petugas Balai TNTP bersama PT Kumai Sentosa dan Masyarakat Peduli Api terus melakukan upaya pemadaman serta membuat sekat untuk mencegah api meluas. Namun, lokasi kebakaran yang berada cukup jauh dan minim sumber air membuat penanganan dari jalur darat menjadi sulit.

Sebanyak 114 personel Balai TNTP dikerahkan untuk menangani kebakaran. Pihak balai juga berharap adanya bantuan helikopter water bombing dari BNPB untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses.

“Kawasan TNTP yang masuk dalam administrasi wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang terbakar saat ini seluas 1.200 hektare,” ujar Yohan.

Meski kebakaran terjadi di sejumlah bagian kawasan TNTP, lokasi wisata sekaligus pusat rehabilitasi orangutan seperti Pondok Tanggui dan Camp Leakey dilaporkan masih aman. Aktivitas kunjungan wisatawan juga masih berlangsung, termasuk wisatawan mancanegara yang sebelumnya telah melakukan pemesanan perjalanan.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah menegaskan penanganan karhutla akan diprioritaskan pada kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi, termasuk TNTP dan kawasan Hutan Danau Masorain.

Menurutnya, kedua kawasan tersebut memiliki peran penting bagi rehabilitasi dan penelitian orangutan. Karena itu, upaya pemadaman perlu dilakukan secara cepat untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.

“Kedua kawasan tersebut selain untuk rehabilitasi orangutan juga sebagai tempat untuk pengembangan riset. Orangutan dan manusia keduanya sama-sama penting untuk diselamatkan dari karhutla ini,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan di lapangan sambil menunggu dukungan tambahan, termasuk bantuan water bombing. Kondisi cuaca dan sulitnya akses menuju titik kebakaran menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian api.

Karhutla di kawasan TNTP menjadi perhatian serius karena selain mengancam ekosistem hutan, kebakaran juga berpotensi mengganggu kawasan penting bagi konservasi dan penelitian orangutan di Kalimantan Tengah. (KL)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!